Selasa 11 Apr 2017, 00:40 WIB
 PKS: Ahok Harus Minta Maaf soal Video #BeragamItuBasukiDjarot 
https://news.detik.com/berita/d-3470864/pks-ahok-harus-minta-maaf-soal-video-beragamitubasukidjarot
 Yulida Medistiara - detikNews

 Share 0 
https://news.detik.com/berita/d-3470864/pks-ahok-harus-minta-maaf-soal-video-beragamitubasukidjarot#Tweet
 
https://news.detik.com/berita/d-3470864/pks-ahok-harus-minta-maaf-soal-video-beragamitubasukidjarot#Share
 0 
https://news.detik.com/berita/d-3470864/pks-ahok-harus-minta-maaf-soal-video-beragamitubasukidjarot#6
 komentar 
https://news.detik.com/berita/d-3470864/pks-ahok-harus-minta-maaf-soal-video-beragamitubasukidjarot#
 

 
 Foto: Andhika Prasetia/detikcom
 

 Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman meminta calon Gubernur DKI Jakarta Basuki 
Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf terkait video tentang keberagaman yang 
diunggahnya. Dia menganggap ini sebagai sesuatu yang tidak wajar.

"Ya, saya kira dari sisi kami, karena itu sesuatu yang salah, tentu harus minta 
maaf. Tapi yang bersangkutan merasa bukan sebagai sebuah kesalahan. Tentu 
secara tuntutan publik, kami melihat ini sebagai sesuatu yang tidak wajar," 
ujar Sohibul di Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (10/4/2017).

Sohibul mengaku telah menonton video tersebut meskipun dia tidak terlalu 
memperhatikan secara detail. Menurutnya, video itu tidak etis dan cenderung 
menyebarkan provokasi.

"Sepintas melihat itu tidak etis ya, bahkan cenderung provokatif. Karena itu 
digambarkan seolah-olah ada sekelompok masyarakat tertentu, dalam hal ini 
beratribut muslim, seolah-olah akan melakukan pengusiran, mengganyang pihak 
lain, yang di situ disebut sebagai Tiongkok atau Tionghoa," tuturnya.

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid pun memandang hal itu sebagai bentuk provokasi. 
Seharusnya, kata Hidayat, pemimpin dapat mencarikan solusi dan meredakan 
suasana.

"Harusnya sebagai seorang pemimpin meredakan suasana, mencarikan solusi, tidak 
hanya memprovokasi dengan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan di 
lapangan," imbuhnya.

Hidayat justru mempertanyakan siapa sebenarnya yang tengah memainkan isu SARA 
dalam Pilkada DKI Jakarta ini. Dia meminta hal ini dihentikan agar suasana 
masyarakat tetap sejuk.

"Menurut saya, ketika kebanyakan orang teriak-teriak untuk menuduh Anies-Sandi 
memainkan isu SARA, justru semakin terbukti siapa yang memainkan isu SARA," 
jelas Hidayat. 
(nvl/jor)

 

Kirim email ke