Saya cuman masukkan kata "ganyang  cina" di google dan dapatkan gambar2 ini 
dan masih banyak yg lain:
 

 

 

 

 ---
 Senin , 10 April 2017, 20:13 WIB
 HTI: Video Kampanye Ahok-Djarot Merusak Pola Pikir 
http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/17/04/10/oo73eu366-hti-video-kampanye-ahokdjarot-merusak-pola-pikir
 Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ani Nursalikah
 

 ROL/Casilda Amilah

 
 Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto
 

 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail 
Yusanto menilai Jakarta telah tercemar dengan pola pikir dengan istilah Islam 
radikal yang antikesatuan dan keragaman. Video kampanye pasangan Basuki Tjahaja 
Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, menurut dia adalah salah satu sumber 
tersebarnya pola pikir tersebut. 

"Video itu sedikit banyak bermaksud menggambarkan itu, keantiragaman oleh Islam 
kanan (radikal). Ini jelas merusak pola pikir," ujar Ismail, Senin (10/4).

Ismal menganggap video itu menggambarkan seolah-olah Islam kanan merusak 
kesatuan, antikeragaman, dan harus dijauhi atau dibenci. Padahal, menurut dia, 
Islam kanan yang selama ini dikategorikan dengan sudut pandang yang buruk, 
tidak berperilaku serendah itu. 

"Aksi 212 dan aksi gerakan Islam lainnya adalah bukti Islam itu damai dan 
terbuka dengan keanekaragaman. Tapi itu tidak dimunculkan dalam video. 
Sebaliknya, yang muncul justru yang negatifnya, seperti yang garang, yang 
anarkis dan yang mencekam," ujar Ismail.

Menurut dia, ada empat hal yang terkandung dalam video kampanye pasangan calon 
Ahok-Djarot tersebut. Pertama, video tersebut merusak pola pikir masyarakat. 
Kedua, secara politik, ini memberikan kerugian kepada paslon tiga. Seolah-olah 
paslon tiga mewakili adegan tersebut.
 "Saya melihat ini memberikan stigma negatif bagi paslon tiga," kata dia.

Ketiga, seolah-olah paslon dua yang akan mengawal keberagaman, kesatuan, 
padahal faktanya, menurut Ismail, justru Ahok-Djarot yang menimbulkan 
kekisruhan dan perpecahan selama ini. Keempat, telah terjadi pembelokan pada 
inti masalah, atau telah terjadi ketidakadilan pada penegakan hukum. Video 
tersebut, menurut dia menggambarkan seolah-olah yang terjadi saat ini adalah 
berkembangnya keradikalan umat Muslim. 

"Telah terjadi kejahatan dua kali. Pertama dia (Ahok) melecehkan Alquran dan 
kedua dia (Ahok) melimpahkan kesalahan kepada orang lain dengan mengatakan 
mereka antikeragaman," ucap Ismail. 

Adegan kelompok pria berpeci dalam video kampanye itu, menurut Ismail adalah 
rekayasa. Dia menilai adegan tersebut adalah bentuk framing yang merupakan 
campuran dari fakta dan buatan.
 "Jadi ini kan framing ya melalui sebuah tayangan video, ada yang faktual dan 
ada yang bikinan. Itu cuplikan dari film atau mungkin mereka membuat adegan 
berdasarkan imajinasi mereka saja," jawab dia.

Spanduk 'Ganyang Cina' yang dalam video dibawa oleh rombongan pria berpeci, 
menurut Ismail adalah buatan. Karena menurut dia, tidak pernah ada aksi Ganyang 
Cina. "Aksi Ganyang Cina itu enggak ada, karena kita tidak pernah ada urusan 
dengan soal Cina. Kita punya banyak sahabat Cina, karena tidak semua Cina 
seperti dia (Ahok). Jadi persoalannya itu ada di pembelaan secara membabi buta 
kepada orang yang seharusnya diperlakukan dengan tegas secara hukum," kata dia.

 


 

 

Kirim email ke