Tidak dengan BNI saja BPJS bekerja sama dengan instansi lain pun juga perlu seperti kantor pos, bank- bank pemerintah dan swasta. Anak saya yang masih sekolah saja sudah menjadi agen pembayarann bpjs disamping menjual fulsa, token listrik, air dll. Hal ini untuk mengindari antri saat bayar di kantor bpjs
From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Monday, April 10, 2017 3:47 PM To: GELORA_In Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Permudah Pembayaran Iuran, BPJS Kesehatan Manfaatkan Layanan Agen BNI ; Politisi PKS Anggota DPRD Pasuruan Diamankan Densus 88 Permudah Pembayaran Iuran, BPJS Kesehatan Manfaatkan Layanan Agen BNI Senin, 10 April 2017 | 14:03 http://sp.beritasatu.com/home/permudah-pembayaran-iuran-bpjs-kesehatan-manfaatkan-layanan-agen-bni/118873 Ilustrasi BPJS Kesehatan. [Google] Berita Terkait * Perkuat Industri Kreatif, BNI Buka 4 Kampoeng BNI<http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/perkuat-industri-kreatif-bni-buka-4-kampoeng-bni/60124> * Mochtar Riady: Tak Beralasan RS Swasta Tolak BPJS Kesehatan<http://sp.beritasatu.com/home/mochtar-riady-tak-beralasan-rs-swasta-tolak-bpjs-kesehatan/118747> * Puluhan Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Sleman Dinonaktifkan<http://sp.beritasatu.com/home/puluhan-ribu-peserta-bpjs-kesehatan-di-sleman-dinonaktifkan/116746> * 700 Peserta BPJS Jatim Pilih Turun Kelas<http://sp.beritasatu.com/home/700-peserta-bpjs-jatim-pilih-turun-kelas/113958> * Traveling, Lebih Aman dengan Kartu BPJS<http://sp.beritasatu.com/home/traveling-lebih-aman-dengan-kartu-bpjs/112998> [JAKARTA] Untuk memperluas cakupan kepesertaan dan mempercepat capaian target jaminan kesehatan universal (universal health coverage) pada 2019 mendatang, BPJS Kesehatan memperkokoh sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya dengan pemanfaatan layanan keagenan BNI untuk mendukung program Kader JKN-KIS. Kader JKN-KIS adalah orang-orang yang menjadi mitra BPJS Kesehatan untuk menjalankan sejumlah fungsi BPJS Kesehatan, antara lain fungsi pemasaran dan fungsi pengumpul iuran. Melalui kerja sama ini, BNI akan membuka pendaftaran Kader JKN-KIS menjadi Agen46, sehingga mereka dapat menampung pembayaran iuran JKN-KIS dari masyarakat melalui fasilitas perbankan BNI yang ada di dalam aplikasi Agen46. Direktur Kepesertaan dan Pemasaran BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, nantinya para Kader JKN-KIS yang menjadi Agen46 tersebut akan dibekali EDC mini ATM untuk sarana transaksi pembayaran iuran. "Dengan adanya kemudahan ini, diharapkan animo masyarakat untuk membayar iuran tepat waktu dapat meningkat," kata Andayani pada acara penandatanganan nota kesepahaman BPJS Kesehatan dengan BNI di Jakarta, Selasa (10/4). Selain itu, lanjut Andayani, BPJS Kesehatan dan BNI juga siap bersinergi dalam hal pemasaran bersama dan pengintegrasian kanal pembayaran iuran. Penyediaan layanan jasa perbankan milik BNI diharapkan semakin mempermudah masyarakat untuk melakukan pembayaran iuran JKN-KIS. Dengan tersedianya Deliver Channel, Payment Point Online Bank (PPOB) dan mitra BNI yang tersebar di berbagai daerah diharapkan kedisiplinan peserta JKN-KIS dalam membayar iuran meningkat, sehingga keberlanjutan program JKN-KIS terus terjaga. Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati menambahkan, pihaknya siap mendukung strategi BPJS Kesehatan dalam melakukan pembayaran, serta mempermudah dan mempercepat proses kemitraan secara teknis operasional maupun administrasi. "Kami berharap dapat membantu BPJS Kesehatan mencapai target 40.000.000 pembayar baru untuk masa 2 tahun mendatang," kata dia. Sejak bulan Oktober 2015, BPJS Kesehatan telah memperluas channel pembayaran iuran pesertanya melalui sistem PPOB. Hingga akhir Maret 2017 tercatat BPJS Kesehatan memiliki 422.700 channel pembayaran PPOB, terdiri dari modern outlet, traditional outlet, maupun perbankan. Adapun rata-rata transaksi pembayaran iuran BPJS Kesehatan per bulan mencapai 5,8 juta transaksi pembayaran, yang mana 30%-nya bersumber dari PPOB dengan total iuran peserta JKN-KIS yang terkumpul lewat PPOB sebesar Rp 3,190 triliun. Di sisi lain, BPJS Kesehatan dan BNI juga kembali mempertegas kerja sama pembiayaan fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan melalui pemberian Konfirmasi Faskes. Pemberian konfirmasi faskes oleh BPJS Kesehatan kepada BNI dimaksudkan untuk memperlancar pembiayaan pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS yang ditawarkan BNI kepada faskes. Dengan adanya percepatan dalam pembayaran tagihan tersebut, diharapkan faskes dapat menjaga kualitas pelayanan kesehatannya agar tetap prima Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah bank mitra BNI tentang pemasaran bersama dalam upaya perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan, serta penyediaan layanan perbankan milik perbankan. Adapun mitra perbankan BNI yang turut serta dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut adalah Bank Bukopin, Bank Nobu, Maybank Indonesia, Bank DKI, Bank Sumsel Babel, Bank Sinarmas, dan Bank Mega.[D-13] Politisi PKS Anggota DPRD Pasuruan Diamankan Densus 88 Senin, 10 April 2017 | 13:47 http://sp.beritasatu.com/home/politisi-pks-anggota-dprd-pasuruan-diamankan-densus-88/118871 [Muhammad Nadir Umar [Istimewa]]Muhammad Nadir Umar [Istimewa] Berita Terkait * Mabes Polri Benarkan Info Tewasnya Abu Jandal<http://sp.beritasatu.com/home/mabes-polri-benarkan-info-tewasnya-abu-jandal/117413> * Salim Mubaroq At Tamimi Panglima ISIS Asal Pasuruan<http://sp.beritasatu.com/home/salim-mubaroq-at-tamimi-panglima-isis-asal-pasuruan/117412> * BNPT Telusuri Kabar Tewasnya Abu Jandal<http://sp.beritasatu.com/home/bnpt-telusuri-kabar-tewasnya-abu-jandal/117411> * Pemimpin ISIS Mulai Tinggalkan Kota Mosul<http://sp.beritasatu.com/home/pemimpin-isis-mulai-tinggalkan-kota-mosul/117243> * Pagar Betis" Antisipasi ISIS<http://sp.beritasatu.com/home/pagar-betis-antisipasi-isis/104129> [SURABAYA] Muhammad Nadir Umar alias MNU, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, yang dijemput tim Densus 88 Mabes Polri di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Sabtu (8/4) sore, hingga kini masih dalam pemeriksaan intensif petugas di Mapolda Jatim. Oknum anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang baru turun dari pesawat udara AirAsia Kuala dari Lumpur itu diduga keras sebagai anggota jaringan kelompok teroris ISIS. "Pemeriksaan masih dilakukan oleh tim Densus 88 di Mapolda (Jatim). Nanti kalau sudah jelas, akan kita informasikan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangara, Minggu (9/4). Mabes Polri memastikan jika Nadir yang berstatus deportan dari Turki tidak akan dipidana. "Bukan di tangkap namun dijemput. Jadi setiap deportan yang berhubungan dengan Turki maupun informasi radikal dari pemerintah lain diberitahukan ke Densus," kata Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto, Minggu. Selain Nadir yang diamankan di Surabaya, pada saat yang sama juga ada seorang lain yang dideportasi dari Malaysia ke Bandara Husein Sastra Negara Bandung. "Yang di Bandung atas nama Budi Mastur. Dia aktif di LSM Forum Dakwah Nusantara (FDN)," sambung Rikwanto. Kedua WNI masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan status relawan misi kemanusiaan dari dari Yayasan Qouri Umah. Rencana dana yang disalurkan yayasan ini sebesar 20.000 dolar AS yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon. "Mereka berangkat 31 Maret 2017 melalui rute Bandung, Surabaya-Kuala Lumpur-Istanbul. Pada tanggal 1 April 2017 sesampai di Istanbul mereka dijemput oleh perwakilan dari Qouri Umah yang berada di Istanbul," tambah Rikwanto. Pada sore harinya mereka sempat mengunjungi tempat pengungsian warga Palestina di Istanbul untuk menyerahkan bantuan. Pada 2 April 2017, mereka berangkat ke Gazianteb untuk penyaluran bantuan dan kemudian pada sore harinya dilanjutkan ke Kota Rayhanli yang berada di perbatasan Turki-Suriah. Pada 4 April 2017, mereka ke Lebanon dari Istanbul dan setelah sampai di Lebanon, terkendala visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul. Setelah sampai di Istanbul kemudian diketahui bahwa mereka telah memasuki daerah perbatasan dan kemudian diamankan oleh Imigrasi. Pada 5 April 2017 dilakukan pemeriksaan di Istanbul dan 6 April 2017 kemudian dideportasi ke Indonesia (Bandung dan Surabaya) via Kuala Lumpur hingga kemudian dijemput Densus pada Sabtu (8/4) kemarin. Penangkapan Muhammad Nadir Umar menjadikan hampir seluruh anggota DPRD Kabupaten Pasuruan terkejut. Kasiman, rekan sejawat Nadir di Komisi IV DPRD Pasuruan dari Partai Gerindra itu mengaku tidak mengetahui detailnya. "Dari grup WA saya tahu Nadir ditangkap karena katanya ada dugaan terkait dengan ISIS. Ini saya belum jelas," akunya sambil membenarkan bahwa Nadir juga memegang amanah sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Pasuruan. Menurut Wakil Ketua Umum DPC PKS Kabupaten Pasuruan M Zaini mengaku tidak tahu-menahu dengan kegiatan Nadir di Kuala Lumpur karena tidak berpamitan kepadanya. Ketua DPRD Pasuruan Sudiono Fauzan secara terpisah juga mengatakan, Nadir itu orang yang bernampilan unik. Bercelana agak cingkrang dan sering kali mengenakan baju gamis (jubah panjang) dalam rapat dinas dewan. Ketika mengunjungi rumah politisi PKS di Kelurahan Krisikan, Kecamatan Bangil, Pasuruan semalam, menurut tetangga kanan kirinya sejak Jumat malam rumahnya sepi. Rumah bernomor 263 yang bercat putih tidak menunjukkan aktivitas apapun karena pintu gerbangnya digembok. Menurut Mochammad Yusuf Bahri, Ketua RT 02/RW 03, rumah Nadir itu kosong sejak Jumat lalu. Pemiliknya, bersama istri dan satu anaknya bepergian keluar kota. Namun ia mengaku tidak tahu-menahu kemana perginya. [FAR/ARS]
