Yang menulis ini canggih sekali imaginasinya. Seandainya itu terjadi langsung 
kedua jendral Jokowi minta pulang kampung saja jadi petani. 

    On Tuesday, April 11, 2017 6:04 AM, "Chalik Hamid [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
 

     Print PDFSumber ilustrasi: rancahpost.co.idMELIHAT sambutan orang yang 
luar biasa atas rangkaian kunjungan Zakir Naik di Indonesia, Presiden Jokowi 
mengaku kesengsem. Pada Rabu, 6 April 2017, Jokowi mengundang Zakir secara 
khusus untuk makan malam di Reading Room, Kemang Timur.Jalanan Kemang Timur, 
yang biasanya padat dan macet di sore hari, menjelang makan malam tersebut 
telah disterilkan paspampres dan lengang. Rombongan Zakir tiba lebih dahulu 
pada pukul 5.30. Setelah rapat singkat dengan paspampres, Zakir menuju Masjid 
Nurul Huda yang jaraknya hanya tiga rumah di utara Reading Room. Zakir 
mengimami ibadah maghrib di sana—yang biasanya hanya dua saf kali ini jamaah 
bahkan sampai memadati jalan raya. Setelah salat, orang-orang berebut menyalami 
Zakir. Paspampres sempat kerepotan menangani kerumunan.Jokowi tiba pukul 6.50. 
Zakir menyambut di pintu Reading Room. Keduanya bersalaman, cipika-cipiki, 
berpelukan, lalu Jokowi mempersilakan Zakir untuk masuk terlebih dahulu.Selama 
satu jam makan malam berlangsung, awak media hanya bisa melihat dari jarak tiga 
ratus meter. Windu Jusuf bergabung di sana, duduk bersama beberapa rekan 
wartawan di sebuah bangku panjang di depan Indomaret. Meski begitu, paspampres 
membolehkan para fotografer mengambil gambar keduanya yang hanya dihalangi 
dinding kaca.Jokowi tampak gembira, banyak mengangguk, dan beberapa kali 
terlihat cekikikan saat Zakir ngomong.Setelah makan malam, Jokowi menggelar 
jumpa pers singkat di area parkir. Windu Jusuf beranjak dari tempat duduknya. 
‘Senang saya bisa makan malam bareng Pak Zakir Naik,’ kata Jokowi, 
mengelus-elus sesuatu yang mirip kalendar dilipat.‘Beberapa jam yang lalu saya 
rapat terbatas bersama Mensesneg, Mendikbud, Menhukham, dan Menpora, kami semua 
sepakat untuk menaturalisasi Pak Zakir. Beliau menyambut gembira rencana 
tersebut dan langsung mengiyakan.’Beberapa wartawan angkat tangan dan melempar 
pertanyaaan. ‘Atas dasar apa, Pak?’ tanya Desmon dari #ManDhaniNews yang 
berjarak kurang dari satu meter dari Jokowi.‘Ya, lihat saja sambutan atas 
kedatangan beliau di mana-mana. Ramai banget. Lebih ramai dari Raja Salman,’ 
jawab Jokowi. ‘Beliau kan juga populer banget di Youtube. Saya secara khusus 
mengajak beliau membuat proyek vlog baru. Namanya Jozana: Jokowi-Zakir 
Naik.’‘Bapak presiden sudah menonton materi ceramahnya? Banyak sekali yang 
mempromosikan intoleransi,’ cecar Desmon.Jokowi tak langsung menjawab, ia 
membuka gulungan yang dipegangnya sejak bangkit dari meja makan, 
membentangkannya di hadapan Desmon. Sebuah poster yang berisi foto empat orang: 
Racip Erdogan, Rizieq Shihab, Salman bin Abdul Aziz, dan Zakir Naik. Di atas 
gambar mereka tertulis: The Power of Islam’, dan pada masing-masing foto 
terdapat keterangan mengharukan. Pada orang pertama tertulis, ‘Sebijak Abu 
Bakar’; pada orang kedua, ‘Setegas Umar’; orang ketiga, ‘Sekaya Usman’; dan 
keempat, ‘Secerdas Ali’.‘Pak Zakir Naik ini secerdas Sayidina Ali,’ kata 
Jokowi, ‘Jangan main-main kamu.’ Dan Jokowi mengikik selama 15 menit, sampai 
Desmon kehilangan minatnya untuk bertanya lebih jauh.Tawa Jokowi berhenti, area 
parkir Reading Room mendadak sunyi. Semua wartawan yang hadir melongo. Jokowi 
lalu mempersilakan Zakir untuk bicara.Zakir menyampaikan keterharuannya atas 
kemurahan hati Jokowi dan rakyat Indonesia dan ia mengaku akan segera 
melepaskan kewarganegaraan Indianya.‘Ini momen spesial dalam hidup saya. Di 
saat pemerintah India berusaha memperkarakan saya dengan tuduhan tidak masuk 
akal, tuduhan terorisme segala macam, Indonesia mengulurkan tangan,’ kata 
Zakir. ‘Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, 
bersyukur kepada Allah pada khususnya.’Ditanya mengenai kecintaannya kepada 
Indonesia dan kendala dalam berbahasa, Zakir dengan tenang menjawab itu bukan 
masalah besar. ‘Dan tak perlu diragukan lagi, saya cinta Indonesia sejak 
pandangan pertama. Ini kesungguhan. Ini kebenaran. Sama benarnya dengan 2 x 2 = 
4.’‘2 x 2 = 4,’ bisik Windu berulang-ulang seperti mengucapkan mantra. Suara 
klakson mendadak menghentikan komat-kamit mulutnya. Tak ada Zakir Naik di 
hadapannya, tak ada Jokowi, tak ada gerombolan wartawan, hanya seorang sopir 
pikap yang muntab.‘Cari mati, Tong?’ kata si Sopir. ‘Daripada cuma bengong, 
sekalian saja tiduran di tengah jalan!’***   
   - 2.92kShares
   - 
   - 2.92k
   - 
   - 
   - 
   - 
  #yiv0482448508 #yiv0482448508 -- #yiv0482448508ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-mkp #yiv0482448508hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mkp #yiv0482448508ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mkp .yiv0482448508ad 
{padding:0 0;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mkp .yiv0482448508ad p 
{margin:0;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mkp .yiv0482448508ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-sponsor 
#yiv0482448508ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-sponsor #yiv0482448508ygrp-lc #yiv0482448508hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-sponsor #yiv0482448508ygrp-lc .yiv0482448508ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0482448508 #yiv0482448508actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0482448508
 #yiv0482448508activity span {font-weight:700;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0482448508 #yiv0482448508activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0482448508 #yiv0482448508activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0482448508 #yiv0482448508activity span 
.yiv0482448508underline {text-decoration:underline;}#yiv0482448508 
.yiv0482448508attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0482448508 .yiv0482448508attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0482448508 .yiv0482448508attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0482448508 .yiv0482448508attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0482448508 .yiv0482448508attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0482448508 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0482448508 .yiv0482448508bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0482448508 
.yiv0482448508bold a {text-decoration:none;}#yiv0482448508 dd.yiv0482448508last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0482448508 dd.yiv0482448508last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0482448508 
dd.yiv0482448508last p span.yiv0482448508yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0482448508 div.yiv0482448508attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0482448508 div.yiv0482448508attach-table 
{width:400px;}#yiv0482448508 div.yiv0482448508file-title a, #yiv0482448508 
div.yiv0482448508file-title a:active, #yiv0482448508 
div.yiv0482448508file-title a:hover, #yiv0482448508 div.yiv0482448508file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0482448508 div.yiv0482448508photo-title a, 
#yiv0482448508 div.yiv0482448508photo-title a:active, #yiv0482448508 
div.yiv0482448508photo-title a:hover, #yiv0482448508 
div.yiv0482448508photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0482448508 
div#yiv0482448508ygrp-mlmsg #yiv0482448508ygrp-msg p a 
span.yiv0482448508yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0482448508 
.yiv0482448508green {color:#628c2a;}#yiv0482448508 .yiv0482448508MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0482448508 o {font-size:0;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508photos div {float:left;width:72px;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0482448508
 #yiv0482448508reco-category {font-size:77%;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508reco-desc {font-size:77%;}#yiv0482448508 .yiv0482448508replbq 
{margin:4px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-mlmsg select, #yiv0482448508 input, #yiv0482448508 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-mlmsg pre, #yiv0482448508 code {font:115% 
monospace;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-mlmsg #yiv0482448508logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-msg 
p#yiv0482448508attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-reco #yiv0482448508reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-sponsor 
#yiv0482448508ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-sponsor #yiv0482448508ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-sponsor #yiv0482448508ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0482448508 #yiv0482448508ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0482448508 
#yiv0482448508ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0482448508 

   

Kirim email ke