Ada satu point yg terpenting yg tidak disebut: komunitas ini dibina Hashim 
Djohadikusumo. ---
Dukung Anies-Sandi, Ini Tiga Poin Sikap Komunitas Kristiani

Arsito Hidayatullah | Dian RosmalaSelasa, 11 April 2017 | 19:07 WIBAcara 
deklarasi dukungan Komunitas Kristiani Interdenominasi Gereja untuk pasangan 
Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jakarta, Selasa (11/4/2017). [Suara.com/Dian 
Rosmala]
"Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang memberkati langkah kita."

Suara.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 
tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mendapatkan dukungan dari Komunitas 
Kristiani Interdenominasi Gereja DKI Jakarta.

Komunitas Kristiani Interdenominasi Gereja tersebut menyatakan dukungannya 
kepada Anies-Sandiaga melalui acara deklarasi di Wisma Serba Guna Senayan, 
Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Pantauan Suara.com, acara deklarasi turut dihadiri oleh Ketua Umum Partai 
Gerindra, Prabowo Subianto, Cawagub DKI Sandiaga Uno, serta Ratna Sarumpaet. 
Selain itu, acara juga dihadiri oleh puluhan pendeta dan ratusan anggota 
Komunitas Kristiani Interdenominasi Gereja DKI Jakarta.

Pernyataan dukungan sendiri dibacakan oleh Pendeta Charles. Setidaknya, 
terdapat tiga poin yang menjadi sikap komunitas Kristiani untuk memilih 
Anies-Sandiaga.

"Umat Kristiani yang tergabung dalam Interdenominasi Gereja Jakarta sepakat 
(melakukan) deklarasi serta memilih pemimpin DKI yang mempunyai konsep 
terencana dan mampu bekerja, serta punya intergitas, tulus, jujur, humanis dan 
penuh kasih," kata Charles.

Poin kedua sikap mereka, lanjut Charles, yaitu memilih pemimpin yang mampu 
melakukan perubahan secara holistik dan mengembalikan Jakarta yang damai, adil 
dan sejahtera.

"Ketiga, mendukung dan memenangkan pasangan Anies-Sandi sebagai cagub dan 
cawagub DKI Jakarta periode 2017-2022," ujar Charles.

"Deklarasi ini dibuat untuk Anies-Sandi. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan 
Maha Penyayang memberkati langkah kita," tutur Charles menambahkan.

Setelah membacakan pernyataan sikap, puluhan pendeta pun kemudian dipanggil 
satu per satu ke depan, untuk menandatangani sebuah surat kesepakatan.

Kirim email ke