yg disodok bukan hanya anti islam secara keseluruhan tetapi juga sebagai tidak 
pluralis bahkan rasis lihat dgn pintarnya timses Anies-Sandi bilang sampai 
tidak tega sama teman2 tionghoa bilang "ganyang cina."

---In [email protected], <SADAR@...> wrote :

 Yaaa, ... itulah yang akan terjadi kalau terlalu berat menekankan sesuatu bisa 
terjadi kebalikannya! Pada saat kubu Ahok-Djarot hendak mengangkat KEBHINEKAAN, 
dengan menekan kebrutalan sekelompok yang membenci CINA, akhirnya disodok jadi 
anti-Islam secara keseluruhan, hanya karena menonjolkan kelompok berpici, 
kopiah yg merupakan atribut umat Islam. 
  
 Tentu ini hanya menunjukkan suasana pertarungan PILKADA sedang memanas, orang 
akan menggunakan setiap celah yang bisa dimasuki untuk menggempur lawannya 
saja, ... Yang lebih PENTING, setiap kita harus lebih bijaksana dalam menangkap 
masalah, TIDAK terbakar emosi jadi saling hujat baku-hantam! Kalau jiwa nurani 
mereka TULUS dan sungguh-sungguh menekankan KEBHINEKAAN, kebersamaan dengan 
memberikan toleransi setinggi-tinggi atas perbedaan yang ada, tentu proses 
DEMOKRASI yang sedang berlangsung ini akan membawa BANGSA Indonesia lebih 
DEWASA! Bersama-sama melawan garis KERAS, RADIKALIS yang sangat merusak itu, 
...!
  
 Salam,
 ChanCT
  
  
 From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] 
 Sent: Wednesday, April 12, 2017 3:41 AM
 To: Yahoogroups 
 Subject: [GELORA45] Dukung Anies-Sandi, Tokoh Tionghoa: Ayo Kita Buat Jakarta 
Lebih Baik


  

 

 Setelah memastikan kelompok garis keras pasti akan nyoblos dirinya maka 
giliran kesan pluralis ditampilkan seperti dukungan Komunitas Kristen dan 
Tionghoa walaupun tentu saja itu hanya sekedar pencitraan saja. Sementara 
Ahok-Djarot keblusuk pada "iklan video jahat" yg walaupun benar berdasarkan 
fakta tetapi dengan gampang narasi bisa diputar balikkan. 
  
 ---
 Minggu, 9 April 2017 - 06:20 wib

 Dukung Anies-Sandi, Tokoh Tionghoa: Ayo Kita Buat Jakarta Lebih Baik
  
 

  
 Dara Purnama
 Jurnalis

 

 JAKARTA - Kampanye hitam kerap menyerang pasangan calon gubernur dan wakil 
gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno pada Pemili 
han Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta puataran kedua. Salah satunya adalah 
spanduk-spanduk provokatif yang dinilai memecah kebhinekaan yang ada.
 Tokoh Tionghoa Frans Tairas memastikan pasangan Anies-Sandi bukanlah orang 
yang anti akan perbedaan. Malah pasangan calon yang diusung Gerindra-PKS ini 
menurut sangat toleran dan menjunjung tinggi perbedaan.
 "Enggak ada cerita yang namanya anti-Tionghoa, anti-Kristen, anti-Buddha 
enggak ada itu. Mas Anies dan Mas Sandi sama, semua kita bergabung jadi satu. 
Say a tionghoa, kumpul-kumpul banyak sama teman-teman yang juga Muslim. Kita 
berbaur. Mas Sandi, Pak Anies maupun Pak Prabowo," kata Frans di kawasan Kelapa 
Gading Jakarta Utara, Sabtu (8/4/2017).
 Oleh karena itu, Fras juga mengajak warga di Jakarta bergabung untuk 
bersama-sama membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih baik lagi.
 "Kita semua sama. Ayo kita bergabung untuk negara ini. Makanya saya bilang ke 
kawan-kawan saya yang sama-sama Kristen, ayo kita sama-sama bergabung untuk 
Jakarta dan Indonesia lebih baik. Itu saja," katanya.
 "Kenapa saya dukung (Anies-Sandi) karena saya rasakan sendiri, dan saya kenal 
baik dan ini yang harus saya tunggu (Anies-Sandi memimpin Jakart a)," sambung 
dia.
 Ketika ditanyakan apa program Anies-Sandi yang menurutnya paling favorite, 
Frans langsung menjawab OkeOCE
 "OkeOCE-nya saya dengar bagus," katanya.
 Program Oke-OCE sendiri adalah salah satu program unggulan Anies-Sandi. OkeOCE 
kepanjangan dari One Kecamatan One Centre for Enterpreneurship.

 (kha)


 




Kirim email ke