http://www.antaranews.com/berita/623695/rusia-akan-desak-pbb-selidiki-serangan-gas-di-suriah?utm_source=
<http://www.antaranews.com/berita/623695/rusia-akan-desak-pbb-selidiki-serangan-gas-di-suriah?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
<http://www.antaranews.com/berita/623695/rusia-akan-desak-pbb-selidiki-serangan-gas-di-suriah?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news>
*Rusia akan desak PBB selidiki serangan gas di
*
*Suriah*
Rabu, 12 April 2017 05:42 WIB | 2.284 Views
Rusia akan desak PBB selidiki serangan gas di Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin (Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin)
Moskow (ANTARA News) - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Selasa,
Moskow akan meminta Perserikatan Bangsa-bangsa untuk melakukan
penyelidikan terhadap penggunaan senjata kimia di Suriah karena Rusia
memperkirakan provokasi baru timbul terkait unsur beracun di Suriah.
"Kami (Rusia) akan secara resmi meminta struktur PBB di Den Haag serta
masyarakat internasional untuk secara seksama menyelidiki insiden ini
dan untuk mengambil keputusan yang berimbang berdasarkan hasil
investigasi," kata Putin dalam acara jumpa pers bersama dengan Presiden
Italia Sergio Mattarella.
Berdasarkan laporan, serangan gas beracun pada 4 April di provinsi
Suriah yang dikuasai pemberontak di barat laut, Idlib, menewaskan
sedikitnya 70 warga sipil dan melukai sejumlah lainnya.
Beberapa negara kuat Barat, termasuk Amerika Serikat, menyalahkan
pemerintahan Bashar al-Assad atas serangan tersebut.
Pemerintah Suriah membantah memiliki senjata kimia sementara Kementerian
Pertahanan Rusia menuding kelompok pemberontak Suriah memproduksi
bahan-bahan beracun di sebuah gudang, yang meledak ketika
pesawat-pesawat tempur Suriah melancarkan serangan dan ledakan itu
menyebabkan pencemaran.
Amerika Serikat Kamis lalu meluncurkan 59 peluru kendali ke arah sebuah
pangkalan udara Suriah, yang dicurigai menjadi tempat asal
pesawat-pesawat pembawa senjata kimia diterbangkan.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam pernyataan yang
dikeluarkan pada Selasa bahwa sembilan warga sipil, termasuk empat anak,
tewas dan 10 lainnya mengalami luka dalam serangan itu.
Putin mengatakan Moskow mendapat kabar dari sumber-sumber berbeda bahwa
"provokasi" seperti itu sedang dipersiapkan di wilayah-wilayah lainnya
di Suriah, termasuk di daerah pinggiran selatan itu kota negara Suriah,
Damaskus. Daerah tersebut dicurigai akan diserang dengan "sejumlah
benda" dan pihak berwenang Suriah akan dituding sebagai pelakunya.
Putin mengatakan perkembangan tersebut mengingatkan dirinya akan
peristiwa tahun 2003. Saat itu, perwakilan Amerika Serikat di Dewan
Keamanan PBB menunjukkan unsur beracun yang diduga ditemukan di Irak
untuk membenarkan invasi ke negara itu.
"Setelah serangan militer mulai dilakukan di Irak, yang berakhir dengan
kehancuran negara itu, (ada) peningkatan ancaman teroris dan pemunculan
IS di kancah internasional," kata Putin.
Sementara itu, Mattarella saat jumpa pers menyatakan harapan bahwa
Moskow dan kekuatan-kekuatan dunia lainnya bisa menggunakan pengaruh
mereka untuk menghindarkan berulangnya serangan gas di Suriah, demikian
Xinhua.
(Uu.T008)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2017