Kamus Nyinyir 'Pilkada Jakarta' yang dipakai di media sosial

  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|    |  
Kamus Nyinyir 'Pilkada Jakarta' yang dipakai di media sosial - BBC ...
 Disusun oleh: kelas menengah (yang mudah-mudahan tidak) ngehe.  |   |

  |

  |

 
Christine FranciskaWartawan BBC Indonesia   
   - 5 jam lalu
   
Tautan eksternal dan akan terbuka di layar baru   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoAFP / GETTYPilkada DKI Jakarta kali ini boleh jadi merupakan 
pemilihan kepala daerah yang paling memecah belah. Sejak pertengahan tahun 
lalu, media sosial dipenuhi berbagai opini politik yang membuat jengah, juga 
berbagai berita palsu dan hoax.Sementara itu, berbagai hinaan, cacian, dan 
julukan kasar dilontarkan untuk dua kandidat yang akan bertarung pada 19 April 
nanti: Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Para pendukungnya juga tak ketinggalan kena 
getahnya.Apa saja julukan-julukan itu? BBC Indonesia merangkumnya untuk 
membedah riuh Pilkada Jakarta di media sosial yang ternyata tak hanya 
menjengkelkan tapi juga kadang lucu dan satire.Dan, jika ada satu hal yang bisa 
dipetik dari semua ini adalah bahwa manusia, kadang-kadang, bisa sangat kreatif 
untuk menghina sesamanya.
1. Si Mulut Jamban
Hak atas fotoTWITTERImage caption"Kalian semua suci, aku penuh dosa," kalimat 
populer dari bintang kontroversial Awkarin.Si Mulut Jamban / si-mu-lut-jam-ban/ 
nomina /Ada lebih dari 3.000 cuitan tentang 'si mulut jamban' di Twitter dalam 
tiga bulan terakhir, dan kita tahu kepada siapa kata ini mengacu."Sidang sudah 
memasuki ke sidang 14 tapi belum ada tanda-tanda si mulut jamban akan masuk 
hotel prodeo," kata akun @antonfathoni01 - yang tampaknya sangat, sangat rajin 
membahas soal kasus dugaan penistaan agama.Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja 
Purnama atau Ahok, memang dikenal dengan ucapan-ucapannya yang tanpa tedeng 
aling-aling dan dianggap kasar namun di sisi lain banyak dipuji atas upayanya 
memberantas korupsi dalam birokrasi.Selain 'mulut jamban', dia juga sudah dicap 
sebagai 'penista agama' (bahkan sejak belum masuk proses hukum -dan sekarang 
pun masih belum ada vonis pengadilan). Bagi para pembenci (haters), dia juga 
dikenal sebagai a-hoax dan 'celengan babi,' serta sering diacu dengan nama 
Cinanya, Zhong Wan Xie.Bagaimana internet meresponsnya? "Kalian semua suci, aku 
penuh dosa," begitu meme yang tersebar di internet mengutip kalimat yang 
dipopulerkan seleb kontroversial Awkarin.
2. Motivator
Hak atas fotoKUMEME.COMImage captionSalah satu meme di internet yang bermaksud 
untuk humor saja. Anies Baswedan atau... Anies Bawa Sedan?Motivator / 
mo-ti-va-tor / nomina /"Tamat sudah karir Mario Teguh, digantikan oleh Anies 
Baswedan. Motivator yang hebat," kata satu pengguna Facebook.Kalimatnya tampak 
memuji tapi sebetulnya tidak, karena sebutan ini sebetulnya ingin mengritik 
Anies Baswedan yang dianggap hanya pintar berkata-kata, tapi minim 
eksekusi.Mantan menteri pendidikan itu juga dikritik karena pernyataannya yang 
berubah-ubah, misalnya tentang pandangannya terhadap Prabowo Subianto (rival 
Jokowi pada pilpres 2014 yang kini mendukungnya menjadi calon gubernur).   
   - Yang perlu Anda ketahui dari debat terakhir Pilgub DKI Jakarta 2017
   - Siswa SD di Kalimantan 'sangat senang' dengan bantuan Jokowi
   - Apakah 'video keberagaman' Ahok-Djarot memojokan umat Islam?

3. Kaum kafirun dan munafikun
Diambil dari istilah agama. Berasal dari kata kafir (ka-fir / nomina) dan 
munafik (mu-na-fik / adjektiva), tetapi mungkin agar lebih seru keduanya 
ditambahkan akhiran -un dan dikelompokkan sebagai 'kaum.'dalam konteks 
pemilihan gubernur Jakarta ini, kaum kafirun digunakan untuk menyebut 
non-Muslim, sementara kaum munafikun adalah umat Muslim yang memilih Ahok dalam 
pilkada Jakarta."Yang makin aneh malah ada yang mengaku Muslim tapi malah di 
kubu penista agama yang dia anut, kaum munafikun dan kafirun. Heuheu.." kata 
akun @mudawahyu.Sebutan ini terus dipakai dalam berbagai konteks misalnya dalam 
kontroversi unggahan Inul Daratista tentang Ahok, hingga masalah penolakan 
mensalatkan jenazah umat Islam pemilih Ahok - sebuah insiden yang menurut Dewan 
Masjid Indonesia tidak sesuai ajaran Islam dan terlalu mempolitisasi masjid.Hak 
atas fotoTWITTER
4. Kaum Bumi datar
Anda masih ingat dengan teori Bumi datar yang sempat ramai beberapa bulan lalu? 
Walau namanya diambil dari situ, sebutan Kaum Bumi Datar bukan diperuntukan 
untuk anggota komunitas Flat Earth Society yang tersebar di berbagai negara di 
dunia.Dalam konteks pilkada, frasa ini lebih banyak digunakan netizen untuk 
merujuk pada kalangan fanatik agama yang dianggap 'bersumbu pendek' alias mudah 
marah dan mudah dimanfaatkan oleh kepentingan politik tertentu (tetapi kalau 
dikritik atau diberi masukan akan lebih marah-marah lagi).Hak atas fotoTWITTER
5. Kelas menengah ngehe
Hak atas fotoTWITTERImage captionPlesetan aksi 313: Aksi solidaritas bela fans 
Coldplay Indonesia yang tidak kebagian tiket./ ngehe / nge-he / adjektiva / 
belum ada dalam KBBISebutan 'kelas menengah ngehe' biasanya merujuk pada warga 
berpenghasilan sedang yang banyak maunya dan banyak tuntutan.Ciri-cirinya mudah 
ditemukan, misalnya selalu mengeluh tentang kemacetan Jakarta padahal dirinya 
sendiri mengendarai mobil pribadi yang jadi sumber kemacetan; beli produk 
Starbucks (cuma) kalau sedang promo saja; bahasanya suka campur-campur 
Indonesia-Inggris agar terlihat keren; suka pindah-pindah aplikasi transpor 
online tergantung diskon paling murah; dan sibuk berburu tiket Coldplay saat 
orang-orang ramai bicara politik.Dalam konteks pilkada Jakarta, frasa ini juga 
banyak digunakan untuk menyebut warga yang mengelu-elukan pembangunan kota 
tetapi apatis dengan masalah kaum marjinal, misalnya isu penggusuran atau 
reklamasi.6. CebongersHak atas fotoAFPImage captionJokowi gemar memelihara 
kodok sejak menjabat sebagai walikota Solo.Kecebong / ke-ce-bong / nomina 
/Cebongers banyak digunakan pada Pilpres 2014 lalu untuk menyebut pendukung 
Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kata ini diambil dari istilah kecebong yang 
artinya adalah larva binatang amfibi (seperti misalnya kodok) yang hidup di air 
dan bernapas dengan insang serta berekor.Sebutan ini mungkin muncul karena para 
haters terinspirasi oleh fakta bahwa Joko Widodo gemar memelihara kodok ketika 
menjadi walikota Solo dan gubernur Jakarta.Karena itulah segelintir orang 
bahkan menyebut Jokowi sebagai 'raja kodok' - berdampingan dengan sebutan 
cebongers (pengikutnya). Pemimpin FPI, Rizieq Shihab sempat meledek dengan 
sebutan 'Jokodok.'Tapi, Anda harus hati-hati menggunakan istilah 'raja kodok' 
karena baru-baru ini pengguna Facebook bernama Indrisantika Kurniasari menuai 
kontroversi karena menuliskan kata-kata yang dianggap menyinggung Presiden 
Jokowi serta adat Maluku.Dalam konteks pilkada Jakarta, sejumlah haters 
menganggap bahwa cebongers kadang bersekutu dengan Ahokers. Konteksnya misalnya 
seperti ini:"Dasar Ahoker & Cebongers, gayanya pada sotoy. Kalau kalian non 
muslim ngapain ngaku-ngaku muslim. Pas ditanya salat jawabnya salat dalam hati 
juga bisa," kata @HambaliIpang di Twitter.
7. Bani taplak dan bani serbet
Hak atas fotoAFP / GETTYBani / ba-ni / nominaKata ini berarti anak; anak cucu; 
keturunan: -- Adam, seluruh umat manusia. Bani taplak dan bani serbet merujuk 
para pendukung Ahok (juga dikenal sebagai sebutan Ahokers) yang mungkin berarti 
'kaum serbet atau taplak.'Bagaimana para haters mendapat ide julukan ini? 
Kemungkinan dari kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khas Ahok-Djarot.Sebutan 
lain yang kurang sopan adalah jambaners - pengikut si mulut jamban.Hak atas 
fotoTWITTER

Kirim email ke