Pernyataan dibawah menurut Carrie Lam, Chief Executive baru Hong Kong. Tetapi apakah juga menurut penduduk Hong Kong? Sukar dijawab karena belum pernah diadakan referendum. ---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Hong Kong Nyatakan Tak Ingin Merdeka dari Tiongkok C-5 | Rabu, 12 April 2017 | 10:29http://sp.beritasatu.com/home/hong-kong-nyatakan-tak-ingin-merdeka-dari-tiongkok/118898Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam (kiri) berpose dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, Selasa (11/4). [AP] [BEIJING] Pemimpin terpilih Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan hari Selasa (11/4), tidak ada ruang untuk bergerak ke arah kemerdekaan bagi kawasan yang dulunya menjadi jajahan Inggris tersebut. Lam menyatakan Hong Kong butuh dukungan pemerintah pusat di Beijing untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan.“Mengenai isu kemerdekaan Hong Kong, sejalan dengan yang dikatakan perdana menteri, tidak ada masa depan dan tidak ada ruang,” kata Lam kepada para wartawan di Beijing setelah Perdana Menteri (PM) Tiongkok memberikan surat penunjukannya sebagai kepala eksekutif Hong Kong, membuka jalan baginya untuk dilantik pada 1 Juli nanti.Para pemimpin di Beijing semakin khawatir dengan gerakan kemerdekaan Hong Kong yang tergolong masih baru. Hong Kong penuh gejolak selama beberapa tahun terakhir dengan munculnya aksi protes pro-demokrasi karena intervensi Beijing, ditambah kebangkitan sekelompok kecil tapi vokal untuk mendorong kemerdekaan.“Dalam lima tahun terakhir, khususnya dalam pembangunan ekonomi, ada banyak area dimana kita membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat,” kata Lam yang juga bertemu Presiden Xi Jinping kemarin.Lam yang merupakan mantan kepala sekretaris Hong Kong, berhasil terpilih menjadi pemimpin perempuan pertama di wilayah itu lewat komite pemilihan yang terdiri dari 1.200 orang. Orang-orang di komite mayoritas pro-Beijing dan pro-kemapanan.Lam mengatakan masyarakat yang bersatu dan pemulihan perpecahan politik adalah prioritas utama dalam kepemimpinannya. Dia juga menjanjikan rumah yang lebih terjangkau di salah satu kawasan properti paling mahal di dunia.Aksi protes pro-demokrasi pada akhir tahun 2014 membuat sebagian kota itu lumpuh dan menghambat pembuat kebijakan dan kerja legislatif. Dorongan atas kemerdekaan telah lama menjadi hal tabu di Hong Kong di tengah kekhawatiran Pemerintah Tiongkok bahwa ide itu akan menyebar di kalangan aktivis.Dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi masa penting bagi pemimpin eksekutif Hong Kong saat ini, Leung Chun-ying, dan Lam, karena Xi akan mengunjungi Hong Kong pada 1 Juli mendatang dalam rangka merayakan peringatan 20 tahun penyerahan Hong Kong dari penjajahan Inggris.[Reuters/South China Morning Post/C-5]
