Ketiga, intimidasi. Masih banyak forum-forum pengajian dan rumah ibadah yang 
digunakan untuk mengintimidasi pemilih Ahok-Djarot menggunakan isu SARA.
...
Kubu Ahok-Djarot Yakin Hanya akan Kalah karena Tiga Hal Ini


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Kubu Ahok-Djarot Yakin Hanya akan Kalah karena Tiga Hal Ini - Wartakota
 Sanksi DKPP kepada ketua KPU adalah peringatan serius agar KPU bekerja secara 
independen, netral, dan tidak berp...  |   |

  |

  |

 

Jumat, 14 April 2017 12:18

WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTOBasuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat 
WARTA kOTA, PALMERAH - Raja Juli Antoni, juru bicara tim pemenangan pasangan 
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat mengatakan, survei internal 
menunjukkan suara pasangan nomor pemilihan dua telah menyalip perolehan 
dukungan Anies-Sandi."Artinya, kemenangan Ahok-Djarot sangat tergantung kinerja 
kader partai dan relawan. Kami meminta kepada seluruh kader partai dan relawan 
untuk bekerja bahu-membahu," kata Toni lewat pesan singkat, Jumat 
(14/4/2017)."Terus bekerja keras mengetuk pintu rumah dan pintu hari rakyat 
agar memilih Ahok-Djarot, demi keberlangsungan fasilitas dan jaminan sosial 
yang telah dinikmati rakyat saat ini," sambungnya.Menurut Toni, Ahok-Djarot 
hanya akan kalah karena tiga hal. Pertama, karena ketidaknetralan penyelenggara 
pemilu. Sanksi DKPP kepada ketua KPU adalah peringatan serius agar KPU bekerja 
secara independen, netral, dan tidak berpihak."KPU mesti memastikan panitia 
pemungutan suara di TPS mengerti tugas mereka, sehingga semua pemilih 
Ahok-Djarot mendapatkan hak konstitusional mereka, tidak seperti pada putaran 
pertama lalu," tutur Toni."Jangan sampai undangan (C6) tidak sampai kepada 
pendukung kami, yang kemudian dijadikan alasan untuk tidak memilih atau boleh 
memilih pada jam terakhir namun ternyata surat suara habis," tambahnya.Kedua, 
lanjut Toni, Ahok-Djarot bisa kalah karena politik uang. Sudah banyak laporan 
masuk bahwa basis Ahok-Djarot diserang pembagian sembako dengan alasan pasar 
murah."Tampaknya praktik money politics akan semakin gencar dilakukan menjelang 
tanggal 19 April. Kami meminta Bawaslu untuk tegas mengawasi lapangan jelang 
pemilihan, agar proses demokrasi tidak dicederai hal kotor semacam itu," 
paparnya.Ketiga, intimidasi. Masih banyak forum-forum pengajian dan rumah 
ibadah yang digunakan untuk mengintimidasi pemilih Ahok-Djarot menggunakan isu 
SARA."Rizieq Shihab salah seorang pendukung utama Anies-Sandi di ceramah 
terakhir di Surabaya mengajak para pendukungnya, pesilat dan jawara, untuk 
datang ke Jakarta dengan alasan pengamanan yang sebenarnya merupakan bagian 
dari intimidasi," ungkap Toni."Namun, saya percaya pendukung Ahok-Djarot sudah 
kuat melawan intimidasi dari hari ke hari. Saya berharap pihak keamanan dapat 
mengantipasi intimidasi dan teror yang akan mencederai proses demokrasi," beber 
Toni. (*)

Kirim email ke