https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/14/348866147/demi-dukung-ahok-djarot-djan-
<https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/14/348866147/demi-dukung-ahok-djarot-djan-faridz-rela-jenazahnya-tak-disalati>
faridz-rela-jenazahnya-tak-disalati
<https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/14/348866147/demi-dukung-ahok-djarot-djan-faridz-rela-jenazahnya-tak-disalati>
Demi Dukung Ahok-Djarot, Djan Faridz
Rela Jenazahnya Tak Disalati
Jum'at, 14 April 2017 | 17:18 WIB
Demi Dukung Ahok-Djarot, Djan Faridz Rela Jenazahnya Tak Disalati
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan hasil Muktamar Jakarta Djan
Faridz (tengah) bersama Wakil Ketua Umum PPP Humphrey Djemat (kanan) dan
Sekjen PPP Dimyati Natakusumah saat konferensi pers di Kantor DPP PPP,
Jakarta, 7 Oktober 2016. Mereka menyatakan dukungan untuk pasangan
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. TEMPO/Subekti.
*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ketua Umum Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta, Djan Faridz, menyatakan sudah
bulat memberi dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) -
Djarot Saiful Hidayat dalam Pilkada DKI. Dia siap menanggung konsekuensi
dari pilihannya itu. Bahkan dia rela jika meninggal nanti jenazahnya
tidak disalati. "Saya ikhlas kalau meninggal enggak disalati," kata Djan
Faridz saat menghadiri acara "Jakarta Berselawat" di Gedung Olahraga
Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 14 April 2017.
*Baca: Usai Salat Jumat, Djarot Diusir dari Masjid Al-Atiq Tebet
<https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/14/348866076/usai-salat-jumat-djarot-diusir-dari-masjid-al-atiq-tebet>*
Penegasan itu disampaikan Djan Faridz lantaran belakangan ini muncul
seruan untuk tidak mensalatkan jenazah para pendukung Ahok-Djarot.
Bahkan seruan itu disampaikan secara terang-terangan lewat spanduk yang
dipasang di sejumlah masjid di Jakarta. "Yang salati nanti ibu-ibu saja
ya. Mau enggak? Kalau mau, saya enggak takut," ujar Djan Faridz, kepada
peserta selawat yang kebanyakan kaum ibu.
Djan menuturkan jika ingin menjadi pemimpin, maka jangan menggunakan
cara tidak terpuji, seperti fitnah. Ia mengibaratkan, menggaet suara
warga Jakarta seperti merayu wanita cantik. Sehingga, ia meminta jangan
merayu wanita dengan memberikan informasi yang sesat. "/Masa/ mau
merebut pacar orang pakai fitnah? Enggak benar itu. /Ngaco./ Nih Djan
Faridz ikhlas mati enggak disalati," ujarnya.
*Baca: Dekat Hari Pencoblosan, Tim Ahok-Djarot Gelar Jakarta Bershalawat
<https://pilkada.tempo.co/read/news/2017/04/14/348865925/dekat-hari-pencoblosan-tim-ahok-djarot-gelar-jakarta-bershalawat>*
Djan Faridz mengajak seluruh warga Jakarta untuk berani memilih calon
sesuai dengan hati nurani, meskipun diimpit berbagai ancaman. Ia meminta
jangan sampai perbedaan paham justru memecah belah warga Jakarta,
seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah. "Jakarta jangan
sampai kayak begitu," ujarnya.
*LARISSA HUDA*
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virusvrij. www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>