Masih segar dalam ingatan, tahun 2009 menlu AS keliling Asia sambil berkicau "US is back in Asia". Begitu sampai di Asia-tenggara sang menlu mengajak 5 negara nuklir (kebetulan mereka anggota tetap DK PBB - P5) untuk bersepakat menjadikan Asia-tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir. Sekalipun tidak tertulis "undangan",ajakan menlu AS itu ya sama artinya dengan undangan untuk berperang di Asia-tenggara tanpa senjata nuklir. Alias, ajakan berperang dengan senjata konvensional saja. Tentu, termasuk memakai ibu bom (MOAB) itu.
Jadi, apa beda si menlu itu dengan Trump? Ya cuma beda partainya. Ideologinya masih sama-sama "gatel-isme". Guyonan di warung kopi, "untungnya" Inggris, Rusia, dan Prancis menolak bersepakat, sehingga bangsa-bangsa Asia-tenggara tetap punya kesempatan nonton langsung jamur raksasa di negerinya. Sekarang, negara nuklir mana pun berpeluang menumbuhkan jamur raksasa di Malaysia dengan memanfaatkan cekcok Malaysia x Korea-utara lantaran terbunuhnya Kim Jong-nam di Kuala Lumpur... --- jonathangoeij@... wrote: Bocah yg pingin punya suatu mainan dan kemudian dapat mainan itu tentu pingin cepat2 dimainin, simak disini tentang Donald Trump dan nuclear pd saat jadi kandidat republik. Sekarang saja si Donald sudah mainan "the mother of all bombs" padahal baru hitungan hari berkuasa, Obama selama 8 th juga nggak pakai bomb itu, hal yg menunjukkan tangan si bebek kegatelan. Prefacing his comments by saying he’d “be very careful here,” Scarborough said: “Several months ago, a foreign policy expert on the international level went to advise Donald Trump, and three times he asked about the use of nuclear weapons. Three times, he asked, at one point, ‘If we have them, we can’t we use them?’… Three times, in an hour briefing, ‘Why can’t we use nuclear weapons?’” https://thinkprogress.org/this-morning-joe-discussion-about-trump-and-nuclear-weapons-is-terrifying-2fc40bc63c3f --- ajegilelu@... wrote : Jawabannya: relatif. Sebab, bertambahnya pengetahuan manusia pasti diikuti pertambahan resiko dan konsekuensi. Bukan saja resiko & konsekuensi bagi si manusia itu sendiri tetapi juga bagi sekitarnya. Bocah yang pengetahuannya bertambah dengan pensil / alat tulis umumnya akan mencoreti dinding dan apa pun di dekatnya. Begitu juga orang dewasa yang mengungkapkan pengetahuannya, beresiko ditanggapi orang lain. Dengan konsekuensi, belum tentu orang lainsependapat dengannya dll, dsb, dst. Kesadaran tentang adanya resiko serta keberanian menanggung konsekuensiatas pengetahuan, ucapan, dan tindakannya, itulah yang membentuk kebijakan dan mengembangkan kecerdasan dalam diri seseorang. Punya pengetahuan seluas perpustakaan tetapi tidak bersentuhan dengan resiko & konsekuensi maka dia ya cuma tumbuh sebagai orang yang pintar semata, tidak sebagai makhluk cerdas yang kaya pengalaman. Kepintaran yang melompong dari rasa tanggungjawab,baik terhadap dirinya maupun sekelilingnya. --- roeslan12@... wrote: RELEKSI : Agresi militer imperialisme AS terhadap Syria, dan ancaman perangnucklir Korea Utara dalam menjawab propokasi militer imperialismr AS baru-baru ini adalah merupakan pencerminan dari keteganganbaru, yang muncul sebagai dampak dari adanya benturan-benturan kekuasaan yangdahsyat dalam rangka seleksi alamiah survival of he fittest,yang akan menyerempet-nyerempet bahaya, pemusnahan manusia dari bumi, sepertidi gelombang ke III*, yaitu era perang dingin, akan terulang kembali dan lebihdaksyat, jika manusia tidak menjadi lebih cerdik dan cerdekia, dalam kemampuannya untuk turut berpartisipasimengendalikan evolusi kebudayaannya , yang tercermin dalam benturan-benturankekuasaan dalam gelombang ke IV sekarang ini, yaitu adu kekuatan nucklir-Mutual Assured Destruc(M.A.D), yang baru saja kita lampaui, dalam perang dingin,dengan selamat. Pertanyaannya sekarang; Apakah betul manusia dengan ilmu yangbertambah maju itu, mengalami kemajuan untuk turut dan mampu berpartisipasimengendalikan emosi kehendaknya yang takterbatas?; Dan apakah betul kebijakan dan kreativitas manusia bertambah,dengan bertmabahnyailmu pengetahuan dan pengalaman-pengalamannya?, sehingga penyerempetanbahaya yang lebih besar lagi, yang terlalu tinnggi resikionya dapatdihindarkan?*Catatan:Gelombang ke1 adalah perang dunia Pertama, Gelombang ke II adalah perang Duniake 2, dan gelombang ke III adalah pearang dingin, dan gelombang ke IV adalah zamankekuasaan Neolibera yang sudah mengelobal) Roeslan. Von: Chalik HamidPada Rabu, 12 April 20178:59, j.gedearka menulis: https://dunia.tempo.co/read/news/2017/04/12/118865195/korea-utara-tembakkan-nuklir-jika-agresi-amerika-berlanjut Korea Utara Tembakkan Nuklir Jika Agresi Amerika Berlanjut Rabu, 12 April 2017 |11:56 WIB Amerika Serikatmengirim kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70) ke Semenanjung Korea ataspermintaan Laksamana Harry Harris, kepala Komando Pasifik Amerika Serikat.Permintaan ini disebabkan Korea Utara beberapa kali melakukan tes peluncuranrudal balistik, terakhir 5 April 2017. US Navy/Tom Tonthat/via ReutersTEMPO.CO,Pyongyang- Korea Utara tidak tinggal diam atas pengiriman armada perang, berikut kapalinduk bertenaga nuklir Amerika Serikat ke Semenanjung Korea pekan ini. Menurut laporan media Korea Utara, Selasa, 11 April 2017, militernya tidaksegan-segan melakukan serangan nuklir jika agresi AS itu berlanjut. "Tentara revolusi kami sangat kuat. Kami menyaksikan dari dekat pergerakanmusuh dengan mata nuklir kami. Serangan kami tidak hanya terfokus pada basis ASdi Korea Selatan dan Pasifik, melainkan juga daratan AS," bunyi pernyataanRodong Sinmun,koran resmi Komite Sentral Partai Pekerja Korea. Baca juga:KoreaUtara Uji Coba Senjata Nuklir Keenam Kalinya April Ini Pengumuman itu disampaikan saat pembukaan rapat parlemen Korea Utara, Selasa 11April 2017. Tampak di pertemuan anggota Dewan Rakyat Agung itu pemimpin KoreaUtara, Kim Jong-un, yang duduk di kursi tengah. Pertemuan parlemen itu digelar menjelang perayaan besar di Korea Utara,termasuk peringatan 105 tahun hari lahir pemimpin Korea Utara pertama, Kim IlSung, pada Sabtu, 15 April 2017. Mendiang Kim Il Sung adalah kakek Kim Jong-un dianggap sebagai "PresidenAbadi" di Korea Utara. Baca juga:EksDiplomat Korea Utara: Kim Jong-un Siap Serang Amerika Serikat Pakai Nuklir Ada kekhawatiran Korea Utara bakal melakukan uji coba nuklir pada saatmemperingati ulang tahun Kim Il Sung atau tanggal berdirinya angkatanbersenjata Korea Utara pada 25 April 2017. Tes rudal Korea Utara baru-baru ini menunjukkan kemampuan bahwa misilantarbenua yang dilengkapi kepala nuklir tersebut memiliki kemampuan menjangkauwilayah darat AS. DEUTSCHE WELLE |CHOIRUL AMINUDDIN
