Polri Jamin Keamanan Pengawas Pemilu pada Pilkada DKI
AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA

Kompas.com - 18/04/2017, 14:58 WIB








Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian seusai mengisi kuliah umum  dengan 
tema Tantangan Kebhinekaan Dalam Era Demokrasi dan Globalisasi di Institut 
Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesha, Kota Bandung, Rabu 
(8/3/2017).(KOMPAS.com/Putra Prima Perdana)
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavianmemastikan 
pihaknya sudah memperhitungkan dengan baik pengamanan untuk Pilkada DKI Jakarta 
putaran kedua. Bahkan, pengamanan juga melekat terhadap panitia pengawas pemilu 
yang dikerahkan oleh Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu).

"Ada tim yang sudah disiapkan, panwaslu di KPU juga sudah ada pengamanan," ujar 
Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Tito mengatakan, ia telah menginstruksikan jajarannya untuk segera 
berkoordinasi dengan sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) jika terjadi 
pelanggaran pemilu.

(Baca: Kapolri: 20.000 Polisi Amankan Pencoblosan Pilkada DKI)

Jika tergolong pidana umum, maka segera ditindaklanjuti Polri. Ia pun meminta 
panwaslu mengadukan ke polisi jika mendapat gangguan keamanan.

"Kalau ada panwaslu KPU yang merasa terancam, segera koordinasi ke polisi 
setempat. Saya perintahkan jajaran Polda, Polres, dan Polsek segera 
mengatasinya," kata Tito.

Tito menjamin warga Jakarta bisa memilih pemimpinnya dengan bebas tanpa adanya 
intervensi. Oleh karena itu, ia melarang adanya mobilisasi massa dari daerah ke 
Jakarta dengan dalih mengawasi jalannya pencoblosan dan penghitungan suara.

"Jangan sampai ada pihak yang ingin menganggu karena kita akan tindak tegas 
sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Tito.



Kapolri: 20.000 Polisi Amankan Pencoblosan Pilkada DKI
AMBARANIE NADIA KEMALA MOVANITA

Kompas.com - 18/04/2017, 14:22 WIB





JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavianmemastikan pihaknya 
siap mengamankan jalannya Pilkada DKIputaran kedua, Rabu (19/4/2017).

Polri mengerahkan 20.000 personel untuk mengamankan sejumlah titik yang 
tersebar di Jakarta.

"Sebagian besar diantaranya mengamankan TPS (tempat pemungutan suara)," ujar 
Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (17/4/2017).

(baca: Kapolri: Pemilih Harus Bebas Rasa Takut, Tak Boleh Ada Massa di TPS)

Setiap TPS akan diisi satu polisi. Dalam Pilkada sebelumnya, satu polisi 
ditempatkan untuk menjaga tiga TPS.

Polisi dikerahkan dari satuan Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri.

Tak hanya itu, ada bantuan pasukan dari kepolisian daerah di sekitaran Jakarta, 
seperti Jawa Barat dan Banten.

(baca: Kapolri Instruksikan Tangkap yang Ganggu Keamanan Saat Pilkada DKI)

Pengamanan Pilkada juga diisi oleh TNI dan linmas. TNI yang dikerahkan sebanyak 
15.000 personel dan sebanyak 26.000 orang dari linmas.

"Kemudian dengan instansi terkait seperti Pemda, pemadam kebakaran, ambulance, 
kita sudah siap," kata Tito.

Hari ini, sejumlah polisi sudah mulai ditempatkan di seluruh TPS di Jakarta. 
Selebihnya, yang mengamankan wilayah perbatasan dikumpulkan untuk diberi 
pengarahan oleh Kapolri, Panglima TNIJenderal Gatot Nurmantyo, dan Mentero 
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

Tito memastikan aparat yang mengamankan akan netral dalam Pilkada.

"Jadi, kalau ada gangguan keamanan, segera akan kita ambil tindakan," kata Tito.

Kirim email ke