Ahok Kalah, Saham Pengembang Proyek Reklamasi Berdarah


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Ahok Kalah, Saham Pengembang Proyek Reklamasi Berdarah
 Saham salah satu perusahaan operator reklamasi, PT Agung Podomoro Land Tbk 
(APLN), anjlok 6,19 persen pada sesi ...  |   |

  |

  |

 

Dinda Audriene, CNN IndonesiaKamis, 20/04/2017 14:07 WIB   
   - Sebarkan:
    
   - 
    
   - 
    
   - 
Saham salah satu perusahaan operator reklamasi, PT Agung Podomoro Land Tbk 
(APLN), anjlok 6,19 persen pada sesi pertama ke level Rp212 per saham. (ANTARA 
FOTO/Hafidz Mubarak A)Jakarta, CNN Indonesia -- Usai kemenangan Anies-Sandi 
dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) putaran kedua dalam perhitungan cepat 
kemarin, seluruh harga saham emiten properti yang ikut serta dalam proyek 
reklamasi teluk Jakarta terpantau melemah.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) 
anjlok pada sesi pertama sebesar 6,19 persen ke level Rp212 per saham, PT 
Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melemah 3,46 persen ke level Rp1.675 per 
saham, dan PT Intiland Development Tbk (DILD) turun tipis 0,93 persen di level 
Rp426 per saham.

Seperti diketahui, Anies-Sandi berbeda pendapat dengan Ahok-Djarot yang 
mendukung proyek reklamasi teluk Jakarta. Jika memang proyek itu tidak 
diteruskan, maka tentu akan berpengaruh terhadap pengembang yang mengerjakan 
proyek tersebut.

Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada menjelaskan, penurunan harga 
saham ketiga emiten itu memang berhubungan dengan kemenangan Anis-Sandi. 
Pasalnya, pasar saat ini terus menghubung-hubungkan kondisi politik yang ada 
dengan pergerakan pasar.

"Iya pelaku pasar banyak melakukan aksi jual, pelaku pasar menghubungkan dengan 
Pilkada akhirnya memilih untuk lepas terkait dengan terancamnya proyek 
reklamasi," ucap Reza kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/4).

Hal ini tentu berbeda jika kemenangan diraih oleh Ahok-Djarot yang mendukung 
pengembangan proyek tersebut. Pasar justru akan memanfaatkan momentum untuk 
melakukan aksi beli di ketiga saham tersebut.

Bahkan, jika ditelisik lebih jauh, hal ini akan mempengaruhi juga perusahaan 
jasa keuangan karena sejatinya proyek reklamasi ikut membutuhkan pinjaman 
perbankan.

"Ini kalau mau dilihat lagi malah perbankan juga kan ikut terlibat. Tapi memang 
kalau dilihat kasat mata itu sektor properti," terangnya.


| Anies-Sandi berbeda pendapat dengan Ahok-Djarot yang mendukung proyek 
reklamasi teluk Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |



Secara keseluruhan, Reza berpendapat, pasar mulai menghubungkan kondisi politik 
dengan pergerakan pasar sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014 lalu. 
Sebelumnya, siapa pun yang memenangkan Pilkada maupun Pilpres tidak akan 
mempengaruhi pasar, kecuali jika pemilihan itu berlangsung tidak kondusif.
"Ritme pasar itu terus terbawa hingga saat ini, kalau Anies-Sandi saham mana 
saja yang naik, begitu juga jika Ahok-Djarot kalah saham mana saja yang turun. 
Padahal sebenarnya tidak demikian, tidak secara langsung," papar Reza.

Maka dari itu, Reza yakin harga saham Agung Podomoro, Pembangunan Jaya, dan 
Intiland Development berpeluang bangkit (rebound) pada pekan depan. Terlebih 
lagi, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) nya 
sore ini terkait suku bunga.

"Jika tetap di level 4,75 persen, maka ada indikasi bank menurunkan suku bunga 
kredit. Nah itu bisa menjadi sentimen positif," tandasnya.(gir/gen)

Kirim email ke