Pada Sabtu, 22 April 2017 9:50, "'Tsasando' [email protected]
[wahana-news]" <[email protected]> menulis:
http://www.dennysiregar.com/2017/04/islam-vs-pki.html?m=1 ISLAM VS PKI
Penulis Denny Siregar Diterbitkan Jumat, April 21, 2017 Saya dulu sering
bercanda tentang isu kebangkitan PKI diIndonesia. Bahkan ketika Kivlan Zein
bicara tentang adanya 15 juta anggota PKIdi Indonesia, saya membuat surat
terbuka untuknya. Dan seperti biasa sayadicaci maki fans beliau yang saya
tanggapi dengan senyum lebar karena sayaberfikir, "kok bodoh benar ya percaya
gituan.." Tetapi ketika saya melihat perbincangan banyak grup di bumi
datar,saya kaget juga. Isu PKI itu ternyata sangat efektif dan dibangun
kembalipelan-pelan. Begitu banyak yang mempercayainya seperti mereka
mempercayaiagamanya. Melihat kasus Teten Masduki yang dituding PKI oleh
Alfian Tanjungyang dianggap ustad oleh jamaahnya, saya mulai menangkap benang
merahnya.Apalagi ditambah politisasi masjid seperti yang terjadi di Jakarta
baru-baruini. Islam Indonesia di daerah-daerah adalah Islam kultural.
Meskipundiikat dalam bentuk struktrural atau organisasi, tapi pada dasarnya
umat Islamyang aktif dalam pengajian maupun majelis-majelis cenderung taklid
pada ulamadan ustadnya. Dan belajar dari kasus keberhasilan menguasai umat
melalui masjiddan ulamanya disana, saya melihat bahwa isu PKI kembali
dihembuskan dandiperkuat doktrinnya. Pertanyaannya, kemana isu ini akan
dihantamkan? Pola yang sama bisa kita lihat di Suriah. Isu bahwa Bashar
Assad Presiden Suriah adalah syiah yang membantairakyatnya sendiri dimulai dari
masjid-masjid dan tempat berkumpulnya umat.Semakin lama isu ini semakin gencar
dengan bumbu yang makin kental dan masuk ketentara. Tentara terpengaruh dan
terpecah dua. Sebagian dari mereka desersi-bahkan sahabat Assad sendiri yang
mempunyai jabatan tinggi- dan bergabungdalam kelompok perlawanan. Isu PKI
ini -yang sedang diperkuat sana sini- akan melanjutkan isupenistaan agama.
Hanya kali ini sasarannya adalah Jokowi. Meskipun sempat reda,isu ini kembali
di perkuat lagi karena dipercaya akan mengulang kesuksesan yangsama ketika
menghadapi penista agama. Para lawan Jokowi akan menbalut dirinya dengan
kata"Islam". Belajar dari sejarah bahwa dulu umat Islam yang diprakarsai NU
beradadi barisan paling depan melawan PKI, maka mereka memanfaatkan situasi
itu. Salah satu partai yang akan terkena dampak dari isu ini adalahPDIP.
Jabar akan menjadi ujian yang keras buat PDIP dan siapapun yangdicalonkannya.
Sayangnya, PDIP selalu terlambat mengantisipasi sesuatu yangsebenarnya mudah
dideteksi. Mungkin ini akibat partai terlalu gemuk dan sedangberada di pucuk
kekuasaan sehingga lamban bergerak dan memutuskan. Isu Islam vs PKI ini
kemungkinan akan membesar. Bermula di JawaBarat sebagai "basis perjuangan
Islam" dan meluas ke pusat saat Pilpres2019. Model intimidasi, masjid di
politisasi akan kita temui kembali saatIndonesia menyelenggarakan pemilu
nantinya. Kenapa model ini akan kembali diadopsi? Karena di Jakarta
merekasukses dan menang.. Ada tiga kelompok yang memanfaatkan isu Islam vs
PKI ini. Pertama, paramafia yang selama ini kehilangan dapur gara-gara
Jokowi yang membuat merekagemuk gak keruan. Kedua,politikus ambisius yang
rakus dan tamak akan jabatan. Dan terakhir, ini yang paling ngeri. Kelompok
ini akanmenunggangi dana dari mafia dan ambisiusnya politikus untuk meluncurkan
agendasebenarnya yaitu khilafah. Para pengusung khilafah ini tidak penting
siapa yang akan jadipemimpin. Buat mereka ketika negara bentrok akibat
perebutan kekuasaan saja,itu sudah sukses besar dan memuluskan agenda mereka
sebenarnya. Kelompok yang mengatas-namakan agendanya sebagai
"perjuanganIslam" ini akan kembali meneriakkan konsep perang Badar dan model
Islamilainnya. Mereka sudah memetakan musuh yang mereka bangun sendiri ,yaitu
PKI danakan dihantamkan kepada Jokowi supaya kredibilitasnya hancur saat pemilu
nanti. Sebelum Pemilu 2019, kita akan melihat konsolidasi mereka dimasjid2
dengan ormas2 yang dibiayai dari APBD. Dan dari hasil konsolidasi iniakan
diarahkan untuk demo-demo lanjutan yang diarahkan ke Jokowi. Analisa ini
memang ngeri. Tapi belajar dari Suriah, situasi inibisa saja terjadi. Dan kita
melihat apa yang sudah mereka lakukan saat pilkadaDKI sebagai contoh apa yang
akan mereka lakukan nanti. Coba sekali-kali bicara sama sekelompok orang
bodoh dalam jumlahbesar, apa pendapat mereka tentang bangkitnya PKI di
Indonesia? Lihat ngerinyapandangan radikal mereka akibat doktrin karena
ketidak-tahuan. Mereka yakinsekali bahwa mereka akan berjihad untuk membebaskan
negeri ini. Sejak kemenangan garis keras di DKI, kopi saya pahit sekali.
Iniakan menjadi pilpres terkeras yang akan kita lalui. #yiv7087604561
#yiv7087604561 -- #yiv7087604561ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-mkp #yiv7087604561hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mkp #yiv7087604561ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mkp .yiv7087604561ad
{padding:0 0;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mkp .yiv7087604561ad p
{margin:0;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mkp .yiv7087604561ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-sponsor
#yiv7087604561ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-sponsor #yiv7087604561ygrp-lc #yiv7087604561hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-sponsor #yiv7087604561ygrp-lc .yiv7087604561ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7087604561 #yiv7087604561actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7087604561
#yiv7087604561activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7087604561
#yiv7087604561activity span {font-weight:700;}#yiv7087604561
#yiv7087604561activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7087604561 #yiv7087604561activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7087604561 #yiv7087604561activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7087604561 #yiv7087604561activity span
.yiv7087604561underline {text-decoration:underline;}#yiv7087604561
.yiv7087604561attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7087604561 .yiv7087604561attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7087604561 .yiv7087604561attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7087604561 .yiv7087604561attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7087604561 .yiv7087604561attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7087604561 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7087604561 .yiv7087604561bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7087604561
.yiv7087604561bold a {text-decoration:none;}#yiv7087604561 dd.yiv7087604561last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7087604561 dd.yiv7087604561last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7087604561
dd.yiv7087604561last p span.yiv7087604561yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7087604561 div.yiv7087604561attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7087604561 div.yiv7087604561attach-table
{width:400px;}#yiv7087604561 div.yiv7087604561file-title a, #yiv7087604561
div.yiv7087604561file-title a:active, #yiv7087604561
div.yiv7087604561file-title a:hover, #yiv7087604561 div.yiv7087604561file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7087604561 div.yiv7087604561photo-title a,
#yiv7087604561 div.yiv7087604561photo-title a:active, #yiv7087604561
div.yiv7087604561photo-title a:hover, #yiv7087604561
div.yiv7087604561photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7087604561
div#yiv7087604561ygrp-mlmsg #yiv7087604561ygrp-msg p a
span.yiv7087604561yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7087604561
.yiv7087604561green {color:#628c2a;}#yiv7087604561 .yiv7087604561MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7087604561 o {font-size:0;}#yiv7087604561
#yiv7087604561photos div {float:left;width:72px;}#yiv7087604561
#yiv7087604561photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7087604561
#yiv7087604561photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7087604561
#yiv7087604561reco-category {font-size:77%;}#yiv7087604561
#yiv7087604561reco-desc {font-size:77%;}#yiv7087604561 .yiv7087604561replbq
{margin:4px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-mlmsg select, #yiv7087604561 input, #yiv7087604561 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-mlmsg pre, #yiv7087604561 code {font:115%
monospace;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-mlmsg #yiv7087604561logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-msg
p#yiv7087604561attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-reco #yiv7087604561reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-sponsor
#yiv7087604561ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-sponsor #yiv7087604561ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-sponsor #yiv7087604561ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7087604561 #yiv7087604561ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7087604561
#yiv7087604561ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7087604561