Pelajaran Kartini tentang tafsir ayat kitab suci

Minggu, 23 April 2017 23:47 WIB | 1.958 Views

Oleh Hanni Sofia Soepardi




ilustrasi - RA. Kartini (ANTARA FOTO/Seno)



Jakarta (ANTARA News) - Seseorang pernah berkata: "Bagi mereka yang menggunakan 
sepotong ayat untuk kepentingan sendiri, cobalah belajar pada Kartini."

Penggalan kalimat itu kini terasa begitu relevan ketika Jakarta khususnya, tak 
terkecuali masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air sedang menghadapi goncangan 
ancaman disintegrasi dan intoleransi.

Ayat-ayat kitab suci kerap kali digunakan sebagai alat untuk kepentingan 
mengejar ambisi hingga ancaman intoleransi beragama pun terjadi.

Maka memaknai cara Kartini untuk memahami ayat kitab suci menjadi cara terbaik 
untuk bercermin tentang betapa perempuan dalam sejarah masa lalu bangsa 
Indonesia yang bahkan harus mengalami pingitan di balik tembok dan larangan 
menempuh pendidikan tinggi mampu mendorong ayat-ayat kitab suci dimaknai dengan 
baik.

Ketakjuban Kartini pada ayat Al-Quran, Surat Al-Baqoroh 257, yang penggalannya 
berbunyi 

"Minadz-Dzulumaati ilan-Nuur" menjadi titik balik revolusi yang mengubah 
pandangan Barat kepada wanita Jawa yang selama itu dianggap lemah.

Kalimat itulah yang oleh Armin Pane diterjemahkan sebagai Habis Gelap Terbitlah 
Terang dalam buku terbitan Balai Pustaka.

Namun apapun dan bagaimana pun cara ayat itu kemudian diterjemahkan, Kartini 
toh tetap mampu menjadikan kitab suci sebagai inspirasi.

Ia mendapati makna ayat tersebut sebagai inti dari dakwah Islam sebagai agama 
yang ia peluk, yang artinya membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau 
kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran) 
atau "Dari Kegelapan Menuju Cahaya".

Perempuan yang kemudian diperistri oleh Bupati Rembang ke-7 Djojo Adiningrat 
itu menjadikan ayat kitab suci sebagai pegangannya untuk sesuatu yang kini 
dikenal orang sebagai emansipasi.

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini menulis; "Saya 
bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi 
sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain 
memandang Islam sebagai agama yang disukai."

Selain itu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini 
menulis; "Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT."

Cara Kartini memahami ayat-ayat kitab suci menunjukkan bahwa kaum wanita bahkan 
dalam keadaan paling terbatas sekalipun mampu mencapai makrifat tertinggi atau 
mengenal Tuhannya dengan sangat yakin.


Potensi Perempuan

Meski pernah mengalami masa-masa sulit, yakni hidup di zaman ketika perempuan 
sebagai "konco wingking" atau teman di belakang dalam dunia yang serba 
patriarkal, faktanya Kartini adalah sosok yang justru mendorong Faidh al-Rahman 
fi Tafsir Al-Quran terlahir.

Itulah tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab hasil 
tulisan Kiai Soleh Darat.

Begitu penasarannya Kartini akan kitab Al-Quran yang selama berabad-abad begitu 
tabu untuk diterjemahkan, mampu mengubah keadaan.

Kartini yang merengek bagaikan anak kecil meminta bertemu Kyai Soleh membawa 
pada masa dimulainya Al-Quran ditafsirkan di Tanah Air.

Meski jilid pertama yang terdiri dari 13 juz mulai dari Surat Al-Fatihah sampai 
Surat Ibrahim tak pernah terselesaikan karena Kyiai Soleh meninggal, dipelajari 
dengan amat tekun oleh Kartini.

Pemahaman "zonder pretensi", tanpa pamrih, tanpa kepentingan selain revolusi 
itulah yang membuat dan menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan 
pekerjaan besar; menerjemahkan Al-Quran ke dalam Bahasa Jawa.

Sejak itulah bangsa Indonesia berkesempatan untuk dapat mempelajari tafsir 
Al-Quran dengan lebih hakiki sesuai dengan bahasa yang dipahami.

Fakta itu pula yang menunjukkan betapa potensi perempuan begitu besar hingga 
mampu mengubah cara berpikir orang menuju sesuatu yang semestinya lebih mudah 
dan lebih baik.

Potensi perempuan itu pula yang disadari dalam konsep kekinian oleh Presiden 
Joko Widodo, misalnya, dengan memberikan begitu banyak kesempatan kepada 
perempuan untuk memimpin.

Menurut dia, justru lebih enak bekerja dengan perempuan ketimbang laki-laki 
sehingga dalam kabinetnya kini ada sembilan menteri perempuan yang menempati 
pos-pos penting. Bahkan Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang 
memiliki jumlah menteri perempuan terbanyak di dunia.

"Indonesia yang kita cintai bisa menjadi seperti sekarang karena adanya peran 
perempuan," kata Presiden.


Menarik Perhatian

Fakta yang menarik tentang Kartini menjadi perhatian sejumlah tokoh dari luar 
negeri. Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence, misalnya dalam 
kunjungannya ke Indonesia, sempat menanggapi soal tokoh Kartini sebagai contoh 
yang baik bagi Indonesia dalam menghargai kesetaraan perempuan. 

"Kartini adalah perempuan hebat, dan Indonesia merupakan negara yang baik bagi 
kami dalam menghargai kesetaraan perempuan," katanya.

Ia berujar, keberadaan Kartini di Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi gerakan 
perempuan di dunia, misalnya dalam menempuh pendidikan untuk memperkuat 
pembangunan manusia di Asia. "Saya lihat Indonesia sudah melakukan itu," ucap 
Pence.

Maka kemudian menjadi sebuah ketimpangan yang sulit dimengerti ketika bangsa 
Kartini sendiri justru tidak banyak belajar dari sesuatu yang telah dipelajari 
oleh perempuan asal Jepara, Jawa Tengah, itu.

Dalam segala keberadaan yang tiada batas, masyarakat di Tanah Air justru 
cenderung tidak menyukuri keadaan dengan baik.

Mereka semestinya belajar tentang bagaimana menyarikan tafsir dengan baik, 
tidak menggunakannya secara serampangan, dan menjadikannya sebagai pedoman yang 
mencerahkan kehidupan.

Barangkali kita perlu belajar dari Kartini bahwa "Minadz-Dzulumaati ilan-Nuur" 
...Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya (iman)...

Dalam kondisi yang terang kini, mestinya bangsa Indonesia semakin mampu melihat 
jarak pembeda antarsesuatu.

Editor: B Kunto Wibisono




China desak denuklirisasi semenanjung Korea
Senin, 24 April 2017 10:24 WIB | 1.584 Views




Menteri Luar Negeri China Wang Yi. (REUTERS/Tyrone Siu)



Athena, Yunani (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Minggu 
(23/4) menyerukan penyelesaian denuklirisasi semenanjung Korea di tengah 
meningkatnya ketegangan terkait program rudal dan nuklir Korea Utara.

"China dengan tegas mendukung denuklirisasi wilayah itu atas nama stabilitas 
dan perdamaian," kata Wang Yi kepada para wartawan di Athena setelah bertemu 
dengan Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Kotzias.

"China mungkin tidak memiliki kunci untuk solusi ini... tetapi kami senang 
bahwa lebih banyak pihak menerima sudut pandang kami," tambah dia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mendesak China mengambil 
tindakan lebih kuat guna mengekang program nuklir dan misil Korea Utara.

Selama kunjungan regional pekan lalu, Wakil Presiden AS Mike Pence juga 
memperingatkan bahwa "seluruh pilihan tersedia" demi mengekang ambisi nuklir 
Korea Utara karena kekhawatiran meningkat saat negara itu berencana melakukan 
uji coba atom lainnya.

Pyongyang meningkatkan retorikanya dalam beberapa pekan terakhir, mengancam 
untuk membalas provokasi apapun, dan kembali mengancam sekutu regional AS, 
termasuk Jepang dan Korea Selatan, yang menampung sejumlah besar pasukan 
militer AS.

Bahkan Australia juga mendapatkan peringatan dari Pyongyang menurut warta 
kantor berita AFP.

"Bila Australia terus mengikuti langkah AS untuk mengisolasi dan menjatuhkan 
Korea Utara.... itu akan menjadi tindakan bunuh diri," kata juru bicara 
Kementerian Luar Negeri Korea Utara setelah Menteri Luar Negeri Australia Julie 
Bishop menyebut negara itu sebagai "ancaman serius." (hs)


Baca juga: (China desak Korea Utara tangguhkan aktivitas nuklir)



Editor: Maryati


Kirim email ke