Kalajengking dan Kala 'njengking......

2017-05-15 11:52 GMT+02:00 'Lusi D.' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> Itu penyebutan yang diungkapkan JK dengan istilah "pengusaha
> keturunan Tiongkok" mungkin termasuk taktik kalajengking yah?
> Dia tidak mengenal kata tionghoa?
>
> Am Mon, 15 May 2017 16:08:31 +0800
> schrieb "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]"
> <[email protected]>:
>
> > JK Tak Tanggapi Serius Soal Tudingan Rasis Terkait Ucapan di Ambon
> > Senin, 15 Mei 2017 | 14:37
> >
> > http://sp.beritasatu.com/home/jk-tak-tanggapi-serius-soal-
> tudingan-rasis-terkait-ucapan-di-ambon/119133
> >
> >
> >
> > Jusuf Kalla [jusufkalla.info]
> >
> >
> >
> > Berita Terkait
> >
> > § JK Bakal Tonton Hitung Cepat di Kediaman Megawati
> >
> > § JK: Saya Tetap Golkar
> >
> > § HUT Ke-75 Tahun, JK Berharap Terbaik untuk Bangsa dan Negara
> >
> > § Bertolak ke Thailand, JK Terima Gelar Honoris Causa dari RMUTI
> >
> > § Wapres Sebut PP Deklarasi Pajak Hanya Alternatif
> >
> >
> >
> > [JAKARTA] Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak menganggap
> > serius serangan yang belakangan dialamatkan kepada dirinya. Salah
> > satunya, adalah ucapannya di Ambon, beberapa waktu lalu yang
> > membandingkan keturunan Tiongkok yang menguasai bisnis dibandingkan
> > umat Islam.
> >
> > "Pertama saya tidak baca (serangan di media sosial), saya tidak
> > pernah baca. Jadi, saya tidak pernah merasa diserang," kata JK, Senin
> > (15/5).
> >
> > Khusus mengenai tudingan rasis karena ucapannya di Ambon, JK
> > menjelasakan faktanya bahwa dia sangat dekat dengan pengusaha
> > keturunan Tiongkok di Makassar. Bahkan, sahabat dekatnya, Sofjan
> > Wanandi juga merupakan keturunan Tiongkok.
> >
> > "Lihat saja apa yang terjadi sebelumnya. Itu isu selalu saja. Itu isu
> > yang suka terjadi. Tidak tahu juga kenapa, saya tidak peduli juga
> > karena kalau di Makassar itu semua Tiongkok itu teman saya. Orang
> > yang paling dekat dengan saya orang keturunan. Sofjan (Wanandi)
> > pagi-sore, siang-malam sama-sama saya," jelasnya.
> >
> > Sebelumnya, saat menutup Tanwir Muhammadiyah di Ambon, pada 24
> > Februari 2017, JK memang mengingatkan bahwa kesenjangan di Indonesia
> > sudah cukup membahayakan karena adanya perbedaan agama antara yang
> > kaya dan miskin.
> >
> > Kemudian, JK menyebutkan bahwa sebagian besar orang yang kaya adalah
> > warga keturunan yang beragama Konghuchu maupun Kristen. Sedangkan,
> > orang yang miskin sebagian besar penganut Islam dan ada juga yang
> > Kristen. Untuk itu, ia memotivasi agar persoalan kesenjangan teratasi.
> >
> > "Ketidakadilan juga disebabkan karena kesenjangan. Banyak hal yang
> > telah dilakukan, seperti memberikan kesehatan, klinik murah, dan
> > lain-lain. Tapi itu tidak cukup untuk menutupi ketidakadilan. Harus
> > ada langkah bersama dalam penegakan keadilan," kata JK.
> >
> > Sebagaimana diketahui, JK memang kerap mengatakan bahwa dari 10
> > pengusaha hanya satu yang merupakan umat Islam. Hal itu dikatakannya
> > untuk meningkatkan keadilan. Dalam artian, memotivasi umat Islam
> > untuk menjadi pengusaha. [N-8]
> >
> >
> >
> >
> >
> > Kasus Munarman Dinilai Lamban, KRB Datangi Polda Bali
> > Senin, 15 Mei 2017 | 12:43
> >
> > http://sp.beritasatu.com/home/kasus-munarman-dinilai-lamban-
> krb-datangi-polda-bali/119126
> >
> >
> >
> > Munarman [posmetro]
> >
> >
> >
> > Berita Terkait
> >
> > § Intoleransi Tinggi Dampak Pembelajaran Toleransi Tanpa Praktik
> >
> > § Bupati Bantul: Penolak Camat Pajangan Hanya Segelintir Orang
> >
> > § Kasus Penolakan Camat Non-Muslim di Bantul, Negara Tak Boleh Kalah
> >
> > § Hendardi: Fatma MUI Hendaknya Tidak Dikeluarkan untuk Kepentingan
> > Politik
> >
> > § Risma: Ormas Tak Berhak Lakukan Penggeledahan
> >
> > [DENPASAR] Komponen Rakyat Bali (KRB) yang dikoordinir I Gusti Agung
> > Ngurah Harta, Senin (15/5) pagi tadi mendatangi markas Polda Bali.
> > Kedatangannya untuk mempertanyakan kasus penghinaan Pecalang di Bali
> > yang diduga melibatkan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman.
> >
> > Kehadiran komponen KRB diterima Kabid Humas Polda Bali Hengky
> > Widjaya. Dalam pertemuan tersebut, pihak KRB terkait penghinaan
> > terhadap pecalang di Bali oleh jajaran Dit Reskrimsus Polda Bali
> > terkesan lamban.
> >
> > Ngurah Harta mengajak masyarakat untuk terus mengawal perkara ini
> > hingga tuntas. “Ini kan murni kasus hukum, bukan perkara politik.
> > Sudah selayaknya mekanisme hukum berjalan secara transparan dan
> > obyektif," tegasnya kepada awak media.
> >
> > Ngurah Harta berjanji juga meminta penjelasan resmi dari Polda Bali.
> > Menurut Pinisepuh Sandhi Murti itu, selama kasus Munarman berjalan,
> > pihaknya terus menerus dihujani pertanyaan dari masyarakat. Namun
> > pihaknya tidak memiliki otoritas untuk menjawab dan itu merupakan
> > kewenangan dari penyidik Polda Bali. "Aksi damai ini kami bertatap
> > muka dengan jajaran Polda Bali untuk meminta kejelasan proses
> > penyidikan kasus ini, bebernya.
> >
> > Hal senada juga dikatakan Sekretaris Gerakan Advokat Bhinneka Tunggal
> > Ika (GAB) Bali, Valerian Libert Wangge. Ia menyatakan, telah
> > melayangkan surat resmi kepada Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhad
> > Golose untuk bertatap muka. Surat pemberitahuan aksi damai itu telah
> > dilayangkan ke Mapolda Bali, sejak Jumat (12/5) lalu.
> >
> > “Syukurlah, surat kami sudah direspon hari ini oleh pihak Polda Bali.
> > Kami akan mendampingi pelapor, saksi-saksi dan unsur masyarakat dalam
> > tatap muka tersebut. Intinya, semua berharap agar perkara ini segera
> > dituntaskan di wilayah hukum Pengadilan Negeri Denpasar. Tidak ada
> > alasan hukum apapun untuk menganulir perkara ini, apalagi memindahkan
> > lokasi ke wilayah hukum lain,” tegas Valerian.
> >
> > Ditambahkannya, bila menghitung waktu, maka perkara ini sudah cukup
> > lama tersendat. Namun pihaknya tidak tahu letak kendalanya.
> > Menurutnya, Munarman dilaporkan 16 Januari 2017 lalu dan Polda Bali
> > telah melakukan serangkaian gelar perkara, dan akhirnya menetapkan
> > Munarman sebagai tersangka terhitung sejak 17 Februari 2017 lalu.
> >
> > Sementara Hakim Tunggal PN Denpasar sendiri dalam sidang terbuka di
> > PN Denpasar, pada 20 Februari 2017 lalu, telah menerima pencabutan
> > permohonan gugatan pra-peradilan yang diajukan Munarman. "Nah, ini
> > sudah lebih dari 3 bulan waktu menunggu, ada kendala apa? Bukankah
> > Polda Bali sudah sangat kuat mengantongi alat bukti?,” tanya Valerian
> > yang juga Sekjen Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu Bali
> > ini.
> >
> > Sementara itu Hengky Widjaja kepada SP membantah kalau jajaran Polda
> > Bali mendiamkan kasus terkait Munarman yang diduga menghina Pecalang
> > Bali. “Penyidikan masih berlanjut. Hanya saja sekarang ini ada
> > kenadala karena saksi tersangka yang akan diperiksa penyidik tidak
> > datang dan sekarang ini tengah menjadi Daftar Pencarian Orang
> > (DPO).[137]
> >
> >
>
> 
>

Kirim email ke