Pada Selasa, 16 Mei 2017 2:41, "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> menulis:
anda simak saja keseluruhan opini itu, akan anda dapati betapa "Para
Jokowi lovers ini kok terus menerus berkhayal seakan Jokowi orang yg sedemikian
hebat penuh strategi."
tentang siapa dan apa maksudnya utk membenarkan vonis 2 th itu ya anda tanyakan
sendiri pd penulis opini dgn judul " Rizieq cs Bakal Ketar Ketir" atau pd rekan
anda yg merasa dirinya paling pintar dan suka meng-goblok2kan orang itu.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Disinilah masalah anda dalam membaca pernyataan orang HANYA sepenggal tanpa
berusaha menangkap maksud ucapan orang lain! Yang anda penggal sepotong dengan
(kutipan selesai) itu kan masih ada berikutnya, << Memangnya kenapa semua
kejadian itu sesuai dengan pengaturan Jokowi sebagai Presiden RI yang sedang
menjalankan “strategi-taktik” nya? >> ini pertanyaan dari pernyataan anda
sebelumnya, yang menyatakan Ahoker hanya menghayal hebatnya Jokowi menjalan
strategi-taktiknya, ... << Para Jokowi lovers ini kok terus menerus berkhayal
seakan Jokowi orang yg sedemikian hebat penuh strategi.
>>
Jadi, maksud saya tentunya, pertama, “memangnya siapa yang bikin opini
membenarkan vonis 2 th atas diri Ahok???” bukan dimana ada opini membenarkan
vonis Ahok itu? Tapi, SIAPA dan APA maksudnya?; kedua, proses hukum sudah
berlangsung 5 bulanan dengan vonis 2th dan langsung dijebloskan penjara, sesuai
tuntutan keras aksi demo berulangkali itu. Jelas Ahok TIDAK BISA TERIMA, dan
naik banding! Begitu juga pihak Jaksa Penuntut ternyata tidak bisa terima
keputusan majelis HAKIM yg beda dengan tuntutannya itu, dan naik banding!
Proses HUKUM nampak mentah kembali dan proses masih harus berlangsung dengan
lebih sengit, ... untuk menegakkan HUKUM lebih ADIL! Pertanyaan saya yg BELUM
dan TIDAK disinggung, ... dimana bung menyatakan << Para Jokowi lovers ini kok
terus menerus berkhayal seakan Jokowi orang yg sedemikian hebat penuh strategi.
>> ??? Salam,ChanCT From: Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] Sent:
Monday, May 15, 2017 10:31 PMTo: Yahoogroups Subject: RE: [GELORA45] Re: Rizieq
cs Bakal Ketar Ketir, Bung Chan, bukankah anda menanyakan (kutipan) "Tidak
mengerti apa maksud pernyataan anda: Sekarang mau bikin opini seakan vonis 2 th
itu suatu hal yg benar dan tepat. Ngaco banget. ??? Memangnya siapa yang bikin
opini membenarkan vonis 2 th atas diri Ahok???" (kutipan selesai) anda kok
setelah ditunjukkan bagian artikel itu malah tanya "maksudnya apa?" aneh
banget, jelas yg saya maksud opini pada artikel itu. Saya tahu sang penulis ya
Ahoker ya Jokowi Lover tulisan dibawah bermaksud membela Jokowi tetapi saking
semangatnya justru jadi salah tulis. kutipan:Tapi lagi, bung Jonathan
menekankan point keenam, yang implisit memvonis Ahok menista Agama, maksudnya
apa? Memaksa Ahok untuk menerima??? Jelas Ahok TIDAK BISA TERIMA, dan naik
banding, kok! Lha, jelas-jelas keputusan majelis Hakim ngawur dan tidak
berdasar bukti kuat, bagaimana bisa harus diterima dan itu dikatakan menegakkan
hukum keadilan? Lalu, dimana Ahoker menghayal?
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Iyaa, ... Jonathan terkadang menyembunyikan posisinya sendiri dimana, atau
ngambang tidak berani tegas mendukung Ahok! Atau hendak mengkritik Jokowi
saja?! Juga Ajeg yang menyalahkan Jokowi menetapkan kasus Ahok diselesaikan
lewat jalur HUKUM, jadi boleh saja dikatakan yang menjarakan Ahok 2 th penjara
itu, ya Jokowi, ... Tapi kenyataan proses pengadilan belum final, Ahok tidak
terima vonis majelis hakim, beserta penasehat hukumnya sudah menetapkan naik
banding. Bahkan tadi juga dengar, kalaqu JPU juga ajukan banding! Jadi, kasus
Ahok penistaan Agama ini mentah kembali, ... pertarungan jadi akan lebih seru!
Dan bagaimana keputusan vonis atas diri Ahok ini lebih sulit bisa diperkirakan,
... Biarlah kita tunggu saja nanti bagaimana keputusannya. Diharap saja bisa
mencerminkan KEADILAN yang lebih baik! Tapi lagi, bung Jonathan menekankan
point keenam, yang implisit memvonis Ahok menista Agama, maksudnya apa? Memaksa
Ahok untuk menerima??? Jelas Ahok TIDAK BISA TERIMA, dan naik banding, kok!
Lha, jelas-jelas keputusan majelis Hakim ngawur dan tidak berdasar bukti kuat,
bagaimana bisa harus diterima dan itu dikatakan menegakkan hukum keadilan?
Lalu, dimana Ahoker menghayal? Salam,ChanCT From: nesare1@... [GELORA45]Sent:
Monday, May 15, 2017 6:24 PMTo: [email protected]: RE: [GELORA45]
Re: Rizieq cs Bakal Ketar Ketir, Bung Chan,Manusia jonathan ini bilang: “Jokowi
yang salah memenjarakan ahok 2 tahun”.Ini opini nya dari awal. Si ajeg gak
berani terang2an bilang Jokowi salah karena ahok masuk penjara, tetapi dia
menyalahkan Jokowi yang telah membawa kasus ahok ke ranah hukum.Saya sudah
bertanya tetapi tidak dijawab: gimana kalau ahok menang? Memangnya mereka
berdua akan bilang Jokowi hebat kuat dan pemberani? Jelas tidak kan?!Wong saya
saja kalau ahok menang dan tidak dipenjara, tidak akan bilang Jokowi menang
kalau masih terus demo2 anti ahok yang sangat bisa terjadi memprotes kemenangan
ahok itu.Persis sekarang ini terjadi demo2 membela ahok diseluruh Indonesia dan
dunia.Masalah ini belum selesai walaupun ahok sudah divonis bersalah dan kena
hukuman 2 tahun.Masalah peradilan nya juga belum selesai, ahok masih bisa
banding.Ahok kalah dalam perkara inipun, belum tentu mencerminkan ahok kalah
dalam arti sesungguhnya.Lihat dukungan orang2 diseluruh dunia. Banyak contoh
pemimpin hebat dunia yang keluar masuk penjara sebelum menjadi pemimpin yg luar
biasa. Contohnya kan banyak seperti: bung Karno, bung Hatta, nelson mendela,
fidel castro, Josip broz tito, crazy horse, anne frank, marie Antoinette,
Salvador dali, mahatma Gandhi, trotsky, aung san syu kyi dll.Masalah almaidah
ini bukan sekedar masalah ahok saja. Ini masalah nasional keutuhan NKRI. Ini
yang tidak bisa dilihat oleh manusia jonathan dan ajeg yang kutak katik hanya
focus sama ahok dan hukum saja.Berbeda sekali dengan Jokowi yang dapat
melihatnya dari awal dimana gelombang penolakan ahok itu luar biasa besarnya.
Awalnya Jokowi tidak menghiraukan demo jilid 1 (dibawah 600000 orang). Tetapi
setelah demo 411 yg diperkirakan 700.000 orang, Jokowi menjadi gerah mengetahui
begitu banyak. Jokowi yg awalnya tidak mau menemui pimpinan demo termasuk habib
rizieq dan amin rais, makanya Yusuf kala yang menemui mereka dan menjanjikan
dalam 2 minggu akan diselesaikan. Barulah Jokowi memerintahkan tito untuk
memproses perkara almaidah itu. Makanya demo 211 dengan pendemo yg lebih banyak
sejuta orang, Jokowipun datang. Bagusnya demonya berjalan lancar karena aparat
keamanan dan kepolisian sudah siap2 dan Jokowi sudah melakukan konsolidasi ke
pemuka agama terutama NU, muhammadiyah dan barak2 militer.Ini kenyataan yang
bisa kita semua ikuti. Lucunya ini khayalan dimata manusia jonathan.NesareFrom:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, May 14, 2017 11:19 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Re: Rizieq cs Bakal Ketar Ketir,
Anda perhatikan saja dibawah, bukankah secara implisit mengatakan Ahok telah
menista agama, bahkan ditambahkan mulai ditegakkannya hukum berkeadilan
menghormati agama yg bahkan makin menekankan si Ahok tidak menghormati agama,
juga seakan kegaduhan itu diakibatkan Ahok sehingga dgn dipenjarakan beliau
kegaduhan berhenti.
---
Keenam, Ahok harus menerima nasibnya sebagai terpidana dan akan menjalankan
hukuman penjara selama dua tahun. Dari fakta-fakta hukum yang telah dibacakan
oleh hakim terbukti bahwa Ahok telah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat
ini adalah senjata utama kaum Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-muslim
memimpin mereka.
Jadi vonis kepada Ahok hari ini adalah era mulainya penegakkan hukum
berkeadilan, era mulainya revolusi hukum, era mulainya menghormati keberadaan
agama apapun di negeri ini dan era penyelamatan negeri ini dari kegaduhan yang
telah menghabiskan banyak energi.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :Tidak mengerti apa maksud
pernyataan anda: Sekarang mau bikin opini seakan vonis 2 th itu suatu hal yg
benar dan tepat. Ngaco banget. ??? Memangnya siapa yang bikin opini membenarkan
vonis 2 th atas diri Ahok??? Memangnya kenapa semua kejadian itu sesuai dengan
pengaturan Jokowi sebagai Presiden RI yang sedang menjalankan “strategi-taktik”
nya?Kenapa TIDAK BISA melihat itulah kenyataan yang sedang terjadi di
masyarakat, sesuai dengan tingkat KESADARAN masyarakat yang ada dan masih
adanya permainan tangan-hitam yang terjadi dari kekuatan2 politik yg bertarung.
Begitulah kita melihat Ahok kalah dan Anies menang di Pilkada bulan yl. dan
mestinya begitu juga kita melihat vonis 2 th atas diri Ahok yang jelas
BUUUAAANYAK kejanggalan bahkan cacad HUKUM itu! Bongkarlah kebusukan
tangan-kotor yang bermain kalau anda mampu, ... BUKTIKAN! Kalau tidak mampu,
yaa jalankan saja seperti tim hukum Ahok berusaha keras gunakan jalur HUKUM
yang masih memungkinan untuk perjuangkan KEADILAN! Naik BANDING, sedang massa
pendukung, yg anda bilang Ahokker itu gunakan aksi-aksi massa yang damai,
menyampaikan simpati, dukungan pada Ahok dengan aksi bunga, balon sampai lilin,
... dari Jakarta sampai dipenjuru dunia! Apanya yang berkhayal menyandarkan
kehebatan Jokowi yang penuh strategi itu? Bukankah itu lebih TEPAT dikatakan
bung sendiri yang sedang menghayal sebagai Ahokker, ...???Saya membaca tulisan
dibawah: “Rizieq cs Bakal Ketar Ketir”, hanyalah menganalisa pasca kejadian
vonis 2th Ahok ini, sekalipun kenyataan pahit bagi Ahok dan Ahokker, ... yang
di-KORBANKAN. Namun bisa juga dilihat sementara meredam “KEMARAHAN” kelompok
radikalis yg menuntut Ahok dipenjarakan seberat-beratnya itu! Juga bisa menjadi
saat menguntungkan kelanjutan aksi menindak beberapa kasus PENISTA AGAMA
sesungguhnya yg terjadi, termasuk Habib Rizieq itu saja!Salam,ChanCTFrom:
jonathangoeij@... [GELORA45]Sent: Monday, May 15, 2017 12:15 AMTo:
[email protected]: [GELORA45] Re: Rizieq cs Bakal Ketar Ketir,
Para Jokowi lovers ini kok terus menerus berkhayal seakan Jokowi orang yg
sedemikian hebat penuh strategi. Sekarang mau bikin opini seakan vonis 2 th itu
suatu hal yg benar dan tepat. Ngaco banget.
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
Rizieq cs Bakal Ketar Ketir,
Ini Operasi Besar Besaran Yang Akan Jokowi Lakukan Usai Vonis Ahok
Tuesday, May 9, 2017BERANINEWS.COM - Ahok telah divonis bersalah oleh hakim
2 tahun penjara. Agar hukuman itu langsung dirasakan, hakim memerintahkan agar
... Ini Dia Surat Terbuka Denny Siregar Yang Bikin M Taufik & Lulung Gemetar
Lalu Pipis Di Celana Inilah Ilmu Pura Pura Bloon & Amnesia Ala Jonru Ginting
Yang Bikin Geger Dunia Persilatan Ini Surat Terbuka Denny Siregar Yang Bikin
Panik & Frustasi Para Penantang Ahok Lapor Kena Tipu Rp 1 Juta 100 Di
olx.co.id, Herdien Dwi Handika Malah Dibentak Polisi
BERANINEWS.COM - Ahok telah divonis bersalah oleh hakim 2 tahun penjara. Agar
hukuman itu langsung dirasakan, hakim memerintahkan agar Ahok langsung ditahan
dan dijebloskan dipenjara. Pro-kontra atas vonis Ahok pasti akan terus
berlansung. Namun bagi Presiden Jokowi, vonis untuk Ahok itu bisa membuatnya
bebas dari belenggu. Mengapa?Coba bayangkan jika Ahok divonis bebas. Para
lawan-lawan Jokowi dengan dendam membara seperti Amin Rais, Din Syamsuddin, AA
Gym, Rizieq dan siapapun akan menuduh Jokowi terus-menerus bahwa ia telah
membela Ahok. Jokowi akan dituduh mengintervensi pengadilan. Jokowi akan
dituduh sebagai pembela penista agama. Walaupun sebetulnya ia tidak seperti
yang dituduhkan.
Lalu Rizieq, Buni Yani dan teman-temannya yang sekarang telah ditetapkan
sebagai tersangka akan meminta hakim, agar juga divonis bebas dari kasus-kasus
hukumnya. Jika demikian maka vonis bebas akan menjadi preseden buruk bagi
penegakkan hukum di Indonesia. Hukum di negeri ini ke depan akan tetap buruk di
mata rakyat dan di mata dunia.Dengan adanya vonis atas Ahok, maka ke depan
Jokowi akan mulai mengumandangkan revolusi hukum di Indonesia. Kasus-kasus
kecil, menengah dan besar harus diproses dengan seadil-adilnya. Kasus E-KTP
misalnya yang sekarang menyita perhatian publik dan melibatkan Setya Novanto
harus diusut, disidang, diadili dan divonis para pelakunya.
Vonis Ahok 2 tahun penjara itu selalu ada hikmatnya. Memang Ahok harus menjadi
korban kebiadaban politik. Namanya akan dikenang sepanjang sejarah sebagai
gubernur hebat nan kontroversial di DKI Jakarta sekaligus gubernur penista
agama yang membuatnya dikirim ke penjara. Ia selanjutnya disebut sebagai
gubernur terpidana. Lalu apa pesan hebat vonis Ahok 9 Mei 2017 itu?
Pertama, fitnah keji yang dialamatkan kepada Jokowi bahwa dia membela Ahok
akhirnya tidak terbukti. Jokowi sama sekali tidak membela Ahok. Dalam beberapa
kali konferensi pers yang dilakukannya, Jokowi menegaskan tidak membela Ahok.
Dengan bukti vonis Ahok sekarang, maka fitnah keji kepada Jokowi itu mentah.
Kedua, vonis hakim itu kepada Ahok adalah sinyal baik bagi hukum di Indonesia.
Revolusi hukum telah mulai. Orang yang salah dihukum dan orang benar
dibebaskan. Dan Jokowi ingin menghancurkan pandangan buruk atas hukum di
Indonesia selama ini yang selalu dipermainkan. Sekarang saatnya hukum
ditegakkan.
Ketiga, dengan adanya vonis penjara kepada Ahok, maka mereka-mereka yang telah
menista agama, menghina suku lain, menghina presiden, menghina Pancasila akan
menerima nasib yang sama. Mereka-mereka yang terbukti melakukan makar akan
divonis oleh hakim dengan adil. Semuanya itu bertujuan untuk menyelamatkan
negeri ini. Mereka akan dihukum oleh hakim dengan adil. Maka ke depan Rizieq,
Buni Yani, Al-Khaththath, Ahmad Dhani, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet
dan siapapun yang telah dijadikan tersangka oleh kepolisian harus bersiap-siap
divonis oleh hakim akibat perbuatan mereka.
Keempat, vonis penjara kepada Ahok memberikan pesan kepada siapapun yang hidup
di negeri ini bahwa di masa Jokowi, hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Maka
bagi mereka yang belum tersandung hukum, harus mulai hati-hati. Anies-Sandi
yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta, harus
siap-siap mengikuti proses hukum atas kasus-kasus mereka. Jika mereka juga
terbukti bersalah atas kasus-kasus hukumnya, mereka juga akan divonis oleh
hakim.
Kelima, vonis penjara untuk Ahok itu menjadi senjata Jokowi untuk menegakkan
hukum di negeri ini. Pembubaran dan pelarangan HTI mulai 8 Mei 2017 atau sehari
sebelum vonis Ahok adalah tindakan keras dan tegas Jokowi untuk mempertahankan
NKRI. Ke depan Jokowi akan terus garang, tegas dan fight untuk melawan
ormas-ormas keagamaan yang menjadi duri dalam daging seperti FPI yang selama
ini telah banyak meletupkan intoleransi di negeri ini.
Keenam, Ahok harus menerima nasibnya sebagai terpidana dan akan menjalankan
hukuman penjara selama dua tahun. Dari fakta-fakta hukum yang telah dibacakan
oleh hakim terbukti bahwa Ahok telah merendahkan Surat Al-Maidah ayat 51. Ayat
ini adalah senjata utama kaum Muslim untuk tidak memilih pemimpin non-muslim
memimpin mereka.
Jadi vonis kepada Ahok hari ini adalah era mulainya penegakkan hukum
berkeadilan, era mulainya revolusi hukum, era mulainya menghormati keberadaan
agama apapun di negeri ini dan era penyelamatan negeri ini dari kegaduhan yang
telah menghabiskan banyak energi.
Setelah vonis penjara untuk Ahok, maka sekarang tibalah saatnya bagi Jokowi
untuk kembali menata ulang kekuatannya tanpa terbelenggu lagi oleh Ahok. Jokowi
kini bisa mulai fight dan melawan siapapun yang ingin mengkudeta dirinya,
menyelamatkan NKRI dari rongrongan anti Pancasila dan meneruskan pembangunan
infrastrukturnya.
Sementara itu bagi lawan-lawan Ahok yang juga telah berbuat hal yang sama
seperti Rizieq Shihab dan telah menyandang status tersangka, siap-siap
ketar-ketir menunggu vonis hukuman dari hakim. Begitulah kura-kura.
Penulis: Asaaro Lahagu ( Seword) #yiv0831305355 #yiv0831305355 --
#yiv0831305355ygrp-mkp {border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp #yiv0831305355hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp #yiv0831305355ads
{margin-bottom:10px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp .yiv0831305355ad
{padding:0 0;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp .yiv0831305355ad p
{margin:0;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mkp .yiv0831305355ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-sponsor
#yiv0831305355ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-sponsor #yiv0831305355ygrp-lc #yiv0831305355hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-sponsor #yiv0831305355ygrp-lc .yiv0831305355ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0831305355 #yiv0831305355actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0831305355
#yiv0831305355activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0831305355
#yiv0831305355activity span {font-weight:700;}#yiv0831305355
#yiv0831305355activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv0831305355 #yiv0831305355activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0831305355 #yiv0831305355activity span
span {color:#ff7900;}#yiv0831305355 #yiv0831305355activity span
.yiv0831305355underline {text-decoration:underline;}#yiv0831305355
.yiv0831305355attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv0831305355 .yiv0831305355attach div a
{text-decoration:none;}#yiv0831305355 .yiv0831305355attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0831305355 .yiv0831305355attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0831305355 .yiv0831305355attach label a
{text-decoration:none;}#yiv0831305355 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv0831305355 .yiv0831305355bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0831305355
.yiv0831305355bold a {text-decoration:none;}#yiv0831305355 dd.yiv0831305355last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0831305355 dd.yiv0831305355last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0831305355
dd.yiv0831305355last p span.yiv0831305355yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv0831305355 div.yiv0831305355attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv0831305355 div.yiv0831305355attach-table
{width:400px;}#yiv0831305355 div.yiv0831305355file-title a, #yiv0831305355
div.yiv0831305355file-title a:active, #yiv0831305355
div.yiv0831305355file-title a:hover, #yiv0831305355 div.yiv0831305355file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0831305355 div.yiv0831305355photo-title a,
#yiv0831305355 div.yiv0831305355photo-title a:active, #yiv0831305355
div.yiv0831305355photo-title a:hover, #yiv0831305355
div.yiv0831305355photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0831305355
div#yiv0831305355ygrp-mlmsg #yiv0831305355ygrp-msg p a
span.yiv0831305355yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0831305355
.yiv0831305355green {color:#628c2a;}#yiv0831305355 .yiv0831305355MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv0831305355 o {font-size:0;}#yiv0831305355
#yiv0831305355photos div {float:left;width:72px;}#yiv0831305355
#yiv0831305355photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0831305355
#yiv0831305355photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0831305355
#yiv0831305355reco-category {font-size:77%;}#yiv0831305355
#yiv0831305355reco-desc {font-size:77%;}#yiv0831305355 .yiv0831305355replbq
{margin:4px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-mlmsg select, #yiv0831305355 input, #yiv0831305355 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-mlmsg pre, #yiv0831305355 code {font:115%
monospace;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-mlmsg #yiv0831305355logo
{padding-bottom:10px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-msg
p#yiv0831305355attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-reco #yiv0831305355reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-sponsor
#yiv0831305355ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-sponsor #yiv0831305355ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-sponsor #yiv0831305355ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv0831305355 #yiv0831305355ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0831305355
#yiv0831305355ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv0831305355