http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-39922928



Ulama terkenal Mesir siap disidang, tolak tarik ucapannya soal 'kafir' umat
Kristen dan Yahudi

   -

   15 Mei 2017

Hak atas foto Facebook Dr Salem Abdel Galil Image caption Dr Salem Abdel
Galil diadukan kelompok Kristen dan juga pihak TV tempat ia memberi
ceramah.

Ulama terkenal Mesir, Salem Abdel Galil, menyatakan tak akan menarik
ucapannya soal umat Kristen dan Yahudi yang ia sebut kafir yang tak akan
masuk surga dan siap menghadapi sidang tanggal 24 Juni.

Salem Abdel Galil, ulama terkenal Universitas al-Azhar dan mantan wakil
menteri agama dan waqaf, dituntut oleh kelompok Kristiani dan juga
perwakilan dari media menyusul ucapannya di televisi Mehwar.

Dalam acara di TV, Abdel Galil mengkritik ulama Muslim lain yang menyebut
Kristen dan Yahudi sebagai "mereka yang percaya" dan menambahkan bahwa
non-Muslim adalah "kafir" yang tidak akan masuk surga.

   -

   Gereja Koptik dibom, Mesir terapkan keadaan darurat
   <http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39922100>
   -

   ISIS klaim berada di balik pengeboman dua gereja Koptik Mesir
   <http://www.bbc.com/indonesia/dunia-39547635>
   -

   Kisah pernikahan pengantin Muslim-Kristen di Mesir
   <http://www.bbc.com/indonesia/majalah-39585743>

"Mereka percaya pada Yesus dan Musa, dan tak percaya (Nabi) Muhammad,"
katanya dalam saluran TV, yang telah mengajukan permintaan maaf kepada
publik.

Abdel Galil mengatakan ia menyebutkan apa yang tercantum dalam Alquran dan
tidak akan menarik ucapannya.

"Saya tidak akan menarik ucapan saya ... dan ucapan saya diinterpretasikan
di luar konteks ... saya tidak menghasut orang untuk menyerang," kata Abdel
Galil kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin, melalui telepon dari
Kairo.

Hak atas foto Facebook Dr Salem Abdil Galil Image caption Salem Abdil Galil
dalam salah satu wawancara.

Namun ia mengatakan ia salah menggunakan kata terhadap non-Muslim yang ia
sebutkan "ajaran yang tak sesuai", dan "seharunya menggunakan kata bukan
jalan yang tepat."

Abdel Galil akan disidang dengan tuduhan "penghinaan agama" minggu terakhir
Juni.

"Dakwaan yang dikenakan terhadap saya elastis dan banyak orang yang
menggunakannya," tambah Abdel Galil.
Kementerian Agama melarang Abdel Galil berkhotbah

Melalui akun Facebooknya Kamis (10/05) lalu, Abdel Galil telah menyatakan
permintaan maafnya dengan menulis, "Seperti yang dianggap sebagian orang
menyakiti umat Kristen, saya minta maaf telah menyebabkan orang
tersinggung."

"Pandangan agama bahwa keyakinan non-Muslim tak sesuai, sama saja dengan
mereka yang menganggap agama kami tak sesuai," katanya.

Pernyataan ini dibagikan lebih dari 9.500 kali dengan lebih 5.000 komentar,
sebagian mengkritik dan sebagian membela.

"Siapa yang bisa diuntungkan dengan pernyataan seperti ini," tulis seorang
pengguna, dan "Jangan ikut campur keyakinan orang lain," tulis yang lain.

Ada pula yang mengkhawatirkan pernyataan ulama terkenal ini dapat berdampak
jauh dengan menulis, "Kesalahan seperti ini dapat menimbulkan perang."

Dalam pernyataan di Facebook, Abdel Galil mengutip surat Ali Imran ayat 85
yang berbunyi, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka
sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di
akhirat termasuk orang-orang yang rugi."

Kementerian Agama dan Waqaf yang mengontrol masjid-masjid di Mesir
mengatakan Abdel Galil tidak akan diizinkan untuk memberikan khotbah Jumat
sampai ia menarik komentarnya.

Naguib Gobrail, kuasa hukum dan aktivis Kristen Koptik Mesir, yang
mengajukan tuntutan kepada Abdel Galil, mengatakan pernyataannya "mengancam
persatuan Mesir."

Hak atas foto EPA Image caption Imam besar Masjid al-Azhar Sheikh Ahmed
al-Tayeb bersama Paus Fransiskus pada penutupan konferensi internasional
perdamaian di Universitas al-Azhar.

Sementara Samir Sabri, kuasa hukum dari pihak media juga mengajukan
tuntutan ke pengadilan "untuk mencegahnya tampil di media manapun."

Kontroversi ini muncul di tengah seruan kepada institusi Muslim di Mesir
agar mengambil langkah tegas terhadap kelompok ekstremis menyusul
pengeboman gereja.

Pengebom bunuh diri dari kelompok yang menyebut diri Negara Islam atau
ISIS, menewaskan puluhan pemeluk Kristen Koptik di tiga gereja pada
Desember dan April lalu.

Hak atas foto EPA Image caption Umat Kristen Koptik Mesir dalam kunjungan
Paus Fransiskus pada 29 Apri lalu.

Kelompok ini mengancam akan melakukan serangan lagi terhadap komunitas
Koptik yang terdiri dari 10% dari 92 juta jiwa penduduk Mesir.

Pada bulan Januari lalu, Abdel Galil juga menimbulkan kontroversi setelah
mengklaim bahwa Nabi Muhammad akan menikah dengan Maria, ibu Nabi Isa di
surga.

Kirim email ke