ehehehehehehe! Petinggi rezim neo-Mojopahit (NKRI) selalu berusaha  menjual
jamu koyok penyembuh segala penyakit. Bukan saja Jk di Oxford, tetapi juga
diberitakan bahwa gubernur  Maluku, Assagaf  memberikan kuliah di
Universitas Leiden, pada permulaan Mei. Apa yang dilakukan mereka bukan hal
baru, karena pada waktu permulaan SBY naik panggung kekuasaan negara, di
beberapa negeri Europa perwakilan  rezim mengadakan ceramah dengan judul
"Islam is compatible to democracy", contohnya di Swedia diadakan di tiga
universitas, yaitu Univeristas Stockholm, Lund dan Gothenburg. Karena
kurang mujur dengan ceramah, didatangkan delegasi terdiri dari beberapa
pakar,  untuk memberikan ceramah tentang topik yang mirip pada institut
luarnegeri di Stockholm. Menurut  Beberapa bulan kemudian pada sidang
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), delegasi rezim neo-Mojopahit mengajukan
ulusan agar wakil Islam duduk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan
(Security Council ). Alasan yang dikemukakan ialah bahwa  jumlajh penduduk
dunia beragama Islam lebih dari satu miliar.

Kirim email ke