Pada Rabu, 17 Mei 2017 5:31, "[email protected] [GELORA45]" 
<[email protected]> menulis:
 

     
Selasa 16 Mei 2017, 13:40 WIB


Tulisan Siswi SMA Banyuwangi soal Keberagaman Tuai Banyak Pujian
Aditya Mardiastuti - detikNews

Afi Nihaya Faradisa dan koleksi bukunya (Ardian Fanani/detikcom)

Jakarta - Afi Nihaya Faradisa kembali menjadi perbincangan netizen. Setelah 
menceritakan pengalamannya bereksperimen tak menggunakan gadgetselama beberapa 
hari, kali ini dia membahas mengenai indahnya keberagaman di Indonesia. 
Tulisannya itu menuai banyak pujian.

Ditilik dari laman Facebook-nya, Selasa (16/5/2017), tulisan Afi berjudul 
'Warisan' itu telah dibagikan sebanyak 8.214 kali dan mendapat reaksi dari 18 
ribu netizen. Lewat tulisannya, dia mengajak seluruh bangsa Indonesia menjaga 
toleransi, khususnya di media sosial.

Siswi SMA Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, itu menyoroti soal identitas, baik 
agama, suku, ras, maupun kebangsaan, adalah warisan dari orang tua. Dia 
mengajak seluruh warga negara Indonesia menghayati Pancasila, Undang-Undang 
Dasar 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sehingga kehidupan toleransi 
hidup beragama tetap terjaga.

"Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan kepada anak-cucu kita betapa 
negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, 
tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan, bahkan meributkan warisan 
masing-masing di media sosial.

Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan 
peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan," tulis Afi.

"Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir," 
sambung Afi.

Di kolom komentarnya, Afi minta agar tulisannya itu tidak dihubungkan dengan 
Pilkada Jakarta. Tulisan itu semata untuk membenahi landasan berpikir.

"Ini adalah tulisan untuk membenahi landasan berpikir kita, jangan apa-apa 
dihubungkan ke Pilkada Jakarta. Mengutip perkataan John Dewer, 'Pikiran itu 
seperti parasut; hanya berfungsi ketika terbuka,'" kata dia.

Tulisan Afi itu pun mengundang pujian netizen. Banyak yang mengapresiasi 
kearifan Afi di usianya yang belia.

"Super sekali Afi tulisan kamu.. saya suka terutama di bagian 'ribut di media 
sosial'... tepat sekali, di dunia nyata kita semua baik2 saja, namun masuk di 
medsos kok panas. Medsos butuh banyak tulisan sejenis seperti yang kamu tulis 
ini.. Dingin, Adem, Harmonis. Baru aja tadi pagi saya mau memutuskan OFF FB, 
mau detox Dr Postingan2 Panas di FB.. mau berhenti share apapun di FB.. Tapi 
rasanya saya akan rubah, saya akan share Tulisan2 yang dingin2 seperti 
tulisanmu, supaya semua teman di FB bisa pada adem dah.. ijin share ya," tulis 
Ming Ling.

"Kereeennn nihh tulisannya... Smogaa Indonesia segera pulihh dan semoga yg 
terjadi saat ini adalah Fase Pemulihan ke arah yg jauh lebih baik..Ammiinn 
#staypositif," tulis Andromeda Generali.

Berikut tulisan lengkap Afi:

WARISAN
Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama 
Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen 
atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama 
saya? Tidak.
Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal 
setelah dilahirkan. 
Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan.
Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki 
warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa 
yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.
.
Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan 
kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan 
tidak pernah kita putuskan sendiri.
.
Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang 
benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan 
matinya masuk neraka.
Ternyata,
Teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka 
mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang 
ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata.
Maka,
Bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, 
bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas 
seperti itu, padahal tak akan ada titik temu.
Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; 
jatuh
dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu,
memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
.
Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran 
agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman".
Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali coba 
menjadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih 
menghamba.
.
Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan 
mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang 
mengatakannya".
Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan 
para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka 
semua sampai hari ini?
.
Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja 
menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?
.
Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu 
akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, 
maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.
.
Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya 
digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia 
kita.
.
Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang 
politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau 
kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan 
semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan 
ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran 
agamanya untuk ditempatkan sebagai tolak ukur penilaian terhadap pemeluk agama 
lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak 
mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.
.
Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa 
negara ini nyaris tercerai berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, 
tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan 
masing-masing di media sosial.
Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan 
peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan.
.
Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.
© Afi Nihaya Faradisa



(ams/fjp)

  #yiv3865253747 #yiv3865253747 -- #yiv3865253747ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-mkp #yiv3865253747hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mkp #yiv3865253747ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mkp .yiv3865253747ad 
{padding:0 0;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mkp .yiv3865253747ad p 
{margin:0;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mkp .yiv3865253747ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-sponsor 
#yiv3865253747ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-sponsor #yiv3865253747ygrp-lc #yiv3865253747hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-sponsor #yiv3865253747ygrp-lc .yiv3865253747ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3865253747 #yiv3865253747actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3865253747
 #yiv3865253747activity span {font-weight:700;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3865253747 #yiv3865253747activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3865253747 #yiv3865253747activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3865253747 #yiv3865253747activity span 
.yiv3865253747underline {text-decoration:underline;}#yiv3865253747 
.yiv3865253747attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3865253747 .yiv3865253747attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3865253747 .yiv3865253747attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3865253747 .yiv3865253747attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3865253747 .yiv3865253747attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3865253747 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3865253747 .yiv3865253747bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3865253747 
.yiv3865253747bold a {text-decoration:none;}#yiv3865253747 dd.yiv3865253747last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3865253747 dd.yiv3865253747last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3865253747 
dd.yiv3865253747last p span.yiv3865253747yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3865253747 div.yiv3865253747attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3865253747 div.yiv3865253747attach-table 
{width:400px;}#yiv3865253747 div.yiv3865253747file-title a, #yiv3865253747 
div.yiv3865253747file-title a:active, #yiv3865253747 
div.yiv3865253747file-title a:hover, #yiv3865253747 div.yiv3865253747file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3865253747 div.yiv3865253747photo-title a, 
#yiv3865253747 div.yiv3865253747photo-title a:active, #yiv3865253747 
div.yiv3865253747photo-title a:hover, #yiv3865253747 
div.yiv3865253747photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3865253747 
div#yiv3865253747ygrp-mlmsg #yiv3865253747ygrp-msg p a 
span.yiv3865253747yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3865253747 
.yiv3865253747green {color:#628c2a;}#yiv3865253747 .yiv3865253747MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3865253747 o {font-size:0;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747photos div {float:left;width:72px;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3865253747
 #yiv3865253747reco-category {font-size:77%;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747reco-desc {font-size:77%;}#yiv3865253747 .yiv3865253747replbq 
{margin:4px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-mlmsg select, #yiv3865253747 input, #yiv3865253747 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-mlmsg pre, #yiv3865253747 code {font:115% 
monospace;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-mlmsg #yiv3865253747logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-msg 
p#yiv3865253747attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-reco #yiv3865253747reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-sponsor 
#yiv3865253747ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-sponsor #yiv3865253747ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-sponsor #yiv3865253747ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3865253747 #yiv3865253747ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3865253747 
#yiv3865253747ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3865253747 

   

Kirim email ke