http://www.suara-islam.com/read/kolom/habib-rizieq-syihab/22508/Kenapa-Habib-Rizieq-belum-Pulang-Ini-Penjelasannya


Kenapa Habib Rizieq belum Pulang? Ini Penjelasannya

19 Mei 17:47 | Dilihat : 5987




*Nadzar Habib Rizieq vs Politik Balas Dendam*

Jika Ahok kalah dalam Pilkada Jakarta, maka Habib Rizieq bernadzar bahwa
beliau dan keluarga akan Umroh ke Mekkah dan Ziarah ke Madinah.

Ahok kalah tgl 19 April 2017, lalu tgl 28 April atas pertolongan Allah SWT
melalui bantuan Ikhwan Dermawan, beliau sekeluarga berangkat menunaikan
nadzarnya.

Tgl 5 Mei 2017 sebelum pulang ke Jakarta beliau singgah di Malaysia untuk
mengurus kuliah program S3 nya di USIM yang sempat tertunda akibat
kesibukan perjuangan di Indonesia.

Di Malaysia beliau nadzar kembali. Jika Ahok kalah dalam Sidang Penistaan
Agama di Pengadilan, maka beliau sekeluarga akan kembali Umroh ke Mekkah
dan Ziarah ke Madinah.

Tgl 9 Mei 2017, Ahok divonis dua tahun penjara. Semula beliau mau pulang
dulu ke Jakarta untuk penuhi panggilan Polda Metro Jaya yang sempat
tertunda karena saat itu bersamaan dengan hari keberangkatannya untuk
penuhi Nadzar Umrah dan Ziarah yang pertama, sekaligus akan sampaikan
protes langsung tentang pemanggilan isterinya dan keluarganya yang tidak
tahu apa-apa.

Rencananya, nanti sebelum atau sesudah Ramadhan, baru akan penuhi Nadzar
Umroh dan Ziarah yang keduanya tersebut.

Namun, di Malaysia beliau terkejut dapat berita dari Tim Pengacara dan Para
Tokoh di Indonesia bahwa Rezim Penguasa MARAH dan MURKA dengan kekalahan
Ahok di Pilkada dan Pengadilan, sehingga beliau sudah dikirimi panggilan
kedua, lalu langsung diumumkan sebagai BURONAN (DPO), bahkan sudah
diterbitkan SURAT PENJEMPUTAN PAKSA terkait status "SAKSI" dalam Kasus
Fitnah Chat Mesum.

Ditambah lagi adanya upaya POLRI minta bantuan INTERPOL untuk cari dan
tangkap Habib Rizieq di Luar Negeri, sehingga beliau jadi target bagaikan
TERORIS INTERNASIONAL atau KORUPTOR KAKAP.

Selain itu disebut-sebut juga bahwa semua Kasus Rekayasa seperti Serobot
Tanah Negara, Plesetan Campuracun, Penistaan Pancasila, Penistaan Anak
Tuhan, Penghinaan Pejabat dan Protes Simbol PKI dalam uang kertas RI,
semuanya akan diproses oleh REZIM PENGUASA sebagai POLITIK BALAS DENDAM
atas Kekalahan Ahok di Pilkada dan Pengadilan.

Karenanya, beliau dan keluarga memutuskan kembali ke TANAH SUCI untuk
memenuhi Nadzar Umrah dan Ziarah keduanya, sebelum ke depan ada "Halangan
Besar".

Sementara beliau menunaikan Nadzar Umrah dan Ziarah keduanya, maka beliau
kerahkan semua Tim Pengacara dan Pengurus FPI bersama Ormas-Ormas Islam
untuk mendatangi DPR RI dan Komnas HAM serta MUI untuk perjuangan STOP
KRIMINALISASI ULAMA & STOP POLITIK BALAS DENDAM.

Para Habaib dan Ulama serta Tokoh Islam dari berbagai daerah di Indonesia
menyerukan agar Habib Rizieq dan Keluarga jangan kembali dulu ke Indonesia
kalau hanya akan dijadikan tumbal dan bulan-bulanan POLITIK BALAS DENDAM.

Mereka minta Habib Rizieq dan Keluarga tetap di TANAH SUCI sampai
betul-betul bisa pulang dengan aman dari serangan keji REZIM PENGUASA yang
sedang panik dan kalap akibat JAGONYA kalah dalam Pilkada dan Pengadilan.

Namun Para Habaib dan Ulama serta Tokoh Islam tersebut tetap meminta agar
dari TANAH SUCI Habib Rizeq selaku Imam Besar Umat Islam Indonesia tetap
memimpin Umat Islam Indonesia melakukan perlawanan terhadap Kezaliman dan
Kebathilan serta Ketidak-adilan.

Jika Rezim Penguasa terus menerus menekan Ulama dan membela Penista Agama
serta menzholimi Umat Islam, maka bukan tidak mungkin Imam Besar Umat Islam
Indonesia Habib Muhammad Rizieq b Husein Syihab akan umumkan REVOLUSI PUTIH
untuk NKRI dari TANAH SUCI.

Semoga Allah SWT memberi JALAN KELUAR terbaik bagi para Habaib dan Ulama
serta segenap Pejuang Islam. Dan semoga Umat Islam Indonesia selalu diberi
kemenangan dalam perjuangan.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Habib Rizieq akan keliling Negara-Negara
Islam menggalang dukungan untuk Umat Islam Indonesia.
Insya Allah ... Selamat Negerinya ... Selamat Rakyatnya ...

آمِينْ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن



*(Komunitas Pecinta Habib Rizieq di Haromain)*

Kirim email ke