Kamis 18 Mei 2017, 14:14 WIB

Jokowi: Negara Lain Sudah Bicara Luar Angkasa, Kita Masih Urus Demo
Ray Jordan - detikNews
https://news.detik.com/berita/d-3504878/jokowi-negara-lain-sudah-bicara-luar-angkasa-kita-masih-urus-demo?utm_medium=cpc&utm_campaign=detikcomsocmed&utm_source=facebook&utm_content=pe&utm_term=detikcom

Jakarta - Presiden Joko Widodo berbicara tentang perubahan dunia yang sangat 
cepat. Perubahan ini harus diikuti dengan cepat pula oleh Indonesia.

Jokowi mengatakan Indonesia harus bisa mengikuti perubahan dengan mengubah pola 
kerja menjadi lebih aktif dan tidak monoton.

"Kalau kita bekerja linier, kalau kita bekerja rutinitas, pasti ditinggal. 
Kerja kita monoton, ditinggal kita. Ada internet, banyak yang baru belajar apa 
itu internet. Sudah berubah ganti mobile internet. Ganti lagi aktivisual 
intelijen. Kita belum rampung belajar satu, sudah berubah. Ini yang saya 
katakan perubahan dunia cepat karena teknologi," kata Jokowi saat meresmikan 
pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2017 di 
Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5/2017). 

Menurut Jokowi, negara lain saat ini sudah berbicara soal luar angkasa untuk 
manusia. Tapi Indonesia masih berkutat dengan persoalan unjuk rasa dan berita 
bohong alias hoax.

"Saya ingatkan Bapak-Ibu semuanya. Kita lihat, bicara masalah Tesla Mobile, 
fantastis, masa depan. Gagasan dia hyperload. Berbicara space weight bagaimana 
mengelola luar angkasa agar berguna bagi manusia. Kita masih berkutat untuk hal 
yang tidak produktif. Urusan demo, urusan fitnah, urusan hujat-menghujat yang 
selalu mengembangkan negative thinking. Suudzon terhadap yang lain. Fitnah, 
kabar bohong. Apakah ini mau diteruskan?" ungkap Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan negara lain sudah tidak lagi mengenakan uang 
tunai sebagai alat bayar. "Kalau kita lihat masalah PayPal diganti lagi Jack 
Ma. Tidak lagi kita berbicara beli barang dengan kartu kredit. Sekarang 
membayar di mal sudah pakai smartphone. Betapa kita setiap hari urusan nelayan 
cantrang nggak rampung. Urusan bibit irigasi tidak rampung. Harusnya bagaimana 
membawa kita offshore. Kita mau ke mana? Inilah yang harus kita bangkitkan. 
Mindset kita, pola pikir kita, harus kita ubah. Jangan sampai kayak kemarin. 
Saya sudah geregetan dengan masalah yang tidak produktif ini," tegasnya. 
(aan/tor) 

Kirim email ke