Res *: Monaco dan juga salah satu negara bahagian Jerman mempunyai bendera
”Merah Putih”, apakah mereka juga mengambil dari rasulullah? Bagaimana
dengan Polandia yang mempunyai bendera ”Putih Merah”?*


https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/tahukah-anda-jika-merah-putih-itu-berasal-dari-rasulullah-saw.htm#.WSSQWMYlF2E



Tahukah Anda Jika Merah-Putih Itu Berasal Dari Rasulullah SAW?



Redaksi – Senin, 19 Sya'ban 1438 H / 15 Mei 2017 14:30 WIB


Eramuslim.com – Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya berjudul Api Sejarah
menulis, bendera Republik Indonesia (RI), Sang Saka Merah Putih, adalah
Bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada bangsa Indonesia dengan
mengajarkannya kembali sejak abad ketujuh masehi atau abad kesatu Hijriah.
Masa ini bertepatan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Mansyur menyatakan para ulama membudayakan bendera merah putih dengan
berbagai sarana antara lain tiga cara berikut:

Pertama, setiap awal pembicaraan atau pengantar buku, sering diucapkan atau
dituliskan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Bukankah kapur dengan
sirih akan melahirkan warna merah? Lalu, apabila buah pinang diiris atau
dibelah, akan terlihat di dalamnya berwarna putih?

Kedua, budaya menyambut kelahiran dan pemberian nama bayi serta Tahun Baru
Islam senantiasa dirayakan dengan menyajikan bubur merah putih?

Ketiga, pada saat membangun rumah, di susunan atas dikibarkan Sang Merah
Putih. Setiap hari Jumat, mimbar Jumat di Masjid Agung atau Masjid Raya
dihiasi dengan bendera merah putih.

Mansyur pun menyatakan pendekatan budaya yang dilakukan para ulama telah
menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak sanggup melarang pengibaran
bendera merah putih oleh rakyat Indonesia.

Mansyur menegaskan bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berwarna
Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan,
Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha
masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula
timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah
Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi
yang dibuat Lembaga Alquran dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam
Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi
bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

Mansyur mengemukakan sejumlah argumen pendukung untuk memperkuat
pendapatnya, yakni merah putih adalah bendera Rasulullah Muhammad
sallallahu alaihi wasallam.

Menurut Mansyur, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam memanggil
istrinya, Siti Aisyah ra, dengan sebutan Humairah yang artinya merah.

Busana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang indah juga berwarna
merah, seperti disampaikan oleh Al Barra: “Kanan Nabiyu Saw marbua’an wa
qadra ataituhu fi hullathin hamra-a, Ma raitu syaian ahsana min hu”.

Artinya: “Pada suatu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam duduk bersila dan
aku melihatnya beliau memakai hullah (busana rangkap dua) yang berwarna
merah. Aku belum pernah melihat pakaian seindah itu”.

Mansyur pun menyatakan busana warna putih juga dikenakan Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, sedangkan pedang Sayidina Ali radi allahu anhu
berwarna merah dan sarung pedang Khalid bin Walid berwarna merah-putih.

Kirim email ke