Nesare: Eh ngomong2 pendapatnya ajeg dan prabowo ini sama. Bukan mirip lagi loh!

 

Prabowo: Munculnya radikalisme itu kalau suatu negara atau pemimpin tidak mampu 
memberikan keadilan bagi rakyat, baik di bidang ekonomi, kesejahteraan, hukum 
dan politik.

 

Ajeg: Jadi, dalam KTT yang dihadiri presiden AS ini Jokowi tidak berani 
menyebut soal keadilan, pendidikan, dan kesejahteraan, sebagai kunci mengatasi 
terorisme.

 

Nesare: koq dipersoalkan penyebab radikalisme? Apa pentingnya? Kalau sudah tahu 
penyebab radikalisme misalnya karena masalah ekonomi, mau apa? Harus menunggu 
ekonominya meningkat dulu dan radikalisme nya dibiarkan saja? Mati semua donk 
karena meningkatkan ekonomi perlu waktu dan belum tentu berhasil. Eh apalagi 
ditambah pendapat ajeg yang menolak investasi asing karena tidak sesuai 
Pancasila katanya. Tapi pasti beda dengan prabowo yang doyan investasi asing. 
Ini baru ngomong meningkatkan ekonomi, belum Pendidikan, kesejahteraan, 
keadilan dll loh!

 

Radikalisme dalam bentuk apapun adalah hasil dari suatu sintesa. Sintesa itu 
perpaduan berbagai factor. Sintesa adalah resultan dari suatu aksi yang sama 
dengan reaksi. Reaksi ini adalah bentuk ketidakmampuan berargumen.

 

Jadi radikalisme itu = tidak mampu berargumen = tidak berdaya. Ketika seseorang 
atau apa saja sudah tidak berdaya dana tau tidak mampu berargumen, terbentuklah 
radikalisme. Penyebab/factor pembentuknya menjadi tidak penting ketika 
radikalisme itu telah menimbulkan korban. Korban ini bisa positif dan negative. 
Suatu negara merdeka itu adalah hasil radikalisme yang positif bagi yang minta 
kemerdekaan dan negative bagi penjajah. Jadi baik/positif dan  buruk/negative 
tergantung sudut pandangnya mana melihatnya.

 

Dalam kasus radikalisme Islam silahkan dipertentangkan factor penyebabnya.

 

Tetapi kalau radikalisme sudah menyebabkan orang mati, itu sudah tidak ada 
gunanya. Tidak ada positifnya. Kenapa tidak ada gunanya/positifnya? Karena 
penyebab orang mati itu tidak mengerti ajaran Islam karena ajaran Islam tidak 
mengajarkan membunuh orang. Jadi segala bentuk radikalisme Islam dan 
radikalisme agama apapun itu adalah bentuk ketidak berdayaan dan tidak mampu 
berargumen. Mau gampangnya saja dengan dalih membela agama.

 

Jadi orang2 yang tidak mampu beragumen itu adalah orang2 radikal. Mau menang 
dewek!

 

Eh ngomong2 ajeg itu anak buah prabowo ya? Atau prabowo anak buah ajeg? Sama 
tuh opininya.

 

Oh ya kalau saya sama dengan pendapat Jokowi: radikalisme agama salah. Harus 
diberantas. Gak usah dipikirin factor pembentuknya. Itu urusan bersama. Tetapi 
radikalismenya harus ditolak krn tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

 

Beda kan pendapat saya dan Jokowi VS. ajeg dan prabowo?! 

 

Kentara sekali perbedaannya. Saya dan Jokowi menolak radikalisme agama. Ajeg 
dan prabowo kalau ditanya menolak atau tidak radikalisme agama, jawabannya: 
pasti menolak tapi (nah ini ada tapinya). Tapinya adalah harus dilihat faktor2 
pembentuknya: ekonomi, keadilan, Pendidikan dll. Jadi ada tersirat seakan2 
harus diurus dulu ekonomi, Pendidikan, keadilan dll sebelum menolak radikalisme 
agama. Jadi opininya ajeg dan prabowo itu adalah: yang benar adalah silahkan 
menolak radikalisme agama tetapi harus diberesin dulu factor ekonomi, 
Pendidikan, keadilan dll. Hehehehe bom plus bom bunuh diri dll akan terjadi 
dimana2 dan sepanjang waktu ajeg dan prabowo memberesi masalah ekonomi, 
Pendidikan, keadilan dll.

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, May 25, 2017 3:40 AM
To: S Manap <[email protected]>
Cc: [email protected]
Subject: Re: [GELORA45] Prabowo: Habib Rizieq warga negara yang baik

 

  

Burung yang sejenis, kumpul bersama......

 

On 25 May 2017 at 09:34, S Manap <[email protected] <mailto:[email protected]> > 
wrote:

   Dari pernyataan Prabowo ini orang akan bisa membaca isi hati maupun 
pikirannya. Bahkan orang bisa juga menduga-duga hari depan yang direncanakan 
oleh Prabowo

 

Den torsdag, 25 maj 2017 8:50 skrev "kh djie [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45]" <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

 

  

Ya, sama baiknya dengan Prabowo.......

 

2017-05-25 8:47 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] 
<mailto:[email protected]>  [GELORA45] <[email protected] 
<mailto:[email protected]> >:

  

 

https://www.eramuslim.com/ berita/nasional/prabowo-habib- 
rizieq-warga-negara-yang-baik. htm 
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/prabowo-habib-rizieq-warga-negara-yang-baik.htm>
 

 

Kamis, 29 Sya'ban 1438 H / 25 Mei 2017


Prabowo: Habib Rizieq Warga Negara Yang Baik


1 
<https://www.eramuslim.com/berita/nasional/prabowo-habib-rizieq-warga-negara-yang-baik.htm>
  

Redaksi – Kamis, 29 Sya'ban 1438 H / 25 Mei 2017 12:00 WIB

Eramuslim.com – Beberapa waktu lalu (10/5/2017), pasca kemenangan Anies-Sandi, 
Pak Prabowo mengundang 23 Dubes Uni Eropa di kediaman Pak Prabowo (yang juga 
dihadiri gubernur wakil gubernur DKI terpilih Anies-Sandi).

Tanpa diduga di antara para Dubes itu menanyakan mengenai Islam Radikal dan 
juga Habib Rizieq.

Dengan cerdas Pak Prabowo menjawab soal Isu Islam Radikal maupun soal Habib 
Rizieq .

Soal isu Islam radikalsme, Pak Prabowo mengatakan radikalisme itu bukan hanya 
ada di Islam tapi di semua agama dan terjadi di seluruh dunia.

Munculnya radikalisme itu kalau suatu negara atau pemimpin tidak mampu 
memberikan keadilan bagi rakyat, baik di bidang ekonomi, kesejahteraan, hukum 
dan politik.

Tidak ada radikalisme Islam di Indonesia, bahkan umat Islam di Indonesia sangat 
menjaga keberagaman, karena buktinya tidak pernah ada demo anti agama di luar 
Islam yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia.

Soal Habib Rizieq, Pak Prabowo mengatakan Habib adalah warga negara yang baik, 
yang berusaha menjaga dan memperjuangkan agama Islam.(kl/pi)

 

 

 



Kirim email ke