Itulah tujuan dibukanya investasi asing dalam mega proyek 'food estate' di Papua dan Kalimantan, supaya Indonesia bisa melayani kebutuhan pangan negara-negara lain. Tentu, semakin besar investasinya semakin baik layanannya. Cuma perlu pikiran yang sedikit kok untuk memodifikasi nasib Indonesia dari "kebun VOC" ke lumbung dunia.. dulu onderneming, sekarang food estate ps.kalangan ilmuwan Indonesia memakai tahun yang sama (2045) sebagai deadline apakah Indonesia akan menjadi negara maju berkat pendidikan - atau tetap sebagai negara tertinggal yang perekonomiannya tenggelam dalam lautan hutang pada seabad kemerdekaan itu. --- jetaimemucho1@... wrote:
Ah omong besar saja pak Menteri ini!!!!Sama sekali tidak kelihatan usaha ke arah itu, tanah pertanian terus menyusut, kaum tani dipaksa untuk alih profesi, menjadi buruh tani atau buruh di daerah perindustrian, dan kalau sudah kena phk jadi pekerja serabutan!!!Lagi pula, jauh amat tahun untuk mencapat targetnya itu: 2045!!! Sementara itu sudah berapa banyak manusia Indonesia yang mati dan akan mati dalam usia muda karena setengah kelaparan, makanan yang tak bergizi dan penyakit lama dan baru yang timbul karena dampak polusi!!! On Monday, June 5, 2017 10:28 AM, j.gedearka wrote: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/06/05/or23nf383-mentan-indonesia-bisa-jadi-lumbung-pangan-dunia Senin , 05 June 2017, 11:11 WIB Mentan: Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia Red: Nidia Zuraya Anis Efizudin/Antara Lahan persawahan REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman optimistis bahwa Indonesia dapat memenuhi target menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Menurut Amran, pihaknya akan meningkatkan produksi pertanian untuk 11 komoditas pangan strategis. "Ada 11 komoditas strategis, alhamdulillah sudah selesai empat. Kita selesaikan lagi tahun ini jagung, tahun depan bawang putih, tahun berikutnya apa," katanya seusai penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Senin (5/6). Amran menuturkan, strategi untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian satu per satu dilakukan karena keterbatasan anggaran dan tim dalam melakukan hal tersebut. "Tidak bisa bersamaan, karena anggaran terbatas, tim kita terbatas. Insya Allah kita bisa capai karena hari ini kita sudah buktikan pada dunia bahwa kita bisa makan beras, jagung, bawang, cabai tanpa impor," katanya. Capaian tersebut, menurut Amran, menjadi capaian yang cukup tinggi di tengah beratnya tantangan yang dihadapi. Pasalnya, ia mengklaim pemerintahan saat ini menghadapi masa sulit karena berhadapan dengan El Nino terbesar sepanjang sejarah. "Ingat, ada El Nino dahsyat, terbesar sepanjang sejarah, tapi kita bisa me-manage dengan baik," ujarnya. Sumber : Antara
