Terus terang saya juga kesel kalau membacanya, karena pernyataan yang inposible.
Tapi kita ambil positipnya saja, bulan Ramadan biar tidak emosi berlebihan
Namanya saja pimpinan harus optimis, agar rakyat semangat.
Kalau pimpinan pesimis, rakyat jadi malas terus.

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, June 06, 2017 10:03 AM
To: [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Mentan: Indonesia Bisa Jadi Lumbung 
Pangan Dunia




Sayangnya pak Mentan tidak menjelaskan lebih lanjut Indonesia bisa jadi lumbung 
pangan dunia itu melalui industrialisasi pertanian, dus maksud Mentan masa 
bodoh dgn nasib petani dari sekian banyak petani yg bisa diserap dalam 
industrialisasi paling hanya sekian persen, buruh tani tidak begitu diperlukan 
karena diganti peralatan berat.

---In [email protected]<mailto:[email protected]>, 
<jetaimemucho1@...<mailto:jetaimemucho1@...>> wrote :
Ah omong besar saja pak Menteri ini!!!!Sama sekali tidak kelihatan usaha ke 
arah itu, tanah pertanian terus menyusut, kaum tani dipaksa untuk alih profesi, 
menjadi buruh tani atau buruh di daerah perindustrian, dan kalau sudah kena phk 
jadi pekerja serabutan!!!Lagi pula, jauh amat tahun untuk mencapat targetnya 
itu: 2045!!! Sementara itu sudah berapa banyak manusia Indonesia yang mati dan 
akan mati dalam usia muda karena setengah kelaparan, makanan yang tak bergizi 
dan penyakit lama dan baru yang timbul karena dampak polusi!!!

On Monday, June 5, 2017 10:28 AM, "'j.gedearka' 
j.gedearka@<mailto:j.gedearka@>... [GELORA45]" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:





http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/06/05/or23nf383-mentan-indonesia-bisa-jadi-lumbung-
pangan-dunia
Senin , 05 June 2017, 11:11 WIB
Mentan: Indonesia Bisa Jadi Lumbung
Pangan Dunia
Red: Nidia Zuraya
Anis Efizudin/Antara
Lahan persawahan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman 
optimistis bahwa Indonesia dapat memenuhi target menjadi lumbung pangan dunia 
pada 2045. Menurut Amran, pihaknya akan meningkatkan produksi pertanian untuk 
11 komoditas pangan strategis.

"Ada 11 komoditas strategis, alhamdulillah sudah selesai empat. Kita selesaikan 
lagi tahun ini jagung, tahun depan bawang putih, tahun berikutnya apa," katanya 
seusai penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di 
Jakarta, Senin (5/6).

Amran menuturkan, strategi untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian satu 
per satu dilakukan karena keterbatasan anggaran dan tim dalam melakukan hal 
tersebut. "Tidak bisa bersamaan, karena anggaran terbatas, tim kita terbatas. 
Insya Allah kita bisa capai karena hari ini kita sudah buktikan pada dunia 
bahwa kita bisa makan beras, jagung, bawang, cabai tanpa impor," katanya.

Capaian tersebut, menurut Amran, menjadi capaian yang cukup tinggi di tengah 
beratnya tantangan yang dihadapi. Pasalnya, ia mengklaim pemerintahan saat ini 
menghadapi masa sulit karena berhadapan dengan El Nino terbesar sepanjang 
sejarah.

"Ingat, ada El Nino dahsyat, terbesar sepanjang sejarah, tapi kita bisa 
me-manage dengan baik," ujarnya.
Sumber : Antara






404 Page Not Found
The page you requested was not found.



Kirim email ke