*Apa usaha Susi dan rezim berkuasa untuk mencegah ”over fishing”?*

http://www.antaranews.com/berita/630596/susi--ekspor-perikanan-peringkat-tiga-se-asia-tenggara?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news



*Susi : ekspor perikanan peringkat tiga se-Asia Tenggara*

Senin, 22 Mei 2017 05:10 WIB | 6.699 Views

Pewarta: Heri Sidik

[image: Susi : ekspor perikanan peringkat tiga se-Asia Tenggara]

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/Hendra
Nurdiyansyah)

Bantul (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
mengatakan ekspor perikanan Indonesia menduduki peringkat tiga se-Asia
Tenggara.

"Padahal kita (Indonesia) nomor dua di dunia untuk panjang pantainya. Itu
kan kontradiksi dan ironi, kita tidak boleh diam saja," katanya di
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

Karena itulah, kata Susi dalam acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun
(HUT) Ke-44 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Pantai Depok, ia
bertindak tegas dalam menjalankan kebijakan memerangi pencurian ikan.

Susi mengaku tidak mudah untuk melenyapkan praktik pencurian ikan karena
harus mengurangi mata rantai selama beberapa dekade berjalan, agar
setidaknya produksi perikanan Indonesia menjadi lebih baik.

Pencurian ikan besar-besaran, menurut Susi juga berimbas pada menurunnya
jumlah rumah tangga nelayan. Hasil sensus 2003 tercatat 1,6 juta rumah
tangga, sedangkan pada 2013 tinggal 800 ribu rumah tangga.

"Ini karena jadi nelayan tidak lagi hidup akibat ikan tidak ada lagi, makin
susah. Saya bisa cerita karena saya alami sendiri," kata Susi.

Seiring dengan berkurangnya jumlah rumah tangga nelayan, lanjut dia,
ratusan perusahaan perikanan atau eksportir harus gulung tikar.

Oleh karena itu, kata dia, selain melarang pencurian ikan juga perlu
larangan menjual benih-benih ikan lobster ke tengkulak untuk dieskpor.

Susi mengharapkan para nelayan yang tergabung dalam HNSI segera
berkonsolidasi mengingat sudah hampir tiga tahun pemerintahan yang baru
melakukan beberapa program melalui KKP dalam jaga visi misi Presiden Jokowi.

Ia mengatakan visi dan misi Presiden Jokowi di antaranya adalah menjadikan
Indonesia sebagai poros maritim dunia, juga menjadikan laut sebagai masa
depan bangsa.

"Itu berarti bangsa ini harus menggantungkankan diri kepada laut, berarti
laut kita harus kaya ikan dan harus hidup untuk masa depan bangsa kita,"
katanya.

(T.KR-HRI/S024)

Kirim email ke