Pada Rabu, 7 Juni 2017 11:10, Mohammad Kasim <[email protected]> menulis:
TOP NEWS | TERKINI | RILIS PERS | RSSKetentuan PenggunaanTentang KamiTWITTER |
FACEBOOK | REGISTER | SIGN INRabu, 7 Juni 2017
- HOME
- NASIONALUMUMPOLKAMHUKUMPENDIDIKANKESEHATANNAKERUNIK
- INTERNASIONAL
- EKONOMI
- OLAHRAGA
- HIBURAN
- TEKNOLOGI
- WARTA BUMI
- ARTIKEL
- OTOMOTIF
- FOTO
- ANTARA TV
- ENGLISH
UKP PIP akan sosialisaksikan Pancasila dari bawah
Rabu, 7 Juni 2017 15:55 WIB | 146 ViewsPewarta: Desca Lidya NataliaKepala
Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif
(kiri) bersama para dewan pengarah yaitu (kiri ke kanan) Mayjen TNI (Purn)
Wisnu Bawa Tenaya, Said Aqil Siradj, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ma'ruf
Amin, Megawati Soekarnoputri, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Andreas Anangguru
Yewangoe, Sudhamek, dan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif berfoto
bersama usai pelantikan UKP-PIP di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6/2017).
Pelantikan tersebut tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54
Tahun 2017 sebagai payung hukum pembentukan UKP PIP. (ANTARA/Rosa Panggabean)
Saya kira mereka tidak akan statis, mereka kan selalu mengaktualisasikan."
Jakarta (ANTARA News) - Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP
PIP) akan mensosialisasikan Pancasila dari tingkat bawah agar makna Pancasila
lebih terealisir, kata anggota Dewan Pengarah UKP PIP Andreas Anangguru
Yewangoe.
"Saya kira yang mau dicapai oleh Peraturan Presiden dengan pembentukan unit
ini, bagaimana Pancasila itu sungguh-sungguh tersosialisasi bukan dari atas,
tapi dari bawah," ujarnya di Kompleks Istana Presiden RI, Jakarta, Rabu.
Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) itu dilantik Presiden
Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara bersama dengan delapan orang anggota
Dewan Pengarah UKP PIP dan seorang Kepala Eksekutif UKP PIP.
"Saya ambil contoh, ini bukan contohnya Presiden, tapi contoh dari saya,
misalnya bagaimana agar di sekolah suasana Pancasila itu diciptakan, kan di
Sumatera Barat ada guru sekolah tidak mengizinkan anak yang nonmuslim membaca
pembukaan UUD. Ini sangat tidak Pancasilais. Ini contoh kecil, tapi dampaknya
besar," ungkap Andreas.
Andreas juga menilai bahwa anggota Dewan Pengarah punya pemikiran yang dinamis
mengenai Pancasila, meski mereka sudah berusia lebih dari 50 tahun.
"Saya kira tidak usah dilihat dari mereka itu sepuh, tapi lihat juga cara
berpikir mereka. Saya kira mereka tidak akan statis, mereka kan selalu
mengaktualisasikan," ujarnya.
Ia meyakini pendekatan yang dilakukan oleh UKP PIP tidak akan sama dengan
metode Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang dilakukan Orde
Baru.
"Bentuknya pasti tidak sama dengan P4, tapi persisnya kan ini baru terbentuk,
apalagi ada badan di bawah pengarah, jadi merekalah yang kira-kira akan lebih
implementatif," ungkap Andreas.
Sementara itu, Kepala Eksekutif UKP PIP Yudi Latief menambahkan: "Perpres
memandatkan peninjauan sistem pengajaran Pancasila di sekolah, peran komunitas
harus diperkuat. Supaya unit hanya jangan semacam sosialisasi, pembekalan,
tetapi juga pengukuran penerapan pancasila ke dalam berbagai indikator. Jangan
abstrak, teoritis."
Preside Jokowi hari ini melantik sembilan orang di Dewan Pengarah UKP PIP,
yakni Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Jendral TNI
(Purn) Try Sutrisno, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Muhammad Mahfud MD,
mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) KH Maruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(PBNU), KH Said Aqil Siradj.
Kemudian, mantan Ketua Umum PGIPHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan
Ketua Umum Majelis Buddhayana Indonesia sekaligus CEO Garudafood Group Sudhamek.
Kepala UKP PIP adalah cendekiawan yang juga penulis buku "Negara Paripurna"
Yudi Latief, yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Pancasila (PSP)
Universitas Pancasila.
Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit
Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Lembaga baru itu ditugaskan untuk
memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi
dengan program-program pembangunan termasuk pengentasan kemiskinan, pemerataan
kesejahteraan dan berbagai program lainnya.
Editor: Priyambodo RHCOPYRIGHT © ANTARA 2017Berita Lainnya
Komentar Yudi Latief sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi
Pancasila
Megawati pimpin Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila
Presiden lantik pejabat UKP Pembinaan Ideologi Pancasila
MPR ajak warganet membumikan Pancasila
Harus pancasilais, syarat calon peserta Pilkada dari Hanura
Megawati ungkapkan rasa syukur Hari Lahir Pancasila
Ketua MPR: Gunakan medsos untuk merangkul, bukan memukul
Ketua MPR: Hadirkan nilai Pancasila di bidang ekonomi
Komentar Pembaca500 Karakter TersisaTopik Pilihan#
Krisis Diplomatik Qatar
#
Bom di Kampung Melayu
#
Ledakan di Konser Ariana Grande
#
HTI Dibubarkan
#
Tahanan Lapas Pekanbaru Kabur
#
Tragedi Novel Baswedan
#
Kasus Korupsi e-KTP
#
Operasi Pemberantasan Pungli
Pengasingan Diplomatik QatarKrisis diplomatik Qatar pengaruhi bisnis biro
perjalanan hajiHubungi para menlu Timteng, RI siap bantu atasi krisis
diplomatik QatarPeretas Rusia dituduh tanam berita palsu di balik krisis
TelukMUI desak sidang darurat OKI terkait QatarJamaah umrah pengguna Qatar
Airways tak perlu khawatirTerpopuler
- Megawati pimpin Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila 3.072 views
- Densus 88 tangkap terduga teroris di Gunung Kidul 2.506 views
- Ketua MPR : gunakan media sosial secara benar 2.431 views
- Kriminolog: terorisme atas nama agama ancaman nyata 2.324 views
- Indonesia mesti independen soal krisis diplomatik Qatar 2.279 views
Top NewsUKP PIP akan sosialisaksikan Pancasila dari bawahHubungi para menlu
Timteng, RI siap bantu atasi krisis diplomatik QatarDewan Pengarah UKP PIP
diharapkan jadi jembatan komunitasAmien Rais temui pemimpin DPR bahas Pansus
KPKBuya Maarif: Kepercayaan publik terhadap Pancasila jadi
tantanganwww.antaranews.com
Copyright © 2017Top NewsFokus
BeritaNasionalInternasionalEkonomiOlahragaHiburanTeknologiWarta
BumiArtikelFotoTVOtomotifBolaForum PembacaRilis PersGoogle+Ketentuan
PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS
-
-
-
-
-
-
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email
to [email protected].
To post to this group, send email to [email protected].
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.