Pertanda si Din boleh jadi modin, atau boleh jadi jin...........

2017-06-08 13:52 GMT+02:00 'Chan CT' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> *From:* B.DORPI P.
> *Sent:* Thursday, June 8, 2017 10:38 AM
>
> https://seword.com/umum/posisi-din-syamsudin-di-ukp-
> pip-diganti-kh-said-aqil-shiradj-pertanda-apa/ on June 7, 2017 Posisi Din
> Syamsudin di UKP-PIP Diganti KH. Said Aqil Shiradj, Pertanda Apa? By saefudin
> achmad
>
> Presiden Jokowi baru saja melantik Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden
> Pembinaan Ideologi Pancasila ( UKP-PIP). Pelantikan berlangsung di Istana
> Negara, Jakarta, Rabu (7/6/2017).
>
> Untuk posisi Kepala UKP-PIP, Jokowi memercayakan kepada Yudi Latif.
> Sementara, untuk posisi Pengarah, Jokowi memilih 9 orang, dua di antaranya
> adalah Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden ke-6 Try
> Sutrisno.
>
> Selain itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, Ketua
> Umum PBNU KH. Sa’id Aqil, Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, dan mantan Ketua
> Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Ada pula tokoh Kristen Andreas Annangguru
> Yewangoe, tokoh yang mewakili agama Hindu Wisnu Bawa Tenaya, dan serta
> perwakilan agama Budha, Sudhamek.
>
> Ada hal yang menarik dari nama-nama yang dilantik oleh Jokowi. Nama Din
> Syamsudin tidak lagi termasuk dari anggota UKP-PIP. Posisinya digantikan
> oleh KH. Said Aqil Shiradj. Simak informasi berikut.
>
> Presiden Jokowi mencabut Din Syamsudin dari daftar dewan pengarah Unit
> Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Din Syamsuddin
> akhirnya diganti oleh KH. Said Aqil Siradj.
>
> Pencabutan ini dilakukan sebelum Keputusan Presiden (Keppres) Nomor
> 31/M/2017 tentang pengangkatan pengarah dan kepala Unit Kerja Presiden
> Pembinaan Ideologi Pancasila diterbitkan.
>
> Pencabutan nama Din Syamsuddin dibenarkan Ketua UKP-PIP, Yudi Latief. Yudi
> mengatakan, Din Syamsuddin sengaja dicopot dari daftar dewan pengarah
> UKP-PIP karena akan mendapat tugas lain dari Kepala Negara yang rencananya
> juga akan dibentuk lembaga lain kayak Dewan Kerukunan Nasional.
>
> Jika Din Syamsuddin masuk dalam struktur UKP-PIP, maka akan terjadi
> penumpukan tokoh Islam dari organisasi Muhammadiyah. Sebab selain Din
> Syamsuddin, Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi’i
> Ma’arif juga masuk dalam daftar dewan pengarah UKP-PIP.
>
> “Jadi tokoh agama lain mungkin supaya tidak overlapping. Sebagian di unit
> ini, sebagian di rencana-rencana yang lain,” terangnya.
>
> Ketika ditanya apakah Din Syamsuddin akan dimasukkan dalam struktur Dewan
> Kerukunan Nasional, Yudi mengaku belum tahu.
>
> “Belum ada penjelasan, tapi konon ada ini tersendiri lah, tugas
> tersendiri,” tutupnya.
>
> Digantikannya posisi Din Syamsudin oleh KH. Said Aqil Shiradj terlihat
> bukan sebuah kebetulan. Jika alasan posisi Din Syamsudin diganti oleh KH.
> Said Aqil Shiradj manurut Yudi Latief karena akan ditempatkan ke posisi
> lain, alasan ini juga janggal. Mengapa tidak KH. Said Aqil Shiradj saja
> yang ditempatkan di posisi yang lain? Apalagi, posisi yang dimaksud oleh
> Yudi Latif baru sebatas rencana.
>
> Alasan bahwa jika Din Syamsudin tetap berada di UKP-PIP, maka akan terjadi 
> *overlapping
> *tokoh Muhamddiyah dimana di UKP-PIP sudah ada Ahmad Syafi’i Ma’arif juga
> mudah dibantah. Pasalnya, meskipun KH. Ma’ruf Amin disebut mewakili MUI,
> namun secara organisasi beliau adalah Ro’is Am NU. Maka ketika KH. Said
> Aqil Shiradj masuk UKP-PIP menagapa tidak dikatakan *overlapping* tokoh
> NU? Apalagi di situ juga ada Mahfud MD yang secara amaliyah masuk kategori
> orang NU.
>
> Nalar saya mengatakan bahwa digantikannya posisi Din Syamsudin oleh KH.
> Said Aqil Shiradj bukan tanpa alasan. Sikap-sikap yang ditunjukkan oleh Din
> Syamsudin belakangan ini yang kemungkinan membuat Jokowi lebih memilih KH.
> Said Aqil Shiradj.
>
> Sikap yang ditunjukkan oleh Din Syamsudin belakangan memang terlihat
> memicu pro dan kontra. Tak lama setelah  Jokowi meresmikan Masjid KH.
> Hasyim Asy’ari, Din Syamsudin menyurati Jokowi.  Dalam surat terbuka yang
> ditujukan kepada Presiden Jokowi untuk meminta agar menunda peresmian
> Masjid KH Hasyim Asy’ari yang berada di bilangan Daan Mogot, Ketua Dewan
> Pertimbangan MUI/Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah M Din Syamsuddin, sempat
> menyebut istilah ‘Masjid Dhirar’. Di dalam surat terbuka yang tersebar luas
> semenjak kemarin itu, ‘Din Syamsuddin’ mengartikan istilah ‘Masjid Dhirar’
> sebagai masjid yang membahayakan.
>
> Tuduhan Din Syamsudin bahwa Masjid KH. Hasyim Asy’ari sebagai masjid
> dhirar tentu sangat menyakitkan kubu pemerintah. Masjid dhirar memiliki
> pengertian sebagai masjid yang dibangun oleh orang munafik. Dengan
> mengatakan Masjid KH. Hasyim Asy’ari sebagai masjid dhirar, maka secara
> tidak langsung Din Syamsudin meyebut bahwa pemerintah adalah orang munafik.
>
> Entah atas dasar apa Din Syamsudin sampai berkesimpulan bahwa ada
> kemungkinan bahwa masjdi KH. Hasyim Asy’ari adalah masjid dhirar. Padahal,
> ulama-ulama di atas beliau tetap kalem, *adem  ayem*, serta mengapresiasi
> pemerintah yang telah membangunkan masjid. Mereka justru berterima kasih
> kepada pemerintah.
>
> Alasan-alasan itu yang menurut nalar saya yang membuat Jokowi memilih KH.
> Said Aqil Shiradj untuk menempati posisi Din Syamsudin di UKP-PIP. Nalar
> saya tentu bisa jadi benar bisa jadi salah. Silahkan pembaca seword
> berpendapat mengapa posisi Din Dyamsudin digantikan oleh KH. Said Aqil
> Shiradj.
>
>
>
> Sumber:
> http://nasional.kompas.com/read/2017/06/07/09380281/ada.
> megawati.dan.ma.ruf.amin.ini.9.pengarah.ukp.pancasila
>
> https://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-copot-nama-
> din-syamsuddin-dari-daftar-dewan-pengarah-ukp-pip.html
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke