Yah, kalau mau damai, membubarkan diri saja secara sukarela ..................
On 10 June 2017 at 07:44, Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Kalau sudah terpukul, barulah minta damai. Mestinya sebelum melakukan > sebuah tindakan, terutama dalam soal makar, ingin me numbangkan > pemerintahan yang sah dengan pilihan rakyat, haruslah berfikir dengan > tenang, jangan serampangan. Bukankah fikir itu pelita hati? > Pemerintah harus berhati-hati dalam hal ini. Jangan segera memakan umpan > yang diberikan oleh Presidium Alumni 212 untuk berdamai. Pemerintah sudah > memutuskan untuk membubarkan HTI dan ormas anti Pancasila lainnya. Hal ini > harus segera dilakukan untuk memupuk kepercayaan rakyat kepada pemerintah. > Kalau hal ini tidak segera dilakukan, maka warga akan merasa hambar > terhadap pemerintah, karena rasa aman mereka sudah terganggu oleh ulah HTI > dan FPI. > > > Pada Sabtu, 10 Juni 2017 7:24, "'Tsasando' [email protected] > [wahana-news]" <[email protected]> menulis: > > > > http://nasional.kompas.com/read/2017/06/09/13024481/ > komnas.ham.sebut.presidium.alumni.212.ingin.berdamai.dengan.pemerintah > > Komnas HAM Sebut Presidium Alumni 212 Ingin Berdamai dengan Pemerintah > *KRISTIAN ERDIANTO* > Kompas.com - 09/06/2017, 13:02 WIB > > *JAKARTA, KOMPAS.com -* Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai > mengungkapkan bahwa presidium alumni 212 dan tim advokasi komunitas muslim > meminta rekonsiliasi atau perdamaian dengan pemerintah. > Hal itu dia ungkapkan dalam pertemuan dengan jajaran pejabat Kementerian > Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan di Jakarta, Jumat (9/6/2017). > Pigai menuturkan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari pemantuan dan > penyelidikan oleh Komnas HAM terkait laporan dugaan kriminalisasi ulama > alumni 212 dan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). > "Jadi hasil pertemuan tadi menindaklanjuti permintaan dari presidium > alumni 212, termasuk pengacaranya komunitas muslim Habib Rizieq, Sekjen > Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khathtath, aktivis Sri Bintang Pamungkas > dan Bu Rachmawati," ujar Pigai saat ditemui usai pertemuan. > "Komnas HAM melakukan pemantau dan penyelidikan dalam perjalanan > penyelidikan itu, tim advokasi komunitas muslim mau melakukan rekonsiliasi > dan perdamaian," kata dia. > (baca: Kapolda Metro: Buat Apa Beking Rizieq? Nanti Malu > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/08/15583321/kapolda.metro.buat.apa.beking.rizieq.nanti.malu> > ) > Menurut Pigai, tim advokasi komunitas muslim meminta Komnas HAM memediasi > proses rekonsiliasi dan perdamaian dengan pemerintah. > Permintaan itu ditindaklanjuti Komnas HAM dengan menyurati instansi > pemerintah terkait, yakni Kemenko Polhukam, Polri, BIN, Kemendagri dan > Kejaksaan Agung. > Proses rekonsiliasi, lanjut Pigai, penting untuk dilakukan sebab dia > menilai saat ini dugaan kriminalisasi ulama telah menyebabkan fragmentasi > sosial dan terganggunya integritas nasional. > (baca: Kapolda Metro: Sudahlah Rizieq Pulang, Hadapi, Kok Takut Banget > Sih? > <http://megapolitan.kompas.com/read/2017/06/08/15261601/kapolda.metro.sudahlah.rizieq.pulang.hadapi.kok.takut.banget.sih.> > ) > Pigai meminta Menko Polhukam Wiranto menyampaikan hal tersebut kepada > Presiden dan berharap pemerintah menghentikan proses hukum terhadap > beberapa ulama alumni 212. > "Kami menghormati proses hukum yang ada di kepolisian, tapi kami meminta > presiden menghentikan proses hukum di kepolisian. Komunitas muslim > menginginkan adanya perdamaian. Mari kita menutup kegaduhan nasional," > ucapnya. > Dalam pertemuan tersebut hadir Sesmenko Kemenko Polhukan Yayat Sudrajat, > Komisioner Komnas HAM Hafid Abbas dan Komisioner Komnas HAM Siane Indriani. > PenulisKristian Erdianto > EditorSandro Gatra > > > > >
