Pada Sabtu, 10 Juni 2017 7:21, "'Tsasando' [email protected] 
[wahana-news]" <[email protected]> menulis:
 

     
https://www.merdeka.com/peristiwa/bola-panas-kasus-habib-rizieq-mengarah-ke-jokowi.html
    
Bola panas kasus Habib Rizieq mengarah keJokowi
 Sabtu, 10 Juni 2017 08:05Reporter : Wisnoe Moerti    Merdeka.com - Bola panas 
kasus chatberkonten pornografi yang menyeret nama pimpinan Front Pembela Islam 
RizieqSyihab sebagai tersangka, mengarah ke Presiden Jokowi. Sejak kasus ini 
mencuat,barisan pembela Habib Rizieq menuding ada pihak-pihak yang 
mengkriminalisasi ulamadan aktivis Islam. Ketua Presidium alumniaksi 212 
Ansufri Idrus Sambo termasuk salah satu yang bersuara keras di tengahkasus 
Rizieq. Dia menilai, kegaduhan di negeri ini terjadi karena adanyakriminalisasi 
terhadap ulama. Dia yakin, tidak akan terjadi kegaduhan jikapemerintah dan 
aparat kepolisian tidak melakukan kriminalisasi terhadap ulamadan aktivis 
Islam. Sambo mengingatkan Jokowi agar menghentikan kegaduhan ini.Dia khawatir 
umat muslim kembali bergerak dengan 'sasaran tembak' pemerintahyang berkuasa. 
"Kita sudah capeklah berjuang pasPilkada kemarin sampai Ahok dipenjara. Jangan 
sampai umat bergeraklagi, ini nanti sasarannya Presiden. Kalau kemarin kan baru 
sampai ke tingkatGubernur. Ini berbahaya, bisa menyebabkan perpecahan konflik 
horizontal, Iniberbahaya," katanya di halaman masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 
(9/6). Dia berharap Presiden Joko Widodo bisamengambil keputusan yang sangat 
penting terkait kasus yang membelit RizieqSyihab. "Kami berharap pak Jokowi di 
bulan Ramadan ini mengambil keputusanmembuat kebijakan yang sangat penting 
yaitu membebaskan para ulama kita,aktivis yang dikriminalisasi, jangan ada 
politik balas dendam," ujarSambo. Sambo juga menuding, rezimpenguasa telah 
melakukan kriminalisasi terhadap para ulama. Bahkan, penetapansebagai tersangka 
Rizieq yang penuh intrik menambah daftar kriminalisasiterhadap para tokoh ulama 
dan aktivis selama pemerintahan Jokowi. Presidendinilai tidak membuat suasana 
menjadi kembali kondusif, justru sebaliknya. "Sayang lagi-lagisangat 
disayangkan. Di tengah harapan besar kami, bukannya bapak Presidenmenyiramkan 
air, malah justru menyiramkan bensin ke dalam hati, yang malahmakin memperkeruh 
suasana, bahkan menambah akselerasi potensi perpecahansemakin kuat, dengan 
menetapkan Habib Rizieq tersangka dalam kasus pornografiyang sangat kental 
rekayasa hukum," ujarnya di Masjid Baitur Rahman,Tebet, Jakarta Selatan, Rabu 
(31/5). Bahkan mereka memintaWakil Presiden Jusuf Kalla agar menasihati Jokowi. 
Selain itu, mereka akanmeminta masukan dan memohon bantuan untuk membujuk 
Jokowi melakukan intervensidalam kasus chat pornografi ini. "Kita berharap 
PakJusuf Kalla akan memberikan pencerahan-pencerahan kepada Bapak Jokowi. 
Kitadatang ke Jusuf Kala, kita datang sebagai orangtua, mudah-mudahan Pak 
Jokowibisa dinasihati Pak Jusuf Kalla," ujarnya. Gerakan Nasional PengawalFatwa 
Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menilai aksi kriminalisasi terhadapulama, 
tokoh oposisi maupun aktivis Islam terus terjadi secara massif. GNPFmenduga 
kasus yang yang belakangan ini terjadi sarat dengan rekayasa. Tujuannyaagar 
masyarakat menilai negatif peran ulama, pimpinan oposisi dan aktivisIslam. 
Ketua GNPF Bachtiar Nasirmenuding ada pihak-pihak yang mengarahkan pandangan 
bahwa ulama dan aktivisIslam seolah-olah antiPancasila, keberagaman atau 
kebhinekaan, dan keutuhanNKRI. Lagi-lagi, mereka meminta Jokowi turun tangan. 
"Menyerukan kepadaPresiden Joko Widodo untuk segera mengambil langkah-langkah 
serius gunamenghentikan kriminalisasi terhadap ulama, tokoh oposisi maupun 
aktivisIslam," ujar Bachtiar Nasir melalui siaran pers yang diterima, 
Selasa(6/6). Kuasa hukum Rizieq Syihabjuga melempar bola panas ke Presiden 
Jokowi. Menurutnya, penetapkan tersangkakasus chat berkonten pornografi kepada 
kliennya sebagai bagian dari upayakriminalisasi. Penetapan ini membuat tim 
kuasa hukum Rizieq merasa pemerintahmelakukan kriminalisasi. "Kita minta 
PresidenJokowi dengan amat sangat demi persatuan bangsa kita, 
janganlahmengkriminalisasi ulama ini," kata kuasa hukum Rizieq, Eggi Sudjana, 
dibilangan Petamburan, Jakarta, Senin (29/5). Pihak Istana tak tinggaldiam. 
Berkali-kali pemerintah dan polisi menyatakan bahwa kasus Rizieq murnihukum, 
tidak ada kaitan dengan pemerintah. Sekretaris Kabinet Pramono Anungmenegaskan 
tidak ada upaya kriminalisasi terhadap Rizieq dalam kasus itu.Penetapan 
tersangka merupakan murni penegakan hukum. "Kalau seseorang yangbersalah secara 
hukum, baik itu umat atau pun siapa pun menteri, termasuk parapejabat, ya dia 
bertanggungjawab terhadap hal itu," ujar Pramono diKompleks Istana 
Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/5). "Jadi tidak ada samasekali kriminalisasi 
terhadap ulama," tegas Pramono. Pramono mengingatkan,Indonesia adalah negara 
berlandaskan hukum. Setiap kasus yang terjadi harusdiproses sesuai dengan hukum 
yang berlaku. "Negara kita kannegara hukum, dan proses hukum itu proses yang 
terbuka. Sehingga dengandemikian kalau memang seseorang yang bersalah, ya 
bersalah saja. Kalau enggakbersalah ya enggak bersalah," kata politikus Partai 
Demokrasi IndonesiaPerjuangan (PDI Perjuangan) ini. [noe]      #yiv7818360042 
#yiv7818360042 -- #yiv7818360042ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-mkp #yiv7818360042hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mkp #yiv7818360042ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mkp .yiv7818360042ad 
{padding:0 0;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mkp .yiv7818360042ad p 
{margin:0;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mkp .yiv7818360042ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-sponsor 
#yiv7818360042ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-sponsor #yiv7818360042ygrp-lc #yiv7818360042hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-sponsor #yiv7818360042ygrp-lc .yiv7818360042ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7818360042 #yiv7818360042actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7818360042
 #yiv7818360042activity span {font-weight:700;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7818360042 #yiv7818360042activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7818360042 #yiv7818360042activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7818360042 #yiv7818360042activity span 
.yiv7818360042underline {text-decoration:underline;}#yiv7818360042 
.yiv7818360042attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7818360042 .yiv7818360042attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7818360042 .yiv7818360042attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7818360042 .yiv7818360042attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7818360042 .yiv7818360042attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7818360042 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7818360042 .yiv7818360042bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7818360042 
.yiv7818360042bold a {text-decoration:none;}#yiv7818360042 dd.yiv7818360042last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7818360042 dd.yiv7818360042last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7818360042 
dd.yiv7818360042last p span.yiv7818360042yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7818360042 div.yiv7818360042attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7818360042 div.yiv7818360042attach-table 
{width:400px;}#yiv7818360042 div.yiv7818360042file-title a, #yiv7818360042 
div.yiv7818360042file-title a:active, #yiv7818360042 
div.yiv7818360042file-title a:hover, #yiv7818360042 div.yiv7818360042file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7818360042 div.yiv7818360042photo-title a, 
#yiv7818360042 div.yiv7818360042photo-title a:active, #yiv7818360042 
div.yiv7818360042photo-title a:hover, #yiv7818360042 
div.yiv7818360042photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7818360042 
div#yiv7818360042ygrp-mlmsg #yiv7818360042ygrp-msg p a 
span.yiv7818360042yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7818360042 
.yiv7818360042green {color:#628c2a;}#yiv7818360042 .yiv7818360042MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7818360042 o {font-size:0;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042photos div {float:left;width:72px;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7818360042
 #yiv7818360042reco-category {font-size:77%;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042reco-desc {font-size:77%;}#yiv7818360042 .yiv7818360042replbq 
{margin:4px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-mlmsg select, #yiv7818360042 input, #yiv7818360042 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-mlmsg pre, #yiv7818360042 code {font:115% 
monospace;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-mlmsg #yiv7818360042logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-msg 
p#yiv7818360042attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-reco #yiv7818360042reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-sponsor 
#yiv7818360042ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-sponsor #yiv7818360042ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-sponsor #yiv7818360042ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7818360042 #yiv7818360042ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7818360042 
#yiv7818360042ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7818360042 

   

Kirim email ke