*Apakah Dubes RI melakukan pemeriksaan perbatasan antara Saudi dan Qatar
ataukah Dubes RI telah menjadi jurubicara untuk Arab Saudi?*


http://www.antaranews.com/berita/634674/dubes-ri-bantah-rumor-ada-konsentrasi-pasukan-di-perbatasan-saudi-qatar



*Dubes RI bantah rumor ada konsentrasi pasukan di perbatasan Saudi-Qatar*

Senin, 12 Juni 2017 03:00 WIB | 1.107 Views

Pewarta: Zeynita Gibbons


Peta sejumlah negara kawasan Jazirah Arab. (Repro: World Atlas)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Qatar Marsekal Madya TNI (Purn)
Muhammad Basri Sidehabi membantah rumor ada konsentrasi pasukan di
perbatasan Arab Saudi-Qatar menyusul krisis diplomatik kedua negara.

Menjawab rumor itu, mantan Irjen TNI ini mengirim tim guna melihat
perkembangan di perbatasan kedua negara secara langsung dan memerifikasi
serta mengupdate informasi mengenai prosedur imigrasi melintasi perbatasan.

"Berdasarkan pantauan, kondisi perbatasan aman dan terkendali. Rumor yang
beredar mengenai mobilisasi pengerahan militer ternyata tidak terbukti,"
kata Basri menenangkan WNI di Qatar dalam acara Nuzulul Quran di KBRI ini,
seperti disampaikan Minister Counsellor KBRI Doha Boy Dharmawan kepada
Antara, Senin.

"Imigrasi Qatar masih mengijinkan setiap pemegang paspor Saudi untuk
melintasi perbatasannya. Namun terjadi penurunan lalu lintas yang cukup
drastis di perbatasan sekitar 75 persen. Apalagi mengingat sebelumnya
sekitar 40 persen kebutuhan impor Qatar melalui perbatasan darat Saudi,"
sambung Basri.

Ketua Indonesia Muslim Society in Qatar (IMSQA) Abdullah lega mendengarkan
paparan Basri dan berterima kasih kepada Dubes Basri karena memfasilitasi
acara Nuzulul Quran sekaligus memberikan paparan bagi WNI agar tetap tenang
dalam menghadapi konflik di Qatar.

"Kami merasa tenang dengan upaya yang dilakukan KBRI," kata Abdullah.

250 WNI di Qatar dari 51 organisasi masyarakat Indonesia di Qatar menggelar
doa bersama agar krisis diplomatik Arab-Qatar segera berakhir.

Peringatan Nuzulul Quran adalah rangkaian dari kegiatan Ramadan yang
dilakukan Komunitas Indonesia yang dikoordinasikan Indonesia Muslim Society
in Qatar (IMSQA) pimpinan Abdullah dan Persatuan Masyarakat Indonesia di
Qatar (Permiqa) yang menjadi wadah bagi sekitar 40 ribu WNI yang dipimpin
Edwin Kurniawan.

Acara ini adalah rangkaian acara komunitas diaspora Indonesia di berbagai
kota di Qatar seperti Dukhan, Messaid, Wakrah, Alkhor dan Doha,

Pada acara ini Muhammad Basri meminta masyarakat Indonesia memdoakan agar
konflik di Timur Tengah segera memperoleh solusi yang baik untuk kawasan
Timur Tengan, khususnya bagi umat Islam.

Basri mengatakan Presiden Jokowi telah menelepon Emir Qatar Sheikh Tamim
bin Hamad Al-Thani pada 9 Juni lalu, guna menyampaikan komitmen Indonesia
untuk berperan dalam penyelesaian konflik melalui dialog. Sebelumnya Menlu
Retno juga singgah ke Qatar dan berkomunikasi dengan Menlu Qatar Sheikh
Muhammad Al-Thani dan sekaligus melihat kesiapan KBRI dalam mengakhiri
konflik ini.

Menurut Boy, KBRI telah membentuk Satuan Tugas khusus guna memastikan
kesiapan staf KBRI dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI.
Selain itu, KBRI juga telah memikirkan langkah antisipasi guna melindungi
WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar.

KBRI menghimbau WNI segera memperbarui data dengan melaporkan keberadaannya
di Qatar. Layanan lapor diri bisa dilakukan online melalui
http://paspor.kbridoha.com.

Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI sampai Juni 2017 adalah
29 ribu. Dalam rangka memperkuat pelayanan masyarakat, KBRI juga
menyediakan layanan Hotline KBRI Doha pada +974 3332 2875.

Kirim email ke