http://www.mediaindonesia.com/news/read/108720/istana-kepresidenan-peringati-malam-nuzulul-quran/2017-06-12


Istana Kepresidenan Peringati Malam Nuzulul Quran

Senin, 12 June 2017 20:31 WIB Penulis: *Antara *

<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2017/06/senin.jpg>
<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2017/06/senin.jpg>

Presiden Joko Widodo melakukan prosesi arak-arakan bersama Qori dan Qoriah
tingkat intenasional, anak-anak yatim piatu serta perwakilan pondok
pesantren. MI/PANCA SYURKANI

ISTANA Kepresidenan dipenuhi obor dalam menyemarakan perayaan Nuzulul Quran
yang tepat pada 17 Ramadan atau Senin (12/6) malam.

Obor-obor ini tertancap di jalan pinggir halaman tengah Istana yang
menghubungkan Istana Negara hingga Istana Merdeka dan berakhir di Masjid
Baiturrahim.

Penerangan obor ini untuk penerangan arak-arakan yang dipimpin oleh
Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,
Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta 300 anak-anak yatim piatu dan
penyandang disabilitas.

Arak-arakan ini dilakukan usai Presiden Jokowi melakukan buka bersama dan
salat Magrib berjemaah di Istana Negara bersama anak-anak yatim piatu dan
penyandang disabilitas wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
(Jabodetabek).

Arak-arakan dengan "sholawatan" ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB untuk
menuju ke Masjid Baiturrahim untuk melaksanakan Shalat Isya dan diteruskan
Shalat Tarawih.

Dalam perayaan malam Nuzulul Quran ini, Istana Kepresidenan menyemarakkan
dengan sejumlah rangkaian acara yang dipimpin Presiden, diantaranya
menggelar lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Para peserta lomba adalah
anak-anak yatim piatu dari panti asuhan di wilayah Jabodetabek.

Pemenang lomba, selain mendapat plakat yang diberikan oleh Menteri Agama,
Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Sosial secara bergantian juga
mendapat hadiah sepeda dari Presiden.

Selain menggelar lomba MTQ, rangkaian peringatan Nuzulul Quran ini juga
dimanfaatkan Presiden juga menerima para tokoh ulama dan para qari dan
qariah tingkat nasional dan internasional di Istana Merdeka. (OL-2)

- See more at:
http://www.mediaindonesia.com/news/read/108720/istana-kepresidenan-peringati-malam-nuzulul-quran/2017-06-12#sthash.M9hl3QXT.dpuf

--------+++++++----


http://www.mediaindonesia.com/news/read/108753/nuzulul-quran-di-mata-jokowi/2017-06-12


Nuzulul Quran di Mata Jokowi

Senin, 12 June 2017 22:19 WIB Penulis: *Yogi Bayu Aji *

<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2017/06/1497281410_ni.jpg>
<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2017/06/1497281410_ni.jpg>

Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan sambutan saat peringatan Nuzulul
Quran Tahun 1438 Hijriah/2017 Masehi di Istana Negara, Jakarta, Senin
(12/6). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

PRESIDEN Joko Widodo memaknai Nuzulul Quran sebagai peringatan terhadap dua
hal. Yakni, masalah ibadah dan sosok Nabi Muhammad SAW.

"Pertama, kita diingatkan untuk semakin bersemangat dalam beribadah.
Semakin khusyuk dalam bertadarus, salat tahajud, beretika di masjid, dan
mempertebal kesalehan sosial," kata Jokowi dalam peringatan Nuzulul Quran
di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/6) malam.

Nuzulul Quran, kata dia, juga mengingatkan umat terhadap tindakan
Rasulullah. Rasulullah memakai nilai-nilai universalitas Alquran untuk
mentransformasikan bangsa Arab menjadi bangsa yang beradab dan maju.

Menurut dia, Alquran bukan saja rahmat bagi bangsa Arab, tetapi untuk
seluruh umat manusia di dunia ini. Dengan meneladani Rasulullah dalam
membangun bangsa dan negara, Indonesia bisa mengejar kemajuan dan
mensejahterakan rakyat dengan bersandar pada tuntutan universalitas Alquran.

"Kita akan termasuk golongan pendusta agama apabila kita membentak anak
yatim. Kita tahu semuanya, tidak boleh membentak anak yatim. Kita akan
termasuk golongan pendusta agama apabila kita tidak peduli pada
saudara-saudara kita, fakir miskin. Dan, kita akan termasuk golongan
pendusta agama apabila kita berbuat kerusakan di muka dunia ini," jelas dia,

Pemerintah pun, kata dia, terus fokus meningkatkan ekonomi yang berkeadilan
bagi seluruh masyarakat, memerangi kemiskinan, memberantas radikalisme,
memberantas terorisme, dan menggebuk komunisme. Dia menekankan, Alquran
telah mengajarkan untuk bersikap ta’awun, saling bekerja sama, dan saling
tolong menolong dalam semua aspek kehidupan kita sehari-hari.

"Alquran juga mengajarkan kita untuk bekerja keras, untuk mengubah nasib
kita, mengubah nasib bangsa kita, Indonesia," papar dia.

Jokowi menuturkan, pemerintah terus bekerja keras membangun infrastruktur,
hubungan konektivitas di seluruh Tanah Air. Tujuannya, agar biaya logistik,
biaya transportasi bisa turun, dan perbedaan biaya antarwilayah tidak
terlalu jauh.

- See more at:
http://www.mediaindonesia.com/news/read/108753/nuzulul-quran-di-mata-jokowi/2017-06-12#sthash.21EgixGt.dpuf

Kirim email ke