Kalau saya tidak salah waktu membaca berita itu Presiden Jokowi sedang
mempromosikan sebuah program baru yang namanya PMT-Pemberian Makanan Tambahan,
program ini memberikan makanan bergizi pada ibu hamil dan anak2 balita. Saya
masih belum tahu apa saja yg diberikan pada program PMT itu saya kira mungkin
seperti susu, telur dll yg memberi gizi tinggi. Saya kira sang presiden
mengadopsi program WIC-Woman Infant Care yang ada di US. Cuman utk PMT ini saya
masih kurang jelas bagaimana pelaksanaannya nantinya, semoga berjalan lancar
dan baik sehingga kasus2 kekurangan makan/gizi yg dialami sekian banyak anak2
bisa diatasi.
Dibawah saya copy-paste kan keterangan program PMT itu:
---PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT ) UNTUK BALITA
Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak janin.
hingga menjadi bayi, anak, dewasa sampai usia lanjut. Saat ini Indonesia
menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dalam bentuk Kurang energy
Protein, kurang vitamin A, Anemia dan gangguan akibat kurang Iodium dan gizi
lebih berkaitan dengan timbulnya penyakit degenerative seperti Diabetes
Mellitus, jantung,hipertensi,dll. Masalah gizi kurang merupakan salah satu
faktor penyebab kematian bayi. Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh
asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita. Oleh sebab itu untuk membantu
mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita, pemerintah
mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk
kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan
memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung nilai gizi yang
sesuai dengan kebutuhan sasaran.Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam
yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan
(PMT) penyuluhan. Memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat
gizi yang dibutuhkan oleh balita.PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi
kebutuhan gizi balita sekaligus sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita
sasaran. PMT pemulihan diberikan dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal.
Hanya dikonsumsi oleh balita gizi buruk dan sebagai tambahan makanan
sehari-hari bukan sebagai makanan pengganti makanan utama.Makanan tambahan
pemulihan diutamakan berbasis bahan makanan lokal. Jika bahan lokal terbatas
dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di wilayah setempat dengan
memperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa untuk keamanan pangan.
Diuatamakan berupa sumber protein hewani dan nabati serta sumber vitamin dan
mineral terutama berasaal dari sayur dan buah. PMT pemulihan ini diberikan
sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.Makanan
tambahan pemulihan dapat berupa pabrikan dan lokal. PMT pemulihan pabrikan
merupakan yaitu makanan pendamping ASI dalam bentuk biskuit yang mengandung 10
vitamin dan 7 mineral. Biskuit hanya untuk anak usia 12 – 24 bulan melalui
pengadaan Departemen Bina Gizi Masyarakat Depkes RI, dengan nilai gizi : energi
total 180 kkal, lemak 6 gram, protein 3 gr. Jumlah persajinya mengandung 29 gr
karbohidrat total, 2 gr serat pangan, 8 gr gula dan 120 mg natrium.Sedangkan
PMT pemulihan berbasis bahan makanan lokal ada dua jenis yanitu berupa Makanan
Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk bayi dan anak usia 6 – 23 bulan ) dan
makanan tambahan untuk pemulihan anak balita 24-59 bulan berupa makanan
keluarga.PMT Penyuluhan adalah makanan tambahan yang diberikan kepada balita
yang disediakan oleh kader posyandu. Tujuan PMT Penyuluhan adalah sebagai
sasaran penyuluhan kepada orang tua blita tentang makanan kudapan ( snack )
yang baik diberikan untuk balita, sebagai sarana untuk membantu mencukupi
kebutuhan gizi balita, dan sebagai sarana untuk menggerakkan peran serta
masayarakat dalam mendukung kesinambungan penyelenggaraan posyandu
On Tuesday, June 13, 2017 12:08 AM, Tatiana Lukman
<[email protected]> wrote:
Apa dikiranya semua orang tua tidak ngerti tentang pentingnya asupan gizi anak
sejak kandungan??? Yang mengertipun kalau upah hilang nilainya di hadapan
kenaikan terus harga kebutuhan hidup, mau pakai apa membeli semua makanan yang
bergizi itu...??? Ngomong asal jeplak, nggak tahu gimana rakyat yang miskin dan
para penganggur harus berjuang untuk makan makanan yang bergizi.. Simaklah
kata-kata aktivis KABAR BUMI yang mengunjungi keluarga Dolfina Abuk, korban
Human Trafficking!!!!
Iwenk:Berkunjung ke rumah Dolfina Abuk (Korban Human Trafficking) dari
Kotafoun, TTU, NTT.
Perjalanan dari Kupang selama 10 jam melewati gunung tandus, laut, menyebrangi
sungai karena jembatan Ponu sudah tiga bulan rusak belum diperbaiki.
Disini saya menemukan alasan kenapa Dolfina terpaksa keluar negeri, karena
ingin membesarkan kedua anaknya dan memperbaiki hidup. Disini tak ada sumur tak
ada listrik.
On Monday, June 12, 2017 10:16 PM, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden
bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko
Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan para orangtua untuk memenuhi asupan gizi
buah hati. Anak-anak yang tercukupi kebutuhan gizinya akan berpengaruh pada
prestasi di sekolah. Dengan kata lain gizi sangat memengaruhi kualitas sumber
daya manusia (SDM) Indonesia ke depannya.
Pesan ini digaungkan Jokowi usai menyaksikan pemberian makanan tambahan (PMT)
pada balita, ibu hamil, dan anak sekolah di Lapangan Kecamatan Tamansari,
Tasikmalaya, Jawa Barat di akhir pekan lalu.
"Jadi dimulai dari kandungan kemudian balita kemudian anak-anak, gizi ini harus
dijaga betul. Kalau gizinya baik anak kita akan sehat, kalau gizinya baik anak
kita akan pintar, akan cerdas," kata Jokowi seperti dikutip dari rilis
Kementerian Kesehatan yang diterima redaksi Liputan6.com, Senin (12/6/2017).
Pemberian PMT merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kerja Jokowi di
Jawa Barat. Selain pemberian PMT, di lokasi tersebut Jokowi juga menyaksikan
pembagian kartu program keluarga harapan (PKH), serta membagikan ribuan paket
sembako di beberapa titik kunjungan lainnya.Program Keluarga Harapan (PKH),
pemerintahan di era Jokowi ini memberikan bantuan sebesar Rp1.890.000 yang
dapat diambil dalam empat tahap. Bantuan PKH yang diberikan diharapkan hanya
digunakan masyarakat untuk memenuhi keperluan pendidikan dan peningkatan
ekonomi serta tambahan gizi keluarga. #yiv1607230505 -- #yiv1607230505ygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0
10px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp #yiv1607230505hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp #yiv1607230505ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp .yiv1607230505ad
{padding:0 0;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp .yiv1607230505ad p
{margin:0;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mkp .yiv1607230505ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-sponsor
#yiv1607230505ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-sponsor #yiv1607230505ygrp-lc #yiv1607230505hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-sponsor #yiv1607230505ygrp-lc .yiv1607230505ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1607230505 #yiv1607230505actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1607230505
#yiv1607230505activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1607230505
#yiv1607230505activity span {font-weight:700;}#yiv1607230505
#yiv1607230505activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1607230505 #yiv1607230505activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1607230505 #yiv1607230505activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1607230505 #yiv1607230505activity span
.yiv1607230505underline {text-decoration:underline;}#yiv1607230505
.yiv1607230505attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1607230505 .yiv1607230505attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1607230505 .yiv1607230505attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1607230505 .yiv1607230505attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1607230505 .yiv1607230505attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1607230505 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1607230505 .yiv1607230505bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1607230505
.yiv1607230505bold a {text-decoration:none;}#yiv1607230505 dd.yiv1607230505last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1607230505 dd.yiv1607230505last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1607230505
dd.yiv1607230505last p span.yiv1607230505yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1607230505 div.yiv1607230505attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1607230505 div.yiv1607230505attach-table
{width:400px;}#yiv1607230505 div.yiv1607230505file-title a, #yiv1607230505
div.yiv1607230505file-title a:active, #yiv1607230505
div.yiv1607230505file-title a:hover, #yiv1607230505 div.yiv1607230505file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1607230505 div.yiv1607230505photo-title a,
#yiv1607230505 div.yiv1607230505photo-title a:active, #yiv1607230505
div.yiv1607230505photo-title a:hover, #yiv1607230505
div.yiv1607230505photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1607230505
div#yiv1607230505ygrp-mlmsg #yiv1607230505ygrp-msg p a
span.yiv1607230505yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1607230505
.yiv1607230505green {color:#628c2a;}#yiv1607230505 .yiv1607230505MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1607230505 o {font-size:0;}#yiv1607230505
#yiv1607230505photos div {float:left;width:72px;}#yiv1607230505
#yiv1607230505photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1607230505
#yiv1607230505photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1607230505
#yiv1607230505reco-category {font-size:77%;}#yiv1607230505
#yiv1607230505reco-desc {font-size:77%;}#yiv1607230505 .yiv1607230505replbq
{margin:4px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-mlmsg select, #yiv1607230505 input, #yiv1607230505 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-mlmsg pre, #yiv1607230505 code {font:115%
monospace;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-mlmsg #yiv1607230505logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-msg
p#yiv1607230505attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-reco #yiv1607230505reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-sponsor
#yiv1607230505ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-sponsor #yiv1607230505ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-sponsor #yiv1607230505ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1607230505 #yiv1607230505ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1607230505
#yiv1607230505ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1607230505