Si nenek satu ini menuduh orang lain omong kosong besar, tidak disadari dirinya 
juga sedang OMONG KOSONG BESAR! Dimasa kekuasaan masih ditangan Bornas bukan 
saja menuntut memprioritas rakyat miskin, bahkan menentang pembangunan ekonomi 
mengutamakan infrastruktur! Sesuatu yang TIDAK REALIS dan hanya omong kosong 
besar saja!

Dimata anada hanya nampak penderitaan rakyat miskin, tapi TIDAK TAHU bagaimana 
berjuang dengan baik untuk perbaiki NASIB mereka! Semua digempur tanpa melihat 
kekuatan sendiri cukup kuat tidak, mampu tidak mencapai apa yang diserukan itu, 
... lalu tidak berpikir, ... kalau belum mampu apa dan bagaimana yang harus 
dikerjakan untuk mencapai tujuan itu besok!

Katanya sudah belajar dengan baik-baik strategi-taktik perjuangan Mao, pada 
saat musuh kuat kita lemah, janganlah melawan berhadapan secara frontal, tapi 
gunakanlah taktik main kucing-kucingan dahulu, ajak musuh berlari putar-putar 
dan baru mulai gempur saat lelah dan dalam posisi lemah, menggerogoti sedikit 
demi sedikit seperti kita makan sesuap demi sesuap! Tidak memasukkan sepiring 
nasi kedalam mulut, ... Singkat kata, Musuh kuat kita menyingkir, musuh lelah 
kita ganggu, musuh lemah kita gempur.

Sekarang coba perhatikan, bagaimana kita harus membangun satu masyarakat yang 
serba bobrok dan terbelakang? Darimana harus dimulai dan apa yang diutamakan? 
Bisa anda angkat mengeentaskan kemiskinan sekarang juga dan itu yang diutamakan 
dan HARUS DIDAHULUKAN?

Langkah yang dijalankan Mao sangat jelas, pertama membangun PKT untuk 
bangkitkan perlawanan terhadap penguasa lalim KMT, Chiang Kai Shek! Mao berani 
menentang keputusan komintern pertahankan koalisi dengan KMT saat penghianatan 
ChiangKS, bahkan sampai dipecat dari pim pinan PKT, naik Gunung CinKang 
meneruskan perjuangan. Stalin pun maki Mao hanyalah Bandit Komunis! Hehehee, 
... itulah kenyataan yang terjadi.

Saat Jepang melancarkan agresi melewati Jembatan Lu Guo, Mao menyerukan bersatu 
dengan KMT melawan Jepang. PKT hanya bisa mengajukan 2 Tentara, Ba Lu Jun 
(Tentara Route-8) dan Xin Shi Jun (Tentara Baru-4) dan dibawah jenderal Chiang 
melancarkan Perang anti-Jepang dimedan pertempuran resmi. Tapi dibalik itu, PKT 
dibawah pimpinan ketua Mao melancarkan perang Gerilya didaerah yang sudah 
dikuasai Jepang. Dan dalam kenyataan justru GERILYA-GERILYA itulah yang 
berhasil menggerogoti tentara Jepang yang jauh lebih kuat dan menjadi sangat 
ditakuti Jepang! Karena gerilya-gerilya komunis itu menjadi momok yang 
tiba-tiba mematikan tentara lalim Jepang.

Setelah Jepang menyerah, perjuangan berlanjut dengan Perang Pembebasan melawan 
penguasa KMT. Sekalipun tentara komunis lebih lemah dilihat dari jumlah tentara 
resmi, bahkan juga dari persenjataan canggih, tapi kenyataan Mao tetap berhasil 
merebut kemenangan gemilang dan 1 Oktober 1949 memproklamasikan Kemerdekaan 
seluruh Tiongkok (kecuali Taiwan). 

Lalu bagaimana Mao membangun ekonomi Tiongkok yang ketika itu sangat miskin? 
Tidak sedikit orang mengatakan Mao GAGAL dalam pembangunan ekonomi, dan 
menjatuhkan martabat Mao dengan menghujat dan menghitamkan segala hasil 
pembangunan yang dicapai Tiongkok! Tidak begitu! Saya SETUJUUU dengan 
kesimpulan Deng dan pimpinan PKT sekarang ini, bahwa dimasa Mao, 30 tahun 
pertama pembangunan ekonomi Tiongkok BERHASIL dengan gemilang meletakkan DASAR 
EKONOMI Tiongkok dan Perlengkapan Pertahanan Negara dengan keberhasilan 
meledakkan Bom Atom ditahun 1964, berlanjut dengan peluncuran Satelite pertama 
ditahun 1971 dengan mengkumandangkan lagu “Dong Fang Hong” (Merah Diufuk Timur) 
diangkasa Raya. Ingat, hasil GEMILANG perjuangan rakyat TIongkok ini dicapai 
dengan semangat BERDIKARI! Tanpa keteguhan Mao mempertahankan semangat 
BERDIKARI sekalipun HARUS mengorbankan kepentingan rakyat banyak untuk 
mengkencangkan ikat tali pinggang, bahkan tidak sedikit rakyat jatuh korban, 
mati kelaparan saat 3 tahun berturut-turut (1959-1961) menghadapi bencana alam 
berat ini, RRT tidak akan berhasil menjebol politik blokade sejagad AS, dan 
memaksa Presiden Nixon datang ke Beijing bversalaman dengan Ketua Mao, awal 
tahun 1972. Dan, ... tanpa keberhasilan pembangunan dasar ekonomi yang baik, 
kita pun tidak akan bisa melihat kemajuan ekonomi RRT dengan kecepatan yang 
begitu dhasyat di 30 tahun berikut, ...!

Sekarang bagaimana dengan Indonesia? Kemenangan Revolusi Indonesia, kalau saja 
kita masih bisa menganggap itu REVOLUSI, jelas dipimpin oleh bornas, karena 
kenyataan PKI tidak berhasil memainkan peran pimpinan dengan baik, bahkan 
dengan KESALAHAN2 serius yang terjadi saat G30S, PKI berhasil ditumpas 
habisbiiis sampai sekarang hanya bisa dijadikan momok gentayangan yang tetap 
ditakuti jenderal-jenderal saja! Jadi, jelas pembangunan ekonomi yang terjadi 
selama ini, sepenuhnya dimainkan borjuasi nasional, TIDAK ada lagi peran 
KOMUNIS disitu! Bagaimana kita bisa menuntut kepentingkan rakyat miskin 
diutamakan dan dahulukan? Padahal dalam kenyataan seringkali juga kepentingan 
rakyat banyak harus dikebawahkan dahulu, ...

Lalu, salahkah Jokowi mengutamakan pembangunan infrastruktur yang selama ini 
diabaikan? Tentu setiap orang boleh-boleh saja beda pendapat, tapi kenyataan, 
dengan pembangunan infrastruktur ekonomi akan maju lebih baik dikemudian hari. 
Saya perhatikan untuk mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang di 
Tiongkok barat laut khususnya, RRT juga mendahulukan pembangunan jalan-raya, 
jalur KA bahkan KA-cepat, dan pembangkit listrik. Dengan kelancaran komunikasi 
antar daerah dan adanya listrik, pemasaran produksi bisa lebih lancar untuk 
meningkatkan kesejahteraan rakyat! Dan dengan pembangkit listrik, memudahkan 
pengairan yang dibutuhkan pertanian, perkebunan dan peternakan. Tanpa listrik 
tentu akan kesulitan meningkatkan produksi dan tanpa produksi yang baik 
bagaimana kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan?

Tapi, jangan lupa, semua program itu akan BERHASIL BAIK kalau kwalitas 
kesadaran moral-etika manusia nya baik-baik, Jokowi tentu akan kesulitan 
mensukseskan segala programnya kalau pejabat-pejabat pemerintah yang 
melaksanakannya, masih banyak siluman-siluman! Lha, program Agraria dengan 
budget sebegitu besarnya, pembagian tanah untuk petani penggarap, belon-belon 2 
pejabat kemendes sudah ketangkap oleh KPK, usaha penyuapan BPK. Yaa, SULITlah 
kalau begitu, sekalipun program Jokowi bagus dan tepat juga percuma, ... akan 
KANDAS begitu saja kalau tidak ada pendukung-pendukung yang baik dan kuat dari 
rakyat banyak. 

Jadi, memang sekarang ini, dimana kita masih lemah yang harus diperjuangkan ya 
diperhitungkan saja apa kiranya yang bisa dicapai dahulu. Dipikir dan 
temukanlah apa kiranya yang bisa diraih sesuai kebutuhan massa, dan 
perjuangkanlah itu! Sementara ini kita harus merasa gembira dengan hasil 
perjuangan betapapun kecil yang bisa dicapai, ... tetap bersemangat untuk 
mencapai yang hasil yang lebih besar!

Ketika anda menyinggung tokoh Jokowi dan Ahok, pernah anda berpikir ulang teori 
2 aspek, apa dan bagaimana seharusnya kita menghadapi tokoh-tokoh macam itu? 
Jadi remo? Hehehee, ...

Salam,
ChanCT


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Tuesday, June 13, 2017 11:42 PM
To: Jonathan Goeij ; Yahoogroups 
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi: Penuhi Asupan Gizi Anak Sejak Kandungan

  

Kalau saya sih jelas. Semua itu hanya bla..bla alias omong kosong besar!! Omong 
soal gizi anak balita tapi tidak dipikirkan bagaimana dengan mata pencaharian 
orang tuanya, sampai orang terpaksa keluar negeri cari hidup. Untuk 
perlindungannyapun masih harus diperjuangkan dan sampai sekarang masih belum 
ditangani dengan baik. Lagi-lagi ya itu tadi, prioritas sang presiden bukan 
rakyatnya yang miskin, tapi pembangunan megainfrastuktur dengan mengorbankan 
pertanian dan kaum taninya dan melalui perampasan tanah adat berbagai penduduk 
minoritas Indonesia di segala pulau. Mana ada reaksi dari para pendukung Jokowi 
tentang kebijakannya yang membatasi kenaikan upah buruh? Mana reaksi para 
pendukung Jokowi tentang kebijakannya yang  melibatkan TNI untuk "mengamankan" 
penanaman modal dalam konflik pembebasan tanah dengan penduduk?? Nggak bercuit 
sedikitpun!! Yang diperdulikan dan mendapat simpati  berlimpah-limpah adalah 
Ahok!! Memang Ahok mengalami ke tidak adilan, tapi sejak dulu kaum tani dan 
buruh SELALU MENGALAMI KETIDAK ADILAN!!! Ahok dipenjara tapi pasti dia tidak 
dipukuli atau kelaparan atau keluarganya menjadi terbengkalai karena tidak 
dapat gajih sang bapak/suami!!! Semua orang tahu (tentu mereka yang mau tahu) 
mengapa program lumbung pangan di Papua sampai sekarang macet. antara lain 
adalah karena masalah pembebasan lahannya, karena tanah itu milik rakyat Papua 
yang sudah hidup di situ  beribu-ribu tahun sebelum terbentuknya NKRI. Enak 
saja sekarang datang mau merampasnya atau membelinya melalui penipuan atau 
dengan harga lebih murah dari pada kacang goreng!!! Sungguh tidak tahu malu!!!!



On Tuesday, June 13, 2017 5:15 PM, Jonathan Goeij <[email protected]> 
wrote:




Ada kesalahan keterangan yg saya berikan, tambahan makanan yg diberikan bukan 
susu ataupun telur tetapi biskuit. Terus terang nggak tahu kenapa kok cuman 
biskuit, apa bisa mencukupi pemenuhan gizi? Ternyata sangat jauh bedanya dengan 
WIC yg benar2 memberi gizi yang tinggi. Juga bukan merupakan program baru 
karena sudah ada cukup lama sejak SBY, cuman akhir2 ini digalakkan Jokowi 
kembali.


---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :


Kalau saya tidak salah waktu membaca berita itu Presiden Jokowi sedang 
mempromosikan sebuah program baru yang namanya PMT-Pemberian Makanan Tambahan, 
program ini memberikan makanan bergizi pada ibu hamil dan anak2 balita. Saya 
masih belum tahu apa saja yg diberikan pada program PMT itu saya kira mungkin 
seperti susu, telur dll yg memberi gizi tinggi. Saya kira sang presiden 
mengadopsi program WIC-Woman Infant Care yang ada di US. Cuman utk PMT ini saya 
masih kurang jelas bagaimana pelaksanaannya nantinya, semoga berjalan lancar 
dan baik sehingga kasus2 kekurangan makan/gizi yg dialami sekian banyak anak2 
bisa diatasi.


Dibawah saya copy-paste kan keterangan program PMT itu:


---
PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ( PMT ) UNTUK BALITA

Masalah gizi dapat terjadi pada setiap siklus kehidupan, dimulai sejak janin. 
hingga menjadi bayi, anak, dewasa sampai usia lanjut. Saat ini Indonesia 
menghadapi masalah gizi ganda yaitu gizi kurang dalam bentuk Kurang energy 
Protein, kurang vitamin A, Anemia dan gangguan akibat kurang Iodium dan gizi 
lebih berkaitan dengan timbulnya penyakit degenerative seperti Diabetes 
Mellitus, jantung,hipertensi,dll. Masalah gizi kurang merupakan salah satu 
faktor penyebab kematian bayi. Keadaan tersebut secara langsung disebabkan oleh 
asupan gizi yang kurang mencukupi gizi balita. Oleh sebab itu untuk membantu 
mencukupi kebutuhan gizi masyarakat tentang anak balita, pemerintah 
mengembangkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada 
balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung 
lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Serta mengandung 
nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ada dua macam yaitu Pemberian Makanan Tambahan 
(PMT) pemulihan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) penyuluhan. Memiliki 
tujuan yang sama yaitu untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh 
balita.
PMT pemulihan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi balita sekaligus 
sebagai pembelajaran bagi ibu dari balita sasaran. PMT pemulihan diberikan 
dalam bentuk makanan atau bahan makanan lokal. Hanya dikonsumsi oleh balita 
gizi buruk dan sebagai tambahan makanan sehari-hari bukan sebagai makanan 
pengganti makanan utama.
Makanan tambahan pemulihan diutamakan berbasis bahan makanan lokal. Jika bahan 
lokal terbatas dapat digunakan makanan pabrikan yang tersedia di wilayah 
setempat dengan memperhatikan kemasan, label dan masa kadaluarsa untuk keamanan 
pangan. Diuatamakan berupa sumber protein hewani dan nabati serta sumber 
vitamin dan mineral terutama berasaal dari sayur dan buah. PMT pemulihan ini 
diberikan sekali dalam satu hari selama 90 hari berturut-turut atau 3 bulan.
Makanan tambahan pemulihan dapat berupa pabrikan dan lokal. PMT pemulihan 
pabrikan merupakan yaitu makanan pendamping ASI dalam bentuk biskuit yang 
mengandung 10 vitamin dan 7 mineral. Biskuit hanya untuk anak usia 12 – 24 
bulan melalui pengadaan Departemen Bina Gizi Masyarakat Depkes RI, dengan nilai 
gizi : energi total 180 kkal, lemak 6 gram, protein 3 gr. Jumlah persajinya 
mengandung 29 gr karbohidrat total, 2 gr serat pangan, 8 gr gula dan 120 mg 
natrium.
Sedangkan PMT pemulihan berbasis bahan makanan lokal ada dua jenis yanitu 
berupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) untuk bayi dan anak usia 6 – 23 
bulan ) dan makanan tambahan untuk pemulihan anak balita 24-59 bulan berupa 
makanan keluarga.
PMT Penyuluhan adalah makanan tambahan yang diberikan kepada balita yang 
disediakan oleh kader posyandu. Tujuan PMT Penyuluhan adalah sebagai sasaran 
penyuluhan kepada orang tua blita tentang makanan kudapan ( snack ) yang baik 
diberikan untuk balita, sebagai sarana untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi 
balita, dan sebagai sarana untuk menggerakkan peran serta masayarakat dalam 
mendukung kesinambungan penyelenggaraan posyandu



On Tuesday, June 13, 2017 12:08 AM, Tatiana Lukman <jetaimemucho1@...> wrote:




Apa dikiranya semua orang tua tidak ngerti tentang pentingnya asupan gizi anak 
sejak kandungan??? Yang mengertipun kalau upah hilang nilainya di hadapan 
kenaikan terus harga kebutuhan hidup, mau pakai apa membeli semua makanan yang 
bergizi itu...??? Ngomong asal jeplak, nggak tahu gimana rakyat yang miskin dan 
para penganggur harus berjuang untuk makan makanan yang bergizi.. Simaklah 
kata-kata aktivis KABAR BUMI yang mengunjungi keluarga Dolfina Abuk, korban 
Human Trafficking!!!!

Iwenk:
Berkunjung ke rumah Dolfina Abuk (Korban Human Trafficking) dari Kotafoun, TTU, 
NTT. 
Perjalanan dari Kupang selama 10 jam melewati gunung tandus, laut, menyebrangi 
sungai karena jembatan Ponu sudah tiga bulan rusak belum diperbaiki.

Disini saya menemukan alasan kenapa Dolfina terpaksa keluar negeri, karena 
ingin membesarkan kedua anaknya dan memperbaiki hidup. Disini tak ada sumur tak 
ada listrik.











On Monday, June 12, 2017 10:16 PM, "Jonathan Goeij jonathangoeij@... 
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:




  



Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden 
bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan para 
orangtua untuk memenuhi asupan gizi buah hati. Anak-anak yang tercukupi 
kebutuhan gizinya akan berpengaruh pada prestasi di sekolah. Dengan kata lain 
gizi sangat memengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia ke 
depannya.

Pesan ini digaungkan Jokowi usai menyaksikan pemberian makanan tambahan (PMT) 
pada balita, ibu hamil, dan anak sekolah di Lapangan Kecamatan Tamansari, 
Tasikmalaya, Jawa Barat di akhir pekan lalu.

"Jadi dimulai dari kandungan kemudian balita kemudian anak-anak, gizi ini harus 
dijaga betul. Kalau gizinya baik anak kita akan sehat, kalau gizinya baik anak 
kita akan pintar, akan cerdas," kata Jokowi seperti dikutip dari rilis 
Kementerian Kesehatan yang diterima redaksi Liputan6.com, Senin (12/6/2017).

Pemberian PMT merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kerja Jokowi di 
Jawa Barat. Selain pemberian PMT, di lokasi tersebut Jokowi juga menyaksikan 
pembagian kartu program keluarga harapan (PKH), serta membagikan ribuan paket 
sembako di beberapa titik kunjungan lainnya.
Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintahan di era Jokowi ini memberikan 
bantuan sebesar Rp1.890.000 yang dapat diambil dalam empat tahap. Bantuan PKH 
yang diberikan diharapkan hanya digunakan masyarakat untuk memenuhi keperluan 
pendidikan dan peningkatan ekonomi serta tambahan gizi keluarga.







Kirim email ke