*Kalau untuk melakukan bisnis memang perlu wirausaha, tetapi kalau keadilan
ekonomi dalam pengertian untuk kepentingan rakyat bukan dari adanya banyak
wirausha, melainkan tergantung dari politik ekonomi negara dan aplikasinya
mengambdi kepentingan rakyat banyak.*


http://www.antaranews.com/berita/635220/iluni-keadilan-ekonomi-butuhkan-banyak-wirausaha-muda


*I**LUNI: Keadilan ekonomi butuhkan banyak wirausaha muda*

Selasa, 13 Juni 2017 22:36 WIB | 1.137 Views

Pewarta: Andi Jauhari


Jakarta (ANTARA News) - Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI)
Andy Azisi Amin menyatakan bahwa penyebab keadilan ekonomi di Indonesia
belum bisa terwujud, salah satunya karena jumlah wirausaha muda di
Indonesia masih sangat sedikit.

"Jadi, kita membutuhkan generasi muda yang bisa terjun dalam kegiatan
wirausaha ini lebih banyak," katanya pada pada Pesantren Kilat (Sanlat)
Kebangsaan 2017 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON)
Kemenpora di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa petang.

Sanlat Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PPPON Kemepora bekerja sama
dengan Yayasan At-Tawassuth, dan Biro Utama Penyangga Jakarta LKBN Antara
sebagai "media partner" itu juga didukung sejumlah mitra di antaranya,
Indocement, Taman Safari Indonesia (TSI), Unitex, Alfamart, PCNU Kota
Bogor, APRIL, Indofood.

Dalam Sanlat bertema "Melalui Pesantren Kilat Pemuda Kota Kokohkan
Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa", ia memaparkan bahwa keadilan ekonomi
saat ini memang sangat timpang.

Ia merujuk data BPS di mana 92 persen kekayaan nasional dikuasai satu
persen pengusaha besar.

Menurut dia kalau Indonesia ingin maju, maka membutuhkan keadilan ekonomi
dan hukum sehingga NKRI menjadi adil dan makmur.

"Syarat untuk keadilan sosial adalah ekonomi karena ekonomi adalah
kebutuhan mendasar," kata dosen Fakultas Ekonomi UI itu.

Ditegaskannya bahwa semua anak bangsa harus belajar sejarah ekonomi untuk
memperbaiki masa yang akan datang, dan bukan hanya meratapinya.

"Jadi kita belajar sejarah bukan untuk menyalahkan tetapi memperbaiki
sejarah masa lalu agar lebih baik," katanya.

Ia mengidentifikasi sekurangnya ada dua hal yang membuat keadilan ekonomi
tidak berhasil, yakni pertama penegakan hukum lemah, dan kedua kualitas
sumber daya manusia untuk terciptanya keadilan ekonomi .

Namun, ditekannya bahwa untuk mencapai itu tidak harus harus melalui
jenjang pendidikan formal semata.

Kirim email ke