“Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Timur dan Jawa 
Tengah.”....... Menurutnya, makna “nusa” adalah “pulau-pulau atau daerah”, 
sedangkan “antara” adalah “yang lain.” Jadi Nusantara pada masa Majapahit 
diartikan sebagai “daerah-daerah yang lain”, karena kenyataannya memang di luar 
wilayah Majapahit.


...
Benarkah Kekuasaan Majapahit di Nusantara itu Omong Kosong? Ini Dia 
Penjelasannya


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
Benarkah Kekuasaan Majapahit di Nusantara itu Omong Kosong? Ini Dia Penjela...
 “Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Timur dan Jawa 
Tengah.” “Sayang sekali banyak ahli ...  |   |

  |

  |

 

Minggu, 11 Juni 2017 22:30


BANGKAPOS.COM -- Pendapat umum bahwa Majapahit menguasai seantero Nusantara, 
ternyata masih bisa diperdebatkan. Bahkan, ahli arkeologi, epigrafi, dan 
sejarah kuno, Hasan Djafar, menilai cerita itu hanya omong kosong.Suatu hari 
pada awal 2012, saya berkesempatan berdiskusi dengan Hasan Djafar. Lelaki 
dengan tutur dan penampilan bersahaja itu akrab dipanggil dengan sebutan ”Mang 
Hasan”.Baca: Mendiang Paul Walker Ternyata Punya Rumah yang Dianggapnya Surga 
di Indonesia, Ini Dia FaktanyaSaya menyampaikan kepadanya tentang sesuatu yang 
telah menjadi panutan umum: bahwa Majapahit mempunyai wilayah Nusantara yang 
teritorinya seperti Republik Indonesia.“Itu omong kosong!” ujar Hasan, “Tidak 
ada sumber yang mengatakan seperti itu.”Baca: Bersumpah, Militer Filipina Akan 
Rebut Kembali Marawi dari Cengkeraman ISISDia mengingatkan, kalau sejarah harus 
berdasarkan sumber berarti semuanya harus kembali ke sumber 
tertulisnya.“Wilayah Majapahit itu ada di Pulau Jawa. Itu pun hanya Jawa Timur 
dan Jawa Tengah.”Baca: Benarkah Orang-orang Kaya Cina Dianggap Pelit? Begini 
Penjelasannya“Sayang sekali banyak ahli sejarah menafsirkan bahwa Nusantara 
itulah wilayah Majapahit!”Menurutnya, makna “nusa” adalah “pulau-pulau atau 
daerah”, sedangkan “antara” adalah “yang lain.” Jadi Nusantara pada masa 
Majapahit diartikan sebagai “daerah-daerah yang lain”, karena kenyataannya 
memang di luar wilayah Majapahit.Nusantara merupakan koalisi antara 
kerajaan-kerajaan yang turut bekerja untuk kepentingan bersama untuk keamanan 
dan perdagangan regional, demikian hemat Hasan.Baca: Jadi Viral, Permintaan 
Hafidz Cilik Ini Bikin Anda Meneteskan Air Mata, Ternyata Inilah yang 
DimintaMereka berkoalisi sebagai “mitra satata” ? sahabat atau mitra dalam 
kedudukan yang sama.“Jangan diartikan kepulauan di antara dua benua,” kata 
Hasan.“Bukan pula nusa yang lokasinya di antara.”Baca: Tragedi Celana Dalam 
Ungu-Pink Gaston, Benarkah Pembawa Kanker Serviks di Tubuh Jupe?Sebagai 
kerajaan adikuasa setelah zaman Sriwijaya berakhir, Majapahit tetap 
berkepentingan dengan wilayah kerajaan-kerajaan itu sebagai daerah tujuan 
pemasaran dan sebagai penghasil sumber daya alam yang berpotensi 
perdagangan.Baca: Artis Ini Bikin Jawaban Menohok! Setelah Gerah Disebut 
Sebagai Pelakor dan Murtad Demi UangMemang ada jalinan hubungan, namun hubungan 
ini tidak harus seperti penguasa dan yang dikuasai, bukan kekuasaan dalam 
artian politik.Ini adalah hubungan kepentingan bersama sehingga Majapahit juga 
berkepentingan untuk mengamankan dan melindungi wilayah-wilayah itu.Namun 
demikian, sampai hari ini masih saja ada tafsir bahwa kerajaan-kerajaan itu 
memberikan upetinya setiap tahun kepada Majapahit. Baca: Ini Dia 6 Selebriti 
Dunia yang Turut Berpuasa di Bulan Ramadan, Ada Keluarga JacksonHal ini seolah 
membuktikan ketundukkan kerajaan-kerajaan Nusantara di bawah supremasi 
Majapahit.“Ini sering ditafsirkan sebagai upeti,” ujar Hasan. “Padahal, tidak 
ada satu kata pun dalam Nagarakertagama yang bisa diartikan sebagai upeti, 
apalagi upeti tanda tunduk seolah menjadi negara jajahan Majapahit.”Baca: 
Benarkah Meninggal di Bulan Ramadan Langsung Otomatis Husnul Khatimah? Begini 
PenjelasannyaBerdasar uraian Nagarakertagama, Majapahit memang punya tradisi 
mengadakan suatu pesta besar setiap tahunnya.Seluruh penguasa wilayah–wilayah 
kerajaan itu diundang dan ada yang memberikan hadiah-hadiah kepada raja 
Majapahit, dan menurut Hasan hadiah itu bukanlah upeti.Baca: Astaga, Pria Asal 
Kalimantan Ini Bingung, Tiga Hari Ereksi Tanpa Henti“Buktinya, sejak Majapahit 
berkuasa sampai runtuh pun daerah-daerah itu bebas merdeka.”(Mahandis Y. 
Thamrin/NGI. Cuplikan dari "Metropolitan yang Hilang" dalam National Geographic 
Indonesia edisi September 2012.) 

Kirim email ke