http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/06/16/070523126/garuda.terbelit.utang.gara-gara.korupsi.
pembelian.airbus.a350
Garuda Terbelit Utang Gara-gara Korupsi
Pembelian Airbus A350
Moh. Nadlir
Kompas.com - 16/06/2017, 07:05 WIB
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
Airbus A350 saat unjuk kebolehan di Singapore Airshow 2016.(Reska K.
Nistanto/KOMPAS.com)
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
RI, Rizal Ramli <http://indeks.kompas.com/tag/Rizal-Ramli> menyebut ada
unsur korupsi dalam pembelian pesawat Garuda Indonesia
<http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia> /long route/ Airbus
A350. Menurut dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sudah
membuktikan adanya permainan tersebut.
"Jadi banyak permainan duit," kata Rizal di Jakarta, Kamis (15/6/17).
(Baca: "Gebrakan" Rizal Ramli, Garuda Didesak Batalkan Pembelian Airbus
A350
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2015/08/13/152323426/.Gebrakan.Rizal.Ramli.Garuda.Didesak.Batalkan.Pembelian.Airbus.A350>)
Padahal, kata Rizal, Garuda Indonesia
<http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia> merupakan maskapai
penerbangan kebangaan Indonesia dengan sejarah panjang. Terlebih, dengan
kualitas /service/ premium setara dengan perusahaan penerbangan dunia.
"Tapi ini jadi tertutup karena kesalahan di masa lalu yang terlalu jor-
joran dalam membeli pesawat baru yang tidak tepat. Di dalam pembelian
pesawat ada sogok menyogok, ada KKN, pemahalan sehingga akibatnya Garuda
Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia> dikubangi
utang besar triliunan rupiah," ungkap dia.
(Baca: Garuda Indonesia Bantah Alami Kebangkrutan
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/06/12/062937526/garuda.indonesia.bantah.alami.kebangkrutan>)
Dia juga berujar, seharusnya para komisaris dan manajemen Garuda
Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia> berani
menyatakan fakta tanpa ada kepentingan-kepentingan pribadi. "Saya
meminta komisaris dan manajemen berani menyatakan kebenaran sesuai fakta
yang ada,” simpulnya.
Rizal mengaku sempat ditentang oleh beberapa pihak atas pernyataan
kerasnya, padahal apa dikatakannya telah melalui proses evaluasi dan
analisa.
"Semua yang kita sampaikan itu rasional, telah melalui evaluasi dan
analitikal. Dulu saya ngomong begitu banyak yang protes tapi hampir
semua yang kami katakan terbukti karena saya tidak asal bicara," kata dia.
Rizal juga menyarankan, agar persoalan yang ada harus segera dibenahi
dengan cara me-/reschedule/ pembelian pesawat atau dijual ke pihak ketiga.
"Jadi Garuda Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia>
fokus saja untuk meningkatkan pendapatan dari penerbangan domestik dan
regional. Garuda juga akan lebih tepat jika membeli pesawat Airbus 330
yang lebih efisien," kata Rizal.
(Baca: Garuda Selalu Alami Krisis Jika Dimpimpin Bankir?
<http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2017/06/16/051226826/garuda.selalu.alami.krisis.jika.dimpimpin.bankir.>)
Diketahui, pada kuartal I 2017 Garuda Indonesia
<http://indeks.kompas.com/tag/Garuda-Indonesia> mencatatkan kerugian
sebesar 98,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,31 triliun (kurs 13.300).
Padahal pada kuartal I 2016, perseroan mencatatkan laba 1,02 juta dollar AS.
Kerugian yang terjadi pada kuartal I 2017 lalu disebabkan oleh beberapa
hal. Antara lain, karena kenaikan harga bahan bakar avtur.
Kemudian, perseroan juga menangguk rugi karena sedikitnya jumlah
penumpang yang diangkut. Hal ini sejalan dengan siklus tahunan sepinya
penumpang di kuartal I.
Ada beberapa rute penerbangan baik domestik maupun mancanegara mengalami
kerugian akibat sedikitnya jumlah penumpang. Setidaknya ada 10-20 rute
dalam daftar yang tengah dikaji oleh pihak maskapai mengenai
keberlanjutannya.
Garuda Indonesia Menderita Kerugian(Kompas TV)
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
<javascript:void(0);>
PenulisMoh. Nadlir
EditorAprillia Ika
Tag:
* Garuda Indonesia <http://indeks.kompas.com/tag/Garuda.Indonesia>
* Rizal Ramli <http://indeks.kompas.com/tag/Rizal.Ramli>