*"Masjid Liberal" Pertama di Jerman Dibuka, Imamnya Seorang Perempuan*
Kompas.com - 16/06/2017, 18:43 WIB

BERLIN <http://indeks.kompas.com/tag/berlin>, KOMPAS.com - Pengacara
kelahiran Turki,  Seyran Ates <http://indeks.kompas.com/tag/Seyran-Ates>,
meresmikan " masjid liberal <http://indeks.kompas.com/tag/Masjid-liberal>"
di  Berlin <http://indeks.kompas.com/tag/berlin>, Jerman.

Dia mengeritik kecenderungan ekstremisme Islam dan mendeklarasikan diri
sebagai "imam perempuan" di masjidnya.

Seyran Ates <http://indeks.kompas.com/tag/Seyran-Ates> datang ke Jerman
sebagai anak perempuan berusia enam tahun. Dia kemudian mengambil jurusan
hukum dan bekerja sebagai pengacara di  Berlin
<http://indeks.kompas.com/tag/berlin>.

Dengan dana sendiri dia membuka kantor konsultasi untuk perempuan Turki.
Sekarang Seyran mewujudkan impian lamanya dengan membuka sebuah masjid di
Berlin <http://indeks.kompas.com/tag/berlin>.
"Masjid Ibn-Ruschd-Goethe" di  Berlin
<http://indeks.kompas.com/tag/berlin> mulai
beroperasi pada Jumat (16/6/2017) di  Berlin
<http://indeks.kompas.com/tag/berlin>. Lokasinya di lantai tiga gedung
Gereja Protestan Sankt-Johannes-Kirche di kawasan Moabit,  Berlin
<http://indeks.kompas.com/tag/berlin>.

Nama masjid itu diambil dari nama pemikir Arab Ibnu Rusyd, yang juga
dikenal sebagai Averroes (1126 - 1198) dan nama pemikir dan penyair Jerman
Johann Wolfgang von Goethe.

Masjid Ibn-Ruschd-Goethe terbuka untuk umum. Tapi Islam yang dipraktekan di
tempat ini menurut pendirinya adalah Islam dengan pendekatan
"historis-kritis".

Kelihatannya orang dengan Nikab atau Burka tidak akan senang datang ke
sini, kata  Seyran Ates <http://indeks.kompas.com/tag/Seyran-Ates>.

Karena bagi dia, Nikab atau Burka tidak banyak hubungannya dengan agama,
melainkan lebih suatu pernyataan politis.

Menurut Seyran, Islam harus mampu meperbarui dirinya. Karena makin banyak
umat muslim yang kini merindukan Islam yang damai, yang memelihara dialog
dengan agama-agama lain.

Namun masjid dengan pemahaman itu masih terlalu sedikit di Eropa. "Yang ada
hanya masjid dengan pemahaman konservatif, yang samasekali tidak
mengijinkan kritik," ujarnya.

"Saat ini, setiap orang Islam harus berani menghadapi pertanyaan, apa yang
telah kamu lakukan untuk menghadapi ekstremisme?”

“Apa yang kamu lakukan menghadapi fakta bahwa agamamu disalahgunakan dan
didiskreditkan? Di Masjid Ibn-Ruschd-Goethe ini kami akan mencoba
menjawabnya," kata imam perempuan  Seyran Ates
<http://indeks.kompas.com/tag/Seyran-Ates>.
read more
http://internasional.kompas.com/read/2017/06/16/18431501/.
masjid.liberal.pertama.di.jerman.dibuka.imamnya.seorang.perempuan

Kirim email ke