Karena tidak berpikir masak-masak, maka dapat ditipu
mentah-mentah..............
Karena sudah terlatih tanpa berpikir mengikuti ucapan orang berjubah, yang
dianggap pasti suci.......

On 17 June 2017 at 07:04, Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <
[email protected]> wrote:

>
>
>
>
> Pada Jumat, 16 Juni 2017 22:27, "Sunny ambon [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]> menulis:
>
>
>
> *Di setiap sudut kota dan desa ada itu corong loudspeaker yang selalu
> berkumandang menyuarkan janji-janji mulia, tetapi apakah suara yang
> dipancarkan itu membuat masyarakat menjadi cerdik?*
>
> http://www.suara.com/news/2017/06/16/201500/nur-gadis-
> indonesia-di-suriah-aku-ditipu-mentah-mentah-isis
>
>
> Nur, Gadis Indonesia di Suriah: Aku Ditipu Mentah-mentah ISIS
> Reza Gunadha
> Jum'at, 16 Juni 2017 | 20:15 WIB
> [image: Leefa (berkerudung hijau), perempuan asal Indonesia yang tertipu
> propaganda ISIS untuk datang ke Raqa, Suriah. [Ayham al-Mohammad/AFP]]
> Leefa (berkerudung hijau), perempuan asal Indonesia yang tertipu
> propaganda ISIS untuk datang ke Raqa, Suriah. [Ayham al-Mohammad/AFP]
> "Benar, mereka (ISIS) setiap hari hanya membicarakan soal perempuan,
> perempuan, perempuan," tukas Nur.
>
>    -
>    
> <http://www.suara.com/news/2017/06/16/201500/nur-gadis-indonesia-di-suriah-aku-ditipu-mentah-mentah-isis#>
>
>    -
>
> *Suara.com** - Suriah <http://suara.com/tag/suriah> adalah tanah yang
> dijajikan oleh Khalifah Abu Bakr Al-Baghdadi sebagai surga untuk
> orang-orang yang berbaiat kepadanya. Tapi ternyata, janji tersebut tak
> lebih dari “ansor” atau “angin sorga” alias penipuan. Ribuan jadi korban,
> termasuk Nur, gadis berusia 19 tahun asal Indonesia.*
> Nur, begitulah gadis itu memperkenalkan dirinya kepada wartawan *Agence
> France-Presse, *Ayhem Al-Mohammad, yang menemuinya di kamp pengungsian
> Ain Issa, Suriah, Rabu (14/6/2017).
> Ia mengakui berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan kekhalifahan Negara
> Islam Irak dan Suriah (ISIS <http://suara.com/tag/isis>), bersama sang
> ayah dan saudara lelakinya, tahun 2015 silam.
> Baca Juga
> Saat kehidupan Nur dan keluarganya terhimpit beban ekonomi di tanah air,
> mereka seakan mendapat ilham untuk “hijrah” ke Suriah setelah melihat foto
> dan video kedigdayaan serta kenikmatan hidup di wilayah ISIS.
> “Melalui internet, Daesh (ISIS) mengajak hijrah ke Raqa, Suriah, untuk
> hidup sejahtera di bawah kepemimpinan khalifah. Ayah dan saudara lelakiku
> tertarik, karena mereka dijanjikan pekerjaan tetap yang bergaji besar,”
> tutur Nur.
> Namun, ketika mereka menjejakkan kaki di Raqa, segala kemalangan menimpa
> mereka.
> ”Mereka semua pembohong. Saat kami sampai di sini (Suriah) baru diketahui
> apa yang mereka perlihatkan di internet ternyata berbeda,” tutur Nur,
> menyesal.
> Nasib tragis yang dialami Nur dan keluarganya di wilayah ISIS Suriah
> adalah, ayah dan saudara lelakinya dipenjarakan oleh ISIS.
> ”Ayah dan saudaraku dulu berpikir akan diberikan ISIS pekerjaan tetap dan
> gaji besar. Tapi ternyata, sesampainya di Raqa, mereka berdua dipaksa
> menjadi milisi ISIS. Mereka tak mau, sehingga dipenjarakan,” bebernya.
> Nur sendiri tak bebas dari teror ISIS. Ia mengakui harus terus bersembunyi
> karena banyak gerombolan ISIS yang mayoritas lelaki memburunya untuk
> dijadikan istri.
> Ketika sang ayah belum dipenjara, setiap hari ada saja tentara ISIS yang
> bertandang ke rumah dan tanpa *ba-bi-bu* mengatakan ingin menjadikan
> dirinya istri.
> “Umur pernikahan tentara ISIS rata-rata hanya dua bulan atau bahkan dua
> minggu. Setelahnya mereka bercerai dan mencari istri baru. Mereka datang ke
> rumah dan meminta kepada ayah agar bisa mengambilku,” ungkapnya.
> Saudara lelakinya, juga sebelum dipenjara, kerapkali dihujani pertanyaan
> dari tentara ISIS: ”apakah kau punya suadara perempuan yang bisa
> kuperistri?”
> "Benar, mereka (ISIS) setiap hari hanya membicarakan soal  perempuan,
> perempuan, perempuan,” tukas Nur.
> Penderitaan Nur di tanah yang dijanjikan khalifah akhirnya berakir ketika
> tentara Suriah menggempur Raqa.
> Ia bersama ribuan warga Raqa lainnya mengungsi di kamp Ain Issa. Kekinian,
> nasibnya juga belum jelas.
>
>
> 
>

Kirim email ke