Ditahun 1478 di Spanyol Inquisition mengachiri masa toleransi yang relatip.
Mereka yang tidak mau taat kepada gereja Roman Catholic dikejar kejar,
disiksa dibunuh, dibakar. Pada tahun 1492, setelah menaklukkan khaifat
muslimin Barat di Cordoba, raja Ferrdinanddari Aragon dan ratu Isabella
dari  Castilia (dalam prakteknya Spanyol)memberi pilihan kepada orang
Yahudi untuk menjadi katolik atau meninggalkan Spanyol. Sepuluh tahun
kemudian orang muslim diberi pilihan yang sama convert to Catholicism or
leave. Ratusan ribu orang muslim diusir dalam kapal ke Marroko (the first
ethnic cleansing in Europe). Dengan demikian berachir toleransi di Spanyol,
sedangkan dibawah khalifat Cordoba, tiga agama, Nasrani, Yahudi dan Islam
ber- co-existensi secara damai. Hal ini terbukti oleh fakta fakta sejarah
dan para pakar. Imperium Spanyol antara lain tumbang karena tumbuhnya
intoleransi agamada ethnis. Spanyol bukan saja mengusir orang Yahudi dan
Muslim, tapi juga perang di Belgia, di Belanda dan melawan Inggeris Raya,
di Latin Amerika dan achirnya kehabisan dana dan jatuh.
Sekarang saya melihat di Indonesia intoleransi bertumbuh dengan pesat,
sedangkan NKRI masih kacau balau. Kalau pemerintah tidak hati hati, SARA
 dan lain lain problim, baik politis, ekonomis dan sosial bisa menambah dan
mempertajam gap antara yang kaya dan yang miskin serta intoleransi dan
menimbulkan eksplosi laksana gunung api.

Am I right or wrong ?

Kirim email ke