Senin, 19 Juni 2017 - 12:26 wib
BI: Utang Luar Negeri Capai USD328,2 Miliar pada April 2017


  
|  
|   
|   
|   |    |

   |

  |
|  
|   |  
BI: Utang Luar Negeri Capai USD328,2 Miliar pada April 2017
 Utang luar negeri ULN Indonesia pada April 2017 tercatat USD3282 miliar atau 
tumbuh 24 yoy  |   |

  |

  |

 


Ilustrasi: (Foto: Okezone)

Koran SINDOJurnalis

JAKARTA – Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada April 2017 tercatat USD328,2 
miliar atau tumbuh 2,4% (yoy), lebih lambat bila dibandingkan dengan 
pertumbuhan Maret 2017 yang sebesar 2,9% (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, perlambatan pertumbuhan utang luar negeri pada 
April 2017 disebabkan utang luar negeri sektor publik yang melambat dan sektor 
swasta yang terus menurun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank 
Indonesia Tirta Segara mengatakan, posisi utang luar negeri sektor publik pada 
April 2017 tercatat USD167,9 miliar (51,2% dari total ULN) atau tumbuh 9,2% 
(yoy), lebih lambat dari 10,0% (yoy) pada bulan sebelumnya. “Sementara itu 
utang luar negeri sektor swasta tercatat USD160,3 miliar (48,8% dari total ULN) 
atau turun 3,9% (yoy), lebih dalam bila dibandingkan dengan penurunan pada 
Maret 2017 yang sebesar 3,6% (yoy),” kata Tirta di Jakarta, akhir pekan ini. 

Berdasarkan jangka waktu, perlambatan utang luar negeri Indonesia terjadi baik 
pada utang luar negeri berjangka panjang maupun pendek. Utang luar negeri 
berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,4% dari total ULN pada April 2017 
tercatat tumbuh 1,0% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan di 
bulan sebelumnya yang sebesar 1,1% (yoy). Posisi utang luar negeri berjangka 
panjang tercatat mencapai USD283,6 miliar, terdiri dari ULN sektor publik yang 
sebesar USD164,4 miliar (58,0% dari total ULN jangka panjang) dan ULN sektor 
swasta yang sebesar USD119,2 miliar (42,0% dari total ULN jangka panjang). 

Sementara itu, lanjut dia, ULN berjangka pendek tumbuh 12,0% (yoy), melambat 
dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2017 yang sebesar 16,0% (yoy). Posisi 
utang luar negeri berjangka pendek tercatat USD44,6 miliar (13,6% dari total 
ULN), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD41,1 miliar (92,1% dari total 
ULN jangka pendek) dan utang luar negeri sektor publik sebesar USD3,5 miliar 
(7,9% dari total ULN jangka pendek). Menurut sektor ekonomi, posisi utang luar 
negeri swasta pada April 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri 
pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas, dan air bersih. 

Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar 
negeri swasta mencapai 76,4%. Bila dibandingkan dengan Maret 2017, pertumbuhan 
tahunan utang luar negeri sektor industri pengolahan mengalami peningkatan, 
sedangkan utang luar negeri sektor listrik, gas, dan air bersih tumbuh 
melambat. Di sisi lain, utang luar negeri sektor pertambangan dan keuangan 
masih mengalami kontraksi pertumbuhan. 

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada April 2017 tetap 
sehat, tetapi terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank 
Indonesia terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar 
negeri sektor swasta. 

“Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat 
berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa 
menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi,” tandasnya.

Kirim email ke