http://aribicara.blogdetik.com/2017/06/20/surat-terbuka-dan-doa-untuk-anggota-dpr-yang-baik-dan-yang-korup?_ga=2.52623277.429133529.1497945679-1000916458.1492368516



Surat Terbuka dan Do’a untuk Anggota DPR yang Baik dan yang Korup

20 Jun 2017 - 10:32 WIB

Aribicara Hukum
<http://aribicara.blogdetik.com/category/aribicara-hukum>/ Aribicara
Politik <http://aribicara.blogdetik.com/category/aribicara-politik>/   Ari
Bicara <https://connect.detik.com/d12a90n> 0 Comments
<http://aribicara.blogdetik.com/2017/06/20/surat-terbuka-dan-doa-untuk-anggota-dpr-yang-baik-dan-yang-korup?_ga=2.52623277.429133529.1497945679-1000916458.1492368516>

Secara hukum dan Undang-undang, Dewan Perwakilan Rakyat [DPR] memiliki
beberapa tugas dan wewenang. Mungkin jika diantara kita masih belum faham
dan tahu, berikut ini saya akan menyertakan tugas dan wewenang DPR, yang
saya kutip langsung dari website resmi *dpr
<http://www.dpr.go.id/tentang/tugas-wewenang>* sebagai berikut;

*Tugas dan Wewenang*

Terkait dengan fungsi legislasi, DPR memiliki tugas dan wewenang:

   -

   Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)
   -

   Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)
   -

   Menerima RUU yang diajukan oleh DPD (terkait otonomi daerah; hubungan
   pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah;
   pengelolaan SDA dan SDE lainnya; serta perimbangan keuangan pusat dan
   daerah)
   -

   Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun DPD
   -

   Menetapkan UU bersama dengan Presiden
   -

   Menyetujui atau tidak menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU (yang
   diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU

Terkait dengan fungsi anggaran, DPR memiliki tugas dan wewenang:

   -

   Memberikan persetujuan atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)
   -

   Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU tentang APBN dan RUU terkait
   pajak, pendidikan dan agama
   -

   Menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab
   keuangan negara yang disampaikan oleh BPK
   -

   Memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara maupun
   terhadap perjanjian yang berdampak luas bagi kehidupan rakyat yang terkait
   dengan beban keuangan negara

Terkait dengan fungsi pengawasan, DPR memiliki tugas dan wewenang:

   -

   Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN dan kebijakan
   pemerintah
   -

   Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang disampaikan oleh DPD
   (terkait pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan
   penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE lainnya, pelaksanaan APBN,
   pajak, pendidikan dan agama)

Tugas dan wewenang DPR lainnya, antara lain:

   -

   Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat
   -

   Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk: (1) menyatakan perang
   ataupun membuat perdamaian dengan Negara lain; (2) mengangkat dan
   memberhentikan anggota Komisi Yudisial.
   -

   Memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam hal: (1) pemberian amnesti
   dan abolisi; (2) mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar
   lain
   -

   Memilih Anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD
   -

   Memberikan persetujuan kepada Komisi Yudisial terkait calon hakim agung
   yang akan ditetapkan menjadi hakim agung oleh Presiden
   -

   Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk selanjutnya diajukan ke
   Presiden

Usai membaca tugas dan wewenang DPR diatas, tentunya sangat bagus dan rapi
juga kelihatan sekali jika ternyata kerjaan mereka sangatlah berat.

Makanya saya juga berani menyimpulkan bahwa orang-orang di DPR psti ada
yang baik, namun juga ada yang buruk.

Namun sekarang, begitu melihat DPR akhirnya melakukan *hak angket kepada
KPK
<http://news.detik.com/indeksfokus/2638/dpr-gulirkan-hak-angket-kpk/berita?_ga=2.182888678.190270369.1497836733-1319877100.1497014298>*,
saya pikir mereka sudah kurang mendengar aspirasi rakyat secara mayoritas.

Saya sudah faham bagaimana seseorang yang sudah terjebak ke dalam ruang
lingkup di DPR, jadi saya juga tidak perlu menvonis, apakah mereka yang
menggulirkan hak angket ke KPK adalah orang-orang suci dan bersih, atau
orang-orang yang justru bergelimang dosa dan korupsi, saya tidak berani
menvonis mereka diantara keduanya.

Namun saya disini sebagai orang biasa yang selalu membayar pajak kepada
negara bersama rakyat Indonesia lainya, hanya ingin membuat sebuah
pernyataan atas sikap mereka yang melakukan hak angket kepada KPK.

*Pertama,* Jika memang diantara mereka adalah orang-orang baik, yang tidak
pernah korupsi selama jadi anggota DPR, saya doakan semoga saja hidup
mereka selalu dalam keberkahan dan ridho dari Alloh S.W.T, serta diberikan
kebahagiaan dunia hingga akherat karena berjuang untuk rakyat.

*Kedua,* Jika memang diantara mereka adalah orang-orang yang beriman dan
meyakini adanya Tuhan yang maha tahu atas apa yang sudah mereka lakukan,
dan mereka ternyata adalah orang-orang yang pernah Korupsi. Saya doakan
semoga mereka bertaubat dan berani mengakui jika mereka sudah pernah
korupsi. Tidak hanya mengakui, tapi mereka kemudian mengembalikan uang
korupsinya kepada rakyat dan meminta maaf kepada rakyat, dan berjanji untuk
tidak mengulangi perbuatanya.

*Ketiga,* Jika ternyata mereka adalah orang-orang yang ternyata pernah
korupsi tapi tidak pernah ketahuan, dan merasa aman, tidak pernah mau
mengakui, bahkan sok alim di depan rakyat, bahkan kemudian mengulanginya
lagi, dan tidak mau bertaubat. Saya doakan semoga saja mereka selalu hidup
dalam penderitaan dan hidup dalam ketidaktenangan, dan mudah-mudahan
sebelum mati membusuk mereka ditimpakan siksa seberat-beratnya atas
perbuatan mereka. Tujuanya supaya menjadi pelajaran dan peringatan bagi
anggota DPR yang lain dan siapapun untuk jangan pernah berani korupsi.

Intinya saya hanya ingin menegaskan disini bahwa saya yakin dan percaya
jika di DPR pasti ada yang baik, makanya untuk mereka yang masih baik dan
bersih, saya dan selruh rakyat yang sudah bayar pajak untuk memberikan gaji
dan tunjangan kepada mereka pasti akan doakan yang baik-baik.

Namun sebaliknya, jika di DPR masih ada orang-orang yang korup yang belum
ketahuan tapi saya yakin TUHAN PASTI MAHA TAHU dan MELIHAT, mudah-mudahan
mereka diberikan kesempatan untuk SADAR dan bertaubat. Namun jika taubat
tidak mereka lakukan, mudah-mudahan Tuhan menghukum mereka dengan
seberat-beratnya sebelum mereka mati dan membusuk agar bisa dijadikan
peringatan dan pelajaran agar tidak ada yang berani korupsi lagi. Amiiiiin

Silahkan bantu share dan tag anggota DPR yang anda kenal dan tahu, atau
pejabat-pejabat yang lain. Tujuanya semoga yang sudah baik kita dukung dan
terus doakan yang baik-baik.

Demikian juga yang mungkin khilaf, mudah-mudahan mereka mau menyesal dan
bertaubat serta berjanji tidak melakukanya lagi.

Tapi jika sudah datang peringatan, saran, dan nasihat tak digubris dan
tetap korupsi dan mengecewkan rakyat, itu artinya kan orang macem begitu
sudah tak tau diri dan seolah-olah sudah berani menantang Tuhan dan
menganggap Tuhan tidak tahu atas perbuatan mereka, maka doakanlah agar
mereka mendapatkan siksa seberat-beratnya mulai dari selama hidup, jelang
ajal, dan mati dimasukan ke dalam neraka jahannam. Amiin

Kirim email ke