Saat Sukarno Kecil Berlebaran dalam Kemiskinan 
https://www.dream.co.id/orbit/saat-sukarno-kecil-berlebaran-dalam-kemiskinan-170616s.htmlReporter
 : Eko Huda S | Minggu, 25 Juni 2017 10:02
 
 
 
https://facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.dream.co.id%2Forbit%2Fsaat-sukarno-kecil-berlebaran-dalam-kemiskinan-170616s.html


 Bung Karno (Shutterstock)
 "Orang-orang makan besar dan memberi hadiah. Tapi kami tak pernah makan besar 
atau pun memberi hadiah. Karena kami tidak punya uang." 
 Dream - Lebaran identik dengan kebahagiaan. Semua orang merayakan kemenangan, 
setelah selama sebulan menjalankan puasa https://www.dream.co.id/tag/puasa/. 
Makanan https://www.dream.co.id/tag/makanan/ lezat terhampar, baju 
https://www.dream.co.id/tag/baju/ baru disandang. Penuh ceria.
 Tapi ada pula saudara-saudara kita yang melewatkan Lebaran 
https://www.dream.co.id/tag/lebaran/ dengan balutan kesedihan. Mereka dirubung 
kekurangan. Tak ada menu enak di meja. Baju pun masih pakai yang lawas, yang 
digunakan sehari-hari.
 Pengalaman sedih https://www.dream.co.id/tag/sedih/ berlebaran juga pernah 
dialami oleh presiden pertama Indonesia, Sukarno, saat masih kanak-kanak. Dalam 
buku “ Bung Karno, Penayambung Lidah https://www.dream.co.id/tag/lidah/ 
Rakyat”, dibeberkan masa-masa sulit yang dialami proklamator bangsa itu.
 Kala itu, Sukarno yang masih berumur enam tahun orangtuanya pindah ke 
Mojokerto. Di kota yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Surabaya 
https://www.dream.co.id/tag/surabaya/ itu, mereka tingal di perkampungan kumuh. 
Meski para tetangga Sukarno berada dalam kekurangan, mereka masih mampu beli 
jajanan https://www.dream.co.id/tag/jajanan/, pepaya dan permen.
 “ Tapi aku tidak. Tidak pernah,” kata Sukarno dalam buku yang ditulis oleh 
wartawan asal Amerika Serikat, Cindy Adam, itu.
 Lebaran, kata Sukarno, merupakan hari besar bagi umat Islam 
https://www.dream.co.id/tag/islam/, hari penutup bulan Puasa 
https://www.dream.co.id/tag/bulan-puasa/. Lebaran tak beda dengan hari Natal 
bagi penganut agama Kristen. “ Orang-orang makan besar dan memberi hadiah. Tapi 
kami tak pernah makan besar atau pun memberi hadiah. Karena kami tidak punya 
uang.”
 Sudah menjadi kebiasaan anak-anak zaman itu, saat malam menjelang Lebaran 
mereka bermain petasan. Semua anak melakukan kebiasaan itu. “ Semua, kecuali 
aku,” ujar Sukarno.
 Pada hari Lebaran, setengah abad sebelum diwawancara oleh Cindy Adam untuk 
menyusun buku ini, Sukarno berbaring sendirian di kamar tidur. Kamar itu 
sempit, hanya muat untuk satu ranjang saja.
 “ Dengan pilu mengintip ke arah langit melalui tiga buah lubang udara yang 
kecil-kecil pada dinding bambu. Lubang udara itu berukuran sebesar batu 
https://www.dream.co.id/tag/batu/ bata,” Sukarno menggambarkan kamar 
sederhananya.
 Di atas ranjang itu, Sukarno merasakan berapa malang nasibnya. Hatinya 
teriris. Sementara, dia mendengar petasan yang meletus bersahutan, disusul 
teriakan gembira kawan-kawannya.
 Dia sedih. Saat kawan-kawannya bisa membeli petasan, dia tidak. “ Satu-satunya 
cara yang bisa dilakukan seorang anak untuk mengatasai perasaan itu ialah 
dengan menangis terisak-isak sepuas-puasnya di atas tempat tidurnya.”
 Sukarno masih teringat, bagaimana dia menangis kepada sang bunda, " Dari tahun 
ke tahun aku selalu berharap, tapi tidak sekalipun aku bisa menyalakan mercon. 
Aku merasa begitu menyesal pada diriku sendiri,” tutur Sukarno.
 Kemudian pada malam hari, datanglah seorang tamu menemui bapaknya. Sang tamu 
membawa bingkisan kecil dan menyodorkannya kepada Sukarno. Sukarno mengaku 
gemetar karena bahagia. “ Sehingga hampir tak sanggup membukanya. Isinya 
petasan,” tutur dia.
 Bagi Sukarno kala itu, tak ada harta, lukisan, atau pun istana di dunia ini 
yang dapat memberinya kegembiraan seperti waktu itu. “ Aku tidak bisa melupakan 
peristiwa https://www.dream.co.id/tag/peristiwa/ itu selama hidupku,” ucap 
Sukarno.
 Itulah Sahabat Dream, jangan lupa selalu bersyukur. Bila kita merayakan 
Lebaran dalam kondisi kecukupan, jangan lupa kepada saudara-daudara kita yang 
masih kekurangan. Mari berbagi dengan sesama dalam Idul Fitri 
https://www.dream.co.id/tag/idul-fitri/ ini. (ism) 
 
 


 

Kirim email ke