http://www.suara-islam.com/read/kolom/opini/22823/Pertemuan-GNPF-MUI-dengan-Presiden-Jokowi



Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi

25 Juni 19:11 | Dilihat : 305

[image: Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi] Delegasi GNPF-MUI
berfoto bersama Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad siang
(25/06)

Siang ini pukul 12.40 Pimpinan GNPF MUI dan perwakilan Tim Advokasi GNPF
MUI diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Pertemuan sebenarnya
dijadwalkan pukul 11.30, namun tertunda berhubung Presiden pada jam yang
sama tengah bersilaturahmi di rumah Ibu Megawati.

Pertemuan tertutup dengan Jokowi yang didampingi Menkopolhukam Wiranto,
Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim ini merupakan kelanjutan
pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan Pemerintah yang diwakili
Menkopolhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kala dalam seminggu ini.

Dalam pertemuan tersebut, GNPF MUI yang dipimpin langsung oleh Ketua GNPF
Ust Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan terlebih dahulu situasi kekinian
dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub
DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang
cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri. Padahal yg
dilakukan oleh Ulama yg tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud
menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke
makar, dalam koridor demokrasi.

Pimpinan GNPF yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu
sisi Pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yg bersifat
menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat
Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan
Kebhinekaan. Tentulah hal ini tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam
menjalankan program2nya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang
lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib
Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab
Saudi.

Presiden menyampaikan rasa senang dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta
menegaskan tidak ada maksud utk tidak mau menerima ulama yang tergabung
dalam GNPF MUI, semua itu hanyalah mis komunikasi semata. Jokowi
menyatakan, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah
memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Jokowi mengulang kembali pernyataannya selama ini bahwa dirinya betul2
menahan diri dari mengintervensi kasus Ahok. "Dan kenyataannya kemudian kan
terbukti bersalah (dalam persidangan)".

Selain masalah dalam negeri, Jokowi juga menjelaskan tentang upayanya
melakukan keseimbangan di bidang ekonomi dengan membuka hubungan intensif
ke Cina dan negara2 Timur Tengah termasuk Turki, karena tidak mau
tergantung pada negara Barat.

Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah
memerintahkan Menkopolhukam (yang duduk disamping beliau) untuk melanjutkan
komunikasi untuk menyelesaikan persoalan2 yang terjadi di lapangan, seraya
mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu
yang akan datang.

Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit dan ditutup dengan sesi foto bersama.

*M. Luthfie Hakim*
*Plt. Sekretaris GNPF MUI*

Kirim email ke