Tambah 1 D : Dengkur..... 2017-06-28 21:10 GMT+02:00 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > *Biar lambat asal selamat, karena gaji dibayar apalagi kalau dipraktekan > 5D yaitu Datang, Duduk, Diam, Dengar, Duit. Hehehehehehe* > > > http://mediaindonesia.com/news/read/110679/memprihatinkan-kinerja- > legislasi-dpr-periode-ini-kian-melempem/2017-06-28 > > > > Memprihatinkan Kinerja Legislasi DPR Periode Ini Kian Melempem > > Rabu, 28 June 2017 18:34 WIB Penulis: *Christian Dior Simbolon * > > <http://mediaindonesia.com/files/news/2017/06/r.jpg> > <http://mediaindonesia.com/files/news/2017/06/r.jpg> > > MI/Susanto > > KINERJA DPR RI di bidang legislasi dinilai kian melempem. Menurut catatan > Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (Formappi), hingga pertengahan > 2017, tercatat baru dua rancangan undang-Undang (RUU) yang disahkan menjadi > UU, yakni RUU Perbukuan dan RUU tentang Pemajuan Kebudayaan. > > "Jika dibandingkan DPR di periode sebelumnya, ini bisa dibilang DPR > terburuk untuk ukuran kinerja legislasi. Di tahun ketiga ini, harusnya DPR > menggenjot kinerja, tapi baru dua RUU saja yang selesai," ujar peneliti > Formappi Lucius Karus di Jakarta, Rabu (28/6). > > Jika dibandingkan kinerja anggota DPR periode 2009-2014, Lucius > mengatakan, kinerja DPR tahun ini juga kalah jauh. Pada tahun ketiga, DPR > periode 2009-2014 mengesahkan lebih dari 40 RUU. Di sisi lain, sesuai > dengan target Prolegnas 2017, tahun ini DPR menargetkan menuntaskan 50 RUU > prioritas. > > "Kinerja itu sulit disamai DPR periode ini. Kalaupun mereka menyelesaikan > 10 RUU, baru sekitar 20 RUU yang disahkan hingga tahun ketiga. Padahal ini > tahun puncak. Tahun 2018, mereka sudah siap-siap untuk pemilu legislastif > dan mulai kampanye," jelas dia. > > Lucius menduga, buruknya kinerja legislasi disebabkan gaduhnya 'Gedung > Parlemen' karena tarik menarik kepentingan. Selain sibuk berbagi 'kue > kekuasaan' dengan munculnya usulan penambahan pimpinan DPR, MPR dan > Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), anggota DPR juga sibuk membuka peluang > bagi partai masing-masing via RUU Pemilu yang tak kunjung tuntas > pembahasannya. > > "Sepanjang tahun sibuk soal tambah pimpinan dan RUU Pemilu. Alhasil mereka > tersandera karena kepentingan masing-masing. RUU lain yang penting dan juga > dibutuhkan rakyat jadi terabaikan. Bisa dibilang DPR tahun ini juga tuli > terhadap kritik," cetus Lucius. > > Senada, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria > Samego, mengatakan, kinerja DPR di bidang legislasi memprihatinkan. Hal itu > tidak terlepas gaduhnya DPR karena kepentingan fraksi-fraksi tidak sinkron > di sejumlah RUU yang urgen untuk diselesaikan, semisal RUU Pemilu dan RUU > MD3. > > >
