Hotel Tentrem itu milik Perusahaan jamu Sidomuncul.
Di kamar disediakan kopi jahe buatan perusahaan jamu Sidomuncul.
Makan paginya luar biasa enak , macam2 dari nasi gudeg, sego liwet, pecel,
soto dll


2017-07-01 8:19 GMT+02:00 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
>
> http://regional.kompas.com/read/2017/07/01/10244021/
> kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.
>
> tampil.di.depan.obama
> Kisah Dalang Wayang Kulit Tunanetra yang
> Tampil di Depan Obama
> Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin
> Kompas.com - 01/07/2017, 10:24 WIB
> Agustinus Sardjono Hadisurjo (66) dan istrinya, Suwartini berfoto bersama
> dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hotel Tentrem, Jalan
> A M Sangaji, Kota Yogyakarta, Kamis (29/6/2017) malam.(
> ISTIMEWA/DOKUMENTASI AGUSTINUS SARDJONO HARDISURJO)
>
> * Dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> tuna netra
> <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> pertama*
>
> Meski tak mengklaim, Sardjono yang menjadi tuna netra
> <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> sejak berusia 28 tahun itu,
> bisa disebut sebagai dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang
> kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> berkebutuhan khusus
> pertama di Yogyakarta <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta>.
>
> Sebab, pria yang juga pengurus organisasi difabel DI Yogyakarta
> <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta> itu belum menemukan dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> berkebutuhan khusus lainnya.
>
> Dengan kegigihannya pula meski kehilangan indra penglihatannya, Sardjono
> bisa membuktikan diri menjadi dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> 
> wayang
> kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>.
>
> Menjadi tuna netra <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> memang bukan
> hal yang dikehendakinya. Ia harus kehilangan pekerjaan di salah satu hotel
> karena kekurangan fisiknya tersebut.
>
> Ia pun sempat ditolak menjadi staf pengajar di kampusnya lantaran
> menyandang status tuna netra <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra>.
>
> "Saya menjadi tuna netra <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> awal
> pada tahun 1979, sedikit demi sedikit jadi tuna netra
> <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> sampai 1983," kata Sardjono.
>
> Sejak saat itu Sardjono mencari nafkah lewat kesenian. Awalnya, pria
> kelahiran Gunungkidul ini menjual hasil karyanya seperti lukisan wayang,
> wayang beber, wayang kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>,
> dan patung dari tokoh pewayangan sebelum menjadi dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>.
>
> "Sejak usia lima tahun saya sudah kenal dengan kesenian tentang wayang
> karena di tempat tinggal saya dulu banyak pelaku seni. Selain itu ayah saya
> dulu juga penggemar wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>," kata Sardjono.
>
> *Baca: Tak Jadi Makan Siang, Jokowi dan Obama Hanya "Ngobrol" Informal
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/06/30/15071201/tak.jadi.makan.siang.jokowi.dan.obama.hanya.ngobrol.informal.>*
>
> Kesenangannya kepada wayang itu pula yang membuatnya bisa membedakan tokoh 
> wayang
> kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> ketika tampil di atas
> panggung.
>
> Baru pada awal 2014, ia memutuskan untuk menjadi dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang>. Ia menimba ilmu di sekolah dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> di Keraton Yogyakarta
> <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta> selama tiga tahun.
>
> Kala itu ia menimba ilmu bersama belasan calon dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> dengan kondisi fisik normal. Namun
> ia bisa lulus dengan memuaskan tanpa kendala berarti.
>
> Pria lulusan pendidikan luar biasa IKIP Yogyakarta
> <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta> ( kini UNY) itu menggunakan
> metode anak berkebutuhan khusus untuk bisa menjadi dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang>.
>
> Hal itu dilakukannya agar penampilannya tetap sempurna di depan penonton.
> Sebab penampilannya di atas panggung harus tak berbeda seperti dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> pada umumnya.
>
> Dalam pertunjukan wayang kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>,
> tidak ada ungkapan kasihan atau dimaklumi lantaran dalangnya berkebutuhan
> khusus.
>
> "Untuk membedakan bagian depan dan belakang wayang misalnya, saya tempel
> semacam tanda di pegangan wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>. Jika jempol saya memegang
> tanda itu, berarti wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> menghadap ke depan," kata
> Sardjono.
> Page:
> 1
> <http://regional.kompas.com/read/xml/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=1>
> 2
> <http://regional.kompas.com/read/xml/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=2>
> Show All
> <http://regional.kompas.com/read/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=all>
> Kisah Dalang Wayang Kulit Tunanetra yang
> Tampil di Depan Obama
> Kontributor Yogyakarta, Teuku Muhammad Guci Syaifudin
> Kompas.com - 01/07/2017, 10:24 WIB
> Agustinus Sardjono Hadisurjo (66) dan istrinya, Suwartini berfoto bersama
> dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hotel Tentrem, Jalan
> A M Sangaji, Kota Yogyakarta, Kamis (29/6/2017) malam.(
> ISTIMEWA/DOKUMENTASI AGUSTINUS SARDJONO HARDISURJO)
>
> * YOGYAKARTA <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta>, KOMPAS.com* –
> Agustinus Sardjono Hadisurjo (66) menjadi salah satu orang yang paling
> beruntung ketika mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama
> <http://indeks.kompas.com/tag/Barack-Obama>, berlibur ke Yogyakarta
> <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta> belum lama ini.
>
> Dia berkesempatan bersalaman dan berfoto dengan Presiden Amerika Serikat
> ke-44 yang dikawal ketat pasukan pengamanan presiden (Paspampres) dan
> Secret Service selama liburan di Indonesia itu.
>
> Bukan tanpa sebab, Sardjono merupakan dalang
> <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> yang diundang Obama untuk
> tampil di Hotel Tentrem sehari sebelum meninggalkan Kota Gudeg atau
> tepatnya Kamis (29/6/2017) malam.
>
> Obama menyaksikan penampilannya di Executive Lounge lantai delapan hotel
> selama 35 menit.
>
> Meski singkat, Sardjono menampilkan lakon Aji Norontoko dengan tokoh utama
> Gatotkaca dan Raden Dursala. Sardjono memang tak setenar Ki Manteb
> Soedharsono, dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit> asal Jawa Tengah.
>
> *Baca: Begini Isi Karangan Pertama Berbahasa Indonesia Buatan Obama Kecil
> <http://nasional.kompas.com/read/2017/06/30/21153081/begini.isi.karangan.pertama.berbahasa.indonesia.buatan.obama.kecil>*
>
> Sehingga, pria tuna netra <http://indeks.kompas.com/tag/tuna-netra> ini
> lulusan sekolah dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> Keraton
> Yogyakarta <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta> Itu merasa sangat
> bersyUkur bisa tampil di depan Obama, sosok yang sangat dikenal masyarkat
> dunia.
>
> “Sebetulnya saya tampil ditonton tukang becak juga tidak masalah asalkan
> senang wayang kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>. Makanya
> saya kaget karena yang menonton ini Obama, Mungkin ini juga campur tangan
> Tuhan karena banyak dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> yang
> hebat tapi kok beliau (Obama) memilih saya,” tutur Sardjono di kediamannya
> Jalan Veteran, Gang Ranudimejo, Kota Yogyakarta
> <http://indeks.kompas.com/tag/Yogyakarta>, Kamis malam.
>
> Dalam penampilannya, Sardjono menggunakan Bahasa Jawa, namun sesekali ia
> juga menggunakan Bahasa Inggris.
>
> Bahasa Inggris dipakainya ketika menampilkan tokoh Petruk di tengah-tengah
> cerita. Momen itu pula yang disukai Obama dan keluarganya lantaran
> kemunculan Petruk dan punokawan itu selalu mengundang gelak tawa.
>
> “Intinya kami berterima kasih kepada Obama mau menyaksikan wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>. Ya ucapannya tidak
> panjang-panjang,” ujar Sardjono sembari bercanda.
>
> Sardjono memilih lakon Aji Norontoko bukan tanpa alasan. Awalnya ia ingin
> menampilkan lakon Wahyu Cakraningrat yang ceritanya memiliki kaitan dengan
> kedatangan Obama ke Indonesia.
>
> Namun, karena waktu yang diberikan hanya 35 menit, ia mencari lakon yang
> ceritanya bisa diringkas karena kisah Wahyu Cakraningrat sulit disingkat.
>
> Selain itu, cerita tentang Aji Norontoko itu memiliki nilai-nilai tentang
> seorang ksatria dan jiwa patriotisme.
>
> Sebab, Gatotkaca sebagai tokoh utama dalam cerita itu berani bertarung
> untuk membela keadilan dan kebenaran.
>
> “Cerita ini juga ingin menunjukkan jika Indonesia punya Pancasila yang
> menjadi representasi sifat bangsa Indonesia, satu di antaranya jiwa
> patriotisme,” kata Sardjono.
>
> Tak hanya pengalaman tampil di depan Obama, Sardjono juga mendapatkan
> momen berharga. Usai mendalang, Sardjono langsung dihampiri Obama ke
> panggung.
>
> Ia mengatakan, pria yang pernah tinggal di Jakarta semsa kecilnya itu
> langsung mengucapkan terima kasih dan merangkulnya.
>
> “Walau tidak begitu jelas, dia juga bilang pertunjukan malam ini bagus
> dalam Bahasa Indonesia,” kata Sardjono.
>
> “Asisten (Obama) juga bilang *tonight is execellent peformance* kepada
> saya,” tambah Sardjono.
>
> Tak hanya dirangkul, Obama memintanya untuk berfoto bersama. Padahal, kata
> dia, kamera tidak diperbolehkan masuk ke lokasi pertunjukan wayang.
>
> Selain itu, ponsel harus dalam posisi mati selama berada di dalam lokasi
> pertunjukan.
>
> “Momen ini yang sangat istimewa karena waktu masuk kami tidak boleh
> mengambil gambar termasuk untuk dokumentasi. Tapi kenapa setelah selesai
> Obama suruh *motret* makanya itu istimewa sekali kemudian seluruh kru
> karawitan juga potret bersama,” ucap Sardjono.
>
> Sardjono berharap, penampilannya di hadapan Obama itu bisa menggugah
> kawula muda untuk mencintai budaya tradisional khususnya wayang kulit
> <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>.
>
> Menurutnya, wayang kulit <http://indeks.kompas.com/tag/wayang-kulit>
> memiliki nilai filosofis yang tinggi yang bisa diaplikasikan dalam
> kehidupan sehari-hari.
>
> “Buat saya ya mudah-mudahan ini bisa memotivasi saudara kita yang sampai
> hari ini tidak kenal wayang dan *cuek* dengan wayang dan pedalangan.
> Menjadi dalang <http://indeks.kompas.com/tag/Dalang> itu *multitalent
> approach* karena terdapat seni suara, seni gerak dan seni tari,” kata
> Sardjono.
> Page:
> 1
> <http://regional.kompas.com/read/xml/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=1>
> 2
> <http://regional.kompas.com/read/xml/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=2>
> Show All
> <http://regional.kompas.com/read/2017/07/01/10244021/kisah.dalang.wayang.kulit.tunanetra.yang.tampil.di.depan.obama?page=all>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke