http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/22843/Ini-Komentar-MUI-tentang-Video-Sudutkan-Islam-yang-Diunggah-Polri-



Ini Komentar MUI tentang Video Sudutkan Islam yang Diunggah Polri

29 Juni 00:41 | Dilihat : 2111

[image: Ini Komentar MUI tentang Video Sudutkan Islam yang Diunggah Polri]
Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain.

*Jakarta (SI Oline) - *Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku
Zulkarnain menyesalkan konten video yang berjudul "Kau adalah Aku yang
Lain" yang diunggah di akun Fanpage resmi Divisi Humas Polri. Tengku
menilai, konten video tersebut telah mendeskreditkan umat Islam.

"Di mana pernah terjadi seperti itu? Mana ada orang Islam, kepada umat
Hindu, Budha, atau kristen menghalangi ambulans?" kata Tengku, Rabu
(28/6/2017), seperti dikutip *Republika.co.id <http://Republika.co.id>.*

Tengku menegaskan, seharusnya Polri lebih selektif dalam memilih konten
video. Terlebih, Polri adalah lembaga negara yang harus bekerja dengan
profesional dan tidak menyudutkan pihak manapun.

Tengku mengkhawatirkan video tersebut berimbas pada penggiringan opini
masyarakat akan umat Islam. "Yang begini-begini kami harap bisa dibersihkan
dari demokrasi kita," kata Tengku.

Diketahui film pendek "Kau adalah Aku yang Lain" menjuarai katagori film
pendek dalam Police Movie Festival IV 2017. Video yang berdurasi 7 menit 41
detik itu bercerita tentang seorang Muslim--digambarkan sebagai pria
berbaju koko, berpeci, dan berjanggut--bersikeras untuk tidak memberi jalan
bagi ambulans.

Jalan tersebut tengah ditutup karena sedang berlangsung pengajian. Orang
tersebut tidak mau membuka jalan terlebih karena pasien yang ada dalam
ambulans tersebut memakai salib, sebagai perlambang pemeluk agama Kristen.

Video itu sempat diunggah di akun Facebook Divisi Humas Polri pada Sabtu
(24/6). Video tersebut juga banyak tersebar di Youtube dan media sosial
lainnya.

Sementara itu, sutradara Film Kau adalah Aku yang Lain, Anto Galon, meminta
maaf apabila pesan yang ingin disampaikan dalam filmnya tidak sampai
sepenuhnya. Akibatnya, film yang sebenarnya ingin menyampaikan pesan Islam
sebagai agama yang mengedepankan toleransi justru menjadi kontroversi.

"Film itu adalah sebuah renungan bahwa sebagai seorang Muslim agar tidak
menjadi oknum seperti yang si mbah dalam film," kata dia melalui keterangan
resmi yang dirilis Kepolisian Republik Indonesia, Rabu (28/6).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menambahkan sutradara juga
ingin menyampaikan melalui film tersebut tentang toleransi antarumat
beragama.

 "Dia ingin menggambarkan (dalam film) bahwa Islam itu toleran. Dia juga
berharap penonton jangan terfokus pada tokoh si mbah, dan jangan hanya
nonton sebagian," kata Rikwanto

Kirim email ke