Dalam 2 tahun masa pemerintahan 101 kegagalan, bagaimana dgn 5 tahun apakah 
1001 kegagalan?
---
101 Kegagalan Jokowi-JK Dalam 2 Tahun Masa Pemerintahan

POLITIK  JUM'AT, 09 JUNI 2017 , 13:59:00 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG
| 0SHARES |  |


101 Kegagalan Jokowi-JK Dalam 2 Tahun Masa Pemerintahan

1. Tidak menjalankan amanat Pancasila dan UUD 1945 dan Trisakti dalam berbagai 
perundingan internasional secara konsisten. Tidak ada sama sekali agenda jokowi 
dalam berbagai pertemuan internasional yang mengusung cita cita proklamasi, 
Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila. Bung karno menyelenggarakan pertemuan 
internasional Konferensi Asia Afrika (KAA) dalam rangka menjalankan amanat 
konstitusi UUD 1945.

2. Gagal melindungi kepentingan nasional dalam berbagai perundingan 
internasional. Kepentingan nasional yang dimaksud adalah menjaga kedaualatan 
Negara dan bangsa Indonesia dan melindungi kepentingan rakyat Indonesia dari 
pengisapan rexim global.
 
3.  Pemerintah Jokowi gagal menjadikan pertemuan internasional seperti G20, 
OPEC, ASEAN sebagai strategi  penyelamatan kedaualatan negara, malah 
menjadikannya sebagai ajang memburu utang dan investasi, bukan memperjuangkan 
nasionalisme ekonomi. Pemerintahan dalam berbagai pertemuan internasional 
mengobral kekayaan alam dan pasar Indonesia untuk di eksploitasi dan dijarah 
oleh modal internasional.

4. Pemerintah Jokowi gagal melindungi pasar Indonesia dari invasi global. 
Memasukkan Indonesia sebagai bantalan bagi krisis keuangan china. Pemerintah 
Jokowi mengambil bagian dalam proyek politik jalur sutera China. Proyek jalur 
sutera bukan sekedar merupakan proyek ekonomi, namun juga proyek politik dan 
kebuayaan China dalam rangka memperluas dominasinya secara global.

5. Pemerintah Jokowi gagal melindungi pasar Indonesia dari produk China. Jokowi 
menjadikan ekonomi Indonesia sebagai pasar produk cina, mulai dari produk UKM, 
hingga produk infrastruktur dan produk pasar keuangan China. Penyerahan pasar 
infrastruktur Indonesia kepada China merupakan agenda prioritas Jokowi. 
Sebagian besar mega proyek infrastruktur telah jatuh ke tangan China. Padahal 
pasar infrastruktur seharusnya menjadi dasar bagi bangkitnya UKM, industry besi 
baja dan pasar tenaga jerja nasional.

6.  Jokowi gagal memperjuangkan Indonesia di kawasan Pasifik. Pemerintah 
Rencana membawa Indonesia ke dalam perjajian Trans Pacifik Partnership (TPP) 
yang mengancam masa depan UKM, BUMN dan industri nasional. TPP merupakan proyek 
politik dan ekonomi Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Perjanjian TPP 
berisikan seluruh agenda pencabutan subsidi, liberalsiasi perdagangan, 
privatisasi BUMN dan berbagai perjanjian di bidang politik dan social budaya.

7.  Gagal memperjuangkan kepentingan nasional dalam ASEAN Economic Community 
(AEC) yang mengakibatkan Indonesia menjadi sasaran invasi China dalam yang 
masuk melalui skema Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Sejak kesepakatan 
Asean-Indonesia China Free Trade Agreement, Indonesia mengalami deficit 
perdagangan secara terus menerus dengan China.

8.  Gagal memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam kesepakatan UNFCCC tentang 
perubahan iklim. Target penurunan emisi yang dijanjikan Jokowi kepada dunia 
internasional akan menjadi pukulan berat bagi sektor energi dan industri 
nasional. Komitmen penurunn emisi yang disepakati Jokowi di dalam UNFCC akan 
menjadi pukulan bagi industry nasional. UNFCC pada dasarnya adalah rezim 
standarisasi produk berdasarkan emisi karbon, komitmen penurunan subsidi 
energy, perdagangan karbon. 

9.  Pemerintah Jokowi gagal melakukan penghematan anggaran dalam urusannya 
melakukan diplomasi internasional. Pemerintah melakukan pemborosan anggaran 
dengan kunjungan ke luar negeri disaat kondisi kemiskinan masyarakat. Hampir 
semua Negara dan pertemuan internasional dikunjungi Jokowi, namun seluruh 
kunjungan tersebut tidak membuahkan hasil apa apa bagi kemajuan Negara dan 
bangsa.

Gagal Menjaga Stabilitas Makro Ekonomi

10. Gagal mengendalikan gejolak harga kebutuhan pokok yang tidak menentu yang 
merugikan konsumen dan masyarakat Indonesia. Sepanjang dua tahun pemerintaha 
harga pangan adalah yang paling bergejolak. Disaat panen petani harga pangan 
dan hasil pertanian jatuh. Sementara di saat yang lain harga naik tak 
terkendali. Para spekulan pangan khususnya para importir pangan adalah pihak 
yang paling diuntungkan.  Sementara petani dan konsumen adalah pihak yang 
sangat dirugikan. 

11. Kenaikan harga harga atau Inflasi sangat tinggi tidak sebanding dengan 
kenaikan upah dan pendapatan yang diterima oleh sebagian besar masyarakat 
indonesia. Menurut Bank Duni ekonomi Indonesia dihadapkan oleh dua masalah yang 
saling berlawanan yakni inflasi yang tinggi dan daya beli masyarakat yang 
rendah.  Kondisi inilah yang menyebabkan ekonomi Indonesia sangat sulit untuk 
mengalami pemulihan, mengingat selama ini pertumbuhan ekonomi lebih digerakkan 
oleh sector konsumsi, khsusunya konsumsi masyarakat.

12. Gagal menjaga stabilitas harga kebutuhan dasar masyarakat seprti harga 
minyak, listrik, tranfortasi, yang menjadi penyumbang inflasi yang besar. Dalam 
era pemerimtahan Jokowi harga BBM dan gas dipermainkan seperti yoyo.  Terobosan 
awal pemerintahan ini adalah mencabut subsidi BBM yang menyebabkan harga BBM 
langsung melambung tinggi. Rakyat menjerit namun pemerintahan Jokowi tidak 
peduli. Dalam era pemerintahan ini tariff listrik naik hamper setiap bulan. 
Harga listrik yang setinggi tingginya adalah jualan pemerintahan Jokowi dalam 
menarik investor masuk dalam mega proyek ambisius 35 ribu megawatt.

13. Pemerintah memperparah penurunan daya beli masyarakat dengan menghilangkan 
berbagai bentuk proteksi dan subsidi. Pemerintahan Jokowi secara terbuka 
menunjukkan diri sebagai pemerintahan yang anti subsidi dan proteksi. Hal ini 
ditunjukkan dengan sikap pemerintah yang tanpa ragu menghapus subsidi bahan 
bakar minyak. Sepanjang pemerintahan Jokowi kita tidak menemukan kebijakan 
subsidi harga kepada petani. Petani yang merupakan kelompok terbesar dalam 
masyarakat Indonesia adalah yang paling menderita penurunan pendapatan pada era 
pemerintahan ini.

14. Pemerintah membiarkan tingkat suku bunga kredit investasi, modal kerja dan 
kredit konsumsi yang sangat tinggi yang menyebabkan sektor produktif terkuras. 
Indonesia merupakan Negara dengan suku bunga yang tinggi. Perbankkan dan 
lembaga keuangan lainnya bagaikan lintah darat menghisap rakyat. Perbankkan, 
lembaga keuangan meminjam uang di luar negeri dengan bunga yang lebih rendah 
dan menghutangkan kepada ralyat dengan bunga yang sangat tinggi. Pemerintahan 
Jokowi terus melangengkan penghisapan sector keuangan kepada rakyat.

15. Pemerintah gagal menciptakan iklim perpajakan yang sehat. Pemberlakukan tax 
amnesty telah menciptakan ketidakpastian dalam masalah perpajakan. Tax amnesty 
merupakan hukuman bagi warga Negara yang taat membayar pajak, karena memberikan 
insentif dalam bentuk penghapusan pajak kepada pembayar pajak yang tidak taat. 
Sisi lain tax amnesty yang menggunakan pendekatan harta kekayaan/asset tanpa 
melihat asal usul harta merupakan kesempatan bagi para penjahat dan criminal 
dan bisnis illegal serta para koruptor untuk melegalisasi harta kekayaanya. Tax 
amnesty dalam rezim devisa bebas berpotensi menjadi ancaman bagi stabilitas 
keuangan karena orang orang yang merepatriasi uangnya ke Indonesia dapat 
menariknya sewaktu waktu dalam tempo cepat. Selain itu para spekulan dapat 
menggunakannya sebagai kesempatan untuk menguras sector keuangan nasional.

16. Gagal dalam menjaga stabilitas moneter, yang ditandai dengan flugtuasi 
nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yang berdampak pada ketidakpastian 
usaha di dalam negeri. Kondisi moneter Indonesia pada era pemerintahan Jokowi 
sangat buruk yang ditandai dengan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar 
AS. Hingga saat ini rupiah belum mengalami pemulihan dan terancam jatuh semakin 
dalam. Mata uang rupiah telah menjadi mata uang paling buruk dan paling rawan 
di dunia. Stabilitas politik dan keamanan serta ketidakpastian dalam kebijakan 
merupakan pemicu jatuhnya rupiah. Factor fundamental seperti pertumbuhan 
ekonomi yang rendah, penyerapan anggaran pemerintah yang buruk, pengangguran 
yang tinggi menyebabkan ekonomi melemah. Factor external seperti deficit 
perdagangan dan deficit dalam neraca transaksi berjalan menyebabkan arus uang 
keluar dari ekonomi Indonesia sangat tinggi.  

17. Pemerintah gagal mengendalikan pemerintah daerah yang selama ini menjadi 
faktor penghambat kemajuan ekonomi nasional. Banyaknya perda dan pungutandaerah 
telah menimbulkan keresahan di kalangan dunia usaha. Pemerintah daerah 
menerapkan berbagai macam pungutan dalam rangka meningkatkan gaji, tunjangan 
dan pendapatan lain lain bagi pejabat daerah dan anggota DPR. Pemerintah Jokowi 
gagal dalam melakukan penertiban terhadap berbagai peraturan daerah yang 
menghambat investasi.

18. Pemerintah jokowi gagal dalam memperbaiki keuangan pemerintah daerah. Hal 
ini ditunjukkan dengan banyaknya anggaran pemerintah daerah yang tidak terserap 
yang mengendap di bank bank dan sector keuangan lainnya. Ditambah lagi dengan 
kebijakan pemerintah yang melakukan pemangkasan alokasi dana untuk pemerintah 
daerah dalam tahun 2016 ikut memperparah kondisi ekonomi daerah. Pemerintah 
melakukan pengurangan anggaran melalui APBNP 2016  dan pemotongan anggaran 
melalui keputusan menteri keuangan tahun 2016.

Gagal Melakukan Pemulihan Ekonomi

19. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus merosot. Capaian pertumbuhan ekonomi 
dalam dua tahun pemerintahan Jokowi berada dibawah rata rata pertumbuhan 
ekonomi dalam dua tahun sebelum pemerintahan ini. Pada era pemerintahan 
sebelumnya rata rata pertumbuhan ekonomi berkisar antara 6 hingga 7 persen, 
namun dalam dua tahun pemerintahan Jokowi pertumbuhan ekonomi berkisar antara 
4,7 sampai dengan 5,2 persen. kegagalan pemerintah dalam meningkatkan 
pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh realisasi anggaran, dan ekspor yang tidak 
tercapai.

20. Pemerintah gagal dalam merealisasikan target penerimaan Negara. Sejak awal 
pemerintah merancang target penerimaan baik pajak maupun non pajak yang sangat 
ambisius. Penerimaan perpajakan ditargetkan naik cukup tinggi.

21. Pemerintah gagal dalam meningkatkan minat investasi khususnya dalam rangka 
membangun industri. Defresiasi yang tinggi dalam nilai mata uang menyebabkan 
orang memelihara liquditas dalam mata uang asing. Jokowi gagal dalam membangun 
kepercayaan pasar untuk melalkukan investasi sektor riel terutama dalam hal 
membangun industri.

22. Gagal menjadikan sektor infrastruktur dalam rangka menggerakkan sektor 
industri, keuangan dan perdagangan nasional. Pembangunan infrastruktur yang 
sangat digalakkan oleh pemerintahan Jokowi justru memperlemah sector industry, 
keuangan dan perdagangan nasional. Pembangunan infrastruktur di era Jokowi 
bersandar pada investasi asing dan utang luar negeri.  Pemerintah justru 
menjadi penopang bagi bangkitnya industry di luar negeri darimana investasi 
tersebut berasal. Sementara barang barang yang diperlukan bagi pembangunan 
infrastruktur berasal dari luar negeri sehingga memperparah neraca ekternal 
Indonesia. Tidak hanya itu proyek infrastruktur tersebut banyak memperekerjakan 
tenaga kerja asing, terutama Tiongkok yang menjadi sumber utama investasi. 
Proyek infrastruktur semacam ini justru memperparah pengangguran di dalam 
negeri.

23. Gagal memperbaiki kinerja perdagangan dalam negeri. Sepanjang pemerintahan 
Jokowi kinerja perdagangan Indonesia merosot tajam. Hal ini ditunjukkan oleh 
penuruanan penjualan property dan penjualan kendaraan bermotor. Padahal sektor 
ini adalah penyumbang pertumbuhan ekonomi selama ini.

24. Penurunan ekspansi kredit baik kredit property, kredit kendaraan bermotor 
maupun kredit konsumsi terjadi sepanjang dua tahun pemerintahan Jokowi.

25. Peningkatan kredit bermasalah terbesar pada sektor pertambangan dengan 
nilai non performing loan yang sangat tinggi. Pemerintah jokowi tidak melakukan 
langkah apapun untuk memulihkan kondisi ini.

Gagal Membangun Pertanian, Peternakan, dan Perikanan

26. Gagal meningkatkan kapasitas petani baik dalam hal peningkatan luas lahan, 
modal produksi maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian 
indonesia.

27. Gagal menjalankan proyek bagi bagi lahan pertanian kepada petani 
sebagaimana yang dijanjikan saat pemilihan presiden 2014 lalu.

28. Gagal meningkatkan produksi dan produktifitas petani yang ditunjukkan oleh 
menurunnya hasil produksi pertanian.

29. Gagal dalam menekan biaya produksi petani yang ditunjukkan oleh 
meningkatnya harga bibit, pukuk dan sarana produksi pertanian lainnya.

30. Gagal menjamin stabilitas harga hasil panen petani agar memberikan 
keuantungan bagi petani. Harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani 
justru jatuh pada saat panen. Di era pemerintahan jokowi harga hasil pertaian 
petani adalah yang paling buruk.

31. Gagal meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan daya beli masyarakat 
perdesaan.

32. Gagal membangun kemandirian masyarakat pedesaan dalam menyediakan kebutuhan 
pokok mereka secara mandiri. Pendapatan masyarakat pedesaan tergerus oleh 
mahalnya harga barang barang hasil industri.

33. Gagal meningkatkan kapasitas dan kemampuan peternak dalam keahlian, 
penguasaan tehnologi, modal dan sarana produksi lainnya.

34. Gagal menjaga stabilits harga daging  pada tingkat yang menguntungkan 
peternak.

35. Gagal menyediakan mekanisme subsidi, insentif dan bentuk bentuk 
pemberdayaan terhadap peternak lokal.

36. Gagal meningkatkan produksi ternak nasional yang ditujukan dengan 
meningkatnya impor sapi dan daging sapi. Bahkan pemerintah tekah melakukan 
impor dari negara yang masih terjangkit penyakit hewan menular yang 
membahayakan keselamatan bangsa.

37. Gagal meningkatkan kapasitas dan kemapuan nelayan baik dalam keahlian, dan 
penguasaan tehnologi, modal dan peralatan yang dimilikinya.

38. Gagal memajukan sektor perikanan, perkapalan, dan budidaya perikanan yang 
ditandai dengan menurunkan kemampuan nelayan dalam menjalankan kegiatan ekonomi 
mereka.

39. Gagal meningkatkan pendapatan nelayan, dikarenakan tingginya bisaya 
produksi dan harga energi yang harus dibayarkan oleh nelayan.

40. Gagal meningkatkan produksi perikanan, yang ditandai dengan meningkatnya 
impor hasil perikanan ke Indonesia yang menguras devisa negara.

Gagal Membangun Industri Nasional

41. Meningkatnya de- industrialsiasi nasional yang ditujukan oleh semakin 
melemahnya kontribusi sektor industri terhadap produk domestik broto

42. Pemerintah gagal melindungi industri nasional dari persaingan dengan 
perusahaan perusahaan swasta dan BUMN asing.

43. Pemerintah gagal melindungi industri dasar nasional seperti industri besi 
baja, industri petrokimia, dari gempuran asing.

44. Perusahaan perusahaan nasional yang bergerak disektor ektraktif jatuh ke 
tangan asing, baik perusahaan tambang, migas, perkebunan dan kehutanan. Dalam 
hal ini terjadi proses asingisasi.

45. Pemerintah gagal menyediakan pasokan energi yang memadai bagi pembangunan 
industri dasar seperti masalah kelangkaan pasokan gas, batubara dan sumber 
energi lainnya.

46. Pemerintah gagal menyelamatkan ketahanan energi yang merupakan modal dasar 
dalam membangun industri nasional.

47. Pemerintah gagal dalam menyelamatkan sumber daya alam Indonesia sebagai 
modal dasar pembangunan industri. Kekayaan alam Indonesis masih dikuras untuk 
kepentingan ekspor.

48. Pemerintah memperalat BUMN dalam mengejar utang luar negeri terasuk BUMN 
yang bergerak dalam bidang infrastruktur dan industri. Akibatnya BUMN manjadi 
jalur distribusi barang impor

49. Pemerintah gagal menjadikan ambisi mega infrastruktur sebagai pasar bagi 
industri nasional namun justru menjadi bahan baku dan barang jadi impor.

50. Meningkatnya utang Badan Usaha Milik Negara ke pasar keuangan untuk 
membiayai ambisi mega proyek pemerintahan jokowi telah memperparah kondisi 
keuangan BUMN. Jika BUMN gagal bayar utang nantinya, maka BUMN akan jatuh ke 
tangan asing.

Gagal Membangun Kapasitas Buruh/Pekerja Nasional

51. Pemerintah gagal membangun kapasitas buruh atau pekerja baik dalam 
penguasaan ilmu pengetahunan dan teknologi. Pemerintah sama sekali tidak 
mengambil peran dalam membangun sektor perburuhan.

52. Pemerintah gagal dalam menjamin adanya transfer tehnologi sebagimana yang 
dijanjikan oleh investor asing. Dalam dua tahun pemerintahan Jokowi tidak ada 
langkah langkah ke arah tersebut.

53. Kesempatan kerja yang semakin menyempit dikarenakan rendahnya pertumbuhan 
usaha usaha nasional.

54. Gagal menjadikan mega proyek yang dijamin dengan APBN seperti MRT, LRT, 
Kereta Cepat, listrik 35 ribu megawatt sebagai alat untuk menciptakan 
kesemapatan kerja. Proyek yang menggunakan modal asing tersebut menggunakan 
bahan baku impor dan tenaga kerja asing sehingga justru menciptakan kesempatan 
kerja di luar negeri dan mengambil alih kesempatan yang seharusnya diperoleh 
oleh rakyat.

55. Pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat dikarenakan banyaknya industri 
yang gulung tikar akibat pelemahan ekonomi.

56. Pemerintah gagal meningkatkan kesejahteraan buruh. Upah buruh yang 
cenderung menurun dikarenakan inflasi yang tinggi, pajak yang tinggi dan suku 
bungayang tinggi. Buruh/pekerja tidak dapat menikmati sama sekali pertumbuhan 
ekonomi.

57. Banyaknya tenaga kerja dari luar khususnya China yang mengambil alih 
lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

Gagal dalam Memajukan Perdagangan

58. Ekspor indonesia mengalami pelemahan dan pemerintah tidak berbuat apa apa 
dalam mendorong peningkatan ekspor.

59. Impor mengalami pelemahan dikarenakan melemahnya industri dalam negeri, 
namun pemerintah tidak melakukan apa apa dalam membantu industri nasional. 
Surplus neraca merdagangan bukan disebabkan oleh peningkatan kapasitas ekonomi 
namun disebabkan oleh pelemahan ekonomi.

60. Neraca transaksi berjalan indonesia mengalami defisit, artinya pengeluaran 
internasional lebih besar dari penerimaan internasional

61. Neraca pendapatan primer mengalami defisit yang sangat besar. Pemerintah 
tidak melakukan apa apa dalam mengatasi arus keluar uang hasil keuantungan 
investasi internasional di Indonesia.

62. Peningkatan pangan impor dikarenakan kegagalan pemerintah dalam membangun 
ketahanan pangan nasional.

63. Peningkatan impor minyak dan gas akibat kegagalan pemerintah dalam 
membangun industri migas nasional.

64. Pemerintah gagal memaksimalkan pasar dalam negeri dalam rangka menopang 
pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dikarenakan orientasi selama ini ke pasar 
ekspor dalam hal bahan mentah belum berubah.

65. Pemerintah sama sekali tidak memberikan proteksi atau perlindungan melalui 
subsidi, pembatasan impor, bea masuk impor yang tingggi dalam rangka melindungi 
usaha usaha dan produk produk yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia.
Gagal dalam Menjaga Stabilitas Fiskal.

66. Perencanaan APBN yang tidak obyektif dan ambisius yang mengakibatkan 
seluruh target dan sasaran APBN tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. 
Target Penerimaan negara dari Target kenaikan pajak pemerintahan Jokowi tahun 
2016 itu mencapai 46 % dibandingkan realisasi tahun 2015. Penerimaan negara 
bukan pajak  APBNP 2016 ditargetkan sebesar Rp. 245,1 triliun yang salah 
satunya bersumber dari penerimaan migas senilai Rp. 68,7 triliun.  Sementara 
menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa penerimaan perpajakan tahun ini 
akan sama dengan penerimaan Tahun 2015.

67. Target penerimaan pajak tidak tercapai dalam dua tahun terakhir yang 
ditandai dengan penerimaan pajak yang rendah dan sama dengan tahun tahun 
sebelumnya.

68. Pemerintah melakukan manipulasi penerimaan tax amnesty. Dalam proyek tax 
amnesty pemerintah dikatakan bahwa ada penerimaan uang tebusan sebesar Rp 97 
triiun, namun pada sisi lain pemerintah menyatakan penerimaan pajak tahun ini 
sama dengan tahun kemarin. Ini aneh.

69. Program tax amnesty telah menghilangkan potensi penerimaan pajak pemerintah 
yang seharusnya. Berbeda jika pemerintah melakukan penguatan sistem dan 
database pajak.

70. Melebarnya defisit dalam APBN dikarenakan target pembiayaan yang ambisius 
untuk penyertaan modal negara dalam pembangunan infrastruktur

71. Gagal mengurangi utang pemerintah dari luar negeri. Utang luar negeri 
pemerintah dalam jumlah yang sangat besar, jauh lebih besar dibandingkan 
pemerintahan sebelumnya. Menurut data Bank Indonesia (BI), pada saat SBY 
berhenti menjadi presiden atau kwartal III tahun 2014, utang luar negeri 
pemerintah tercatat sebesar 129,73 miliar dollar AS atau Rp 1.751,4 triliun. 
Akhir Agustus 2016, utang luar negeri pemerintah mencapai 159.7 miliar dollar 
AS.  Dengan demikian, sepanjang dua tahun pemerintahan Jokowi, utang luar 
negeri pemerintah bertambah sebesar Rp 404.5 triliun.

72. Gagal mengurangi utang pemerintah dari dalam neneri. Utang dalam negeri 
pemerintah juga semakin membengkak. Data Bank Indonesia menyebutkan, utang 
dalam negeri pemerintah sampai dengan Oktober 2014 sebesar Rp 1.107,28 triliun 
dan saat ini, mencapai Rp 1.518,69. Dengan demikian utang dalam negeri 
pemerintah telah bertambah sebesar Rp 411,39 triliun.

73. Meningkatnya cicilan utang pokok, buyback obligasi negara, tingginya bunga 
utang yang menyedot keuangan negara dalam jumlah yang relatif besar 
dibandingkan pengeluaran dalam rangka pembangunan

74. Tidak adanya langkah untuk melakukan renegosiasi utang luar negeri untuk 
meningkatkan kemampuan fiskal dalam rangka membangun perekonomian nasional

75. Penggunaan seluruh utang luar negeri dan utang dalam negeri untuk membayar 
bunga dan cicilan utang pokok dan utang jatuh tempo.

76. Pemerintah melakukan banyak pemborosan dengan melakukan busukan blusukan 
yang tidak jelas hasilnya. Dalam catatan pemerintah paling banyak melakukan 
blusukan ke NTB dan papua, namun kedua daerah itu kondisi ekonominya semakin 
buruk.

77. Pemerintah menjadi masyarakat umum sebagai sasaran pengurasan pajak, 
memburu para artis yang memiliki follower banyak,  rencana memajaki sektor 
informal, dll.  Sistem pajak pemerintahan Jokowi menjadi teror bagi masyarakat.

78. Pemerintah memeras cukai tembakau dan menjadikan petani tembakau dan 
industri rokok sebagai bantalan utama APBN. Sisi lain sektor tembakau mengalami 
diskriminasi yang luas. Pemerasan terhadap industri tembakau akan melemahkan 
industri ini dalam persaingan internasional.

Gagal Membangun Pendidikan

79. Gagal membangun sistem pendidikan nasional sejalan dengan amanat Pancasila 
dan UUD 1945 dan cita cita pendiri bangsa.

80. Kurikulum pendidikan semakin jauh dari kultur, nilai nilai yang hidup dalam 
masyarakat Indonesia, semakin jauh dari Pancasila dan semangat gotong royong.

81. Melepaskan secara penuh pendidian pada mekanisme pasar yang mengakibatkan 
sektor pendidikan dikuasai oleh kapitalis dan menjadi ajang cuci otak dalam 
rangka memasok pemikiran neoliberal

82. Pendidikan menjadi ajang bisnis untuk mengeruk keuantungan semata. 
Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam rangka mengontrol bisnis pendikan 
sehingga tercipta keadilan bagi seluruh rakyat untuk memperoleh hak yang sama 
dalam meraih pendidikan yang layak dan berkualitas.

83. Biaya pendidikan yang semakin mahal mulai dari pendidikan usia dini, 
sekolah dasar hingga universitas. Terjadi inflasi pendidikan yang sangat tinggi 
 dan tidak terjangkau oleh lapisan masyarakat bawah.

84. Terjadi dikriminasi yang luas diantara anggota masyarakat, diantara orang 
kaya dan orang miskin terkait dengan akses mereka terhadap pendidikan yang 
berkualitas.

Gagal Membangun Kesehatan Masyarakat

85. Pemerintah melakukan liberalisasi kesehatan yang ditandai dengan 
berkurangnya peran negara dalam sektor kesehatan, berkurangnya subsidi dan 
tidak adanya peran negara dalam menyediakan tenaga dan fasilitas kesehatan 
secara merata, murah di seluruh wiayah Indonesia.

86. Pemerintah meakukan privatisasi lembaga kesehatan termasuk memberikan 
keleluasaan kepada modal asing untuk menguasai rumah sakit secara mayoritas di 
Indonesia.

87. Melakukan komersialisasi kesehatan dengan memperluas dan meningkatkan peran 
swasta dalam penyediaan fasilitas kesehatan, binis obat obatan, vaksin dan 
seluruh peralatan kesehatan lainnya.

88. Meningkatnya biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat. Rata 
rata pengeluaran kesehatan masyarakat Indonesia sudah mencapai 70 persen dari 
pendapatan mereka (survey sebuah perusahaan asuransi terkemuka).

89. Pemeritah gagal menjamin keamanan, keselamatan dan masa depan tenaga 
kesehatan. Bukti nyata adalah keresahan para bidan yang menuntut kepastian masa 
depan dari pemerintah.

90. Terjadi diskriminasi yang luas dalam bidang kesehatan terkait akses 
mayarakat terhadap kesehatan yang berkualitas. Industri kesehatan menghina 
orang miskin dan memuliakan orang kaya.

Gagal Menyediakan Perumahan untuk Rakyat

91. Hilangnya tanggung jawab negara dalam menyediakan perumahan bagi rakyat. 
Hajat hidup rakyat akan perumahan diserahkan kepada pengembang /developer dan 
dijadikan ajang untuk mengakumulasi keuantungan.

92. Pemerintah menyuburkan liberlisasi sektor perumahan rakyat, melalui 
pembukaan investasi swasta dan asing. Akibatnya lahan, atau tanah dibawah 
penguasaan atau dominasi pengembang. Penguasaan lahan skala besar telah menjadi 
modus pengembang dalam meningkatkan hegemoni mereka.

93. Pemerintah menyuburkan finansialisasi perumahan akibatnya sektor perumahan 
indonesia jatuh ke tangan perusahaan financial global mealui para taipan 
nasional.

94. Pemerintah menyuburkan spekulasi dalam sektor perumahan yang mengakibatkan 
terjadinya gelembung harga rumah dan apartemen secara tidak wajar.

95. Pemerintah membiarkan harga perumahan dan apartemen melambung tinggi dan 
semakin tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

96. Pemerintah membiarkan terjadinya over suplai rumah dan ruang  perkantoran 
sebagian besar masyarakat miskin tidak memiliki rumah.

97. Subsidi APBN sektor perumahan tidak dinikmati oleh kalangan masyarakat 
bawah, namun justru dinikmati oleh perusahaan keuangan, bank dan asuransi. 
Kredit perumahan telah menjadi ajang penghisapan yang sangat kejam.

98. Meningkatnya jumlah masyararajat yang tidak memiliki rumah akibat tidak 
tersedianya kemampuan untuk membeli dan mendapatkan rumah.

Gagal Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan

99. Indonesia merupakan negara anggota G20 atau negara dengan PDB terbesar di 
dunia yang rakyatnya paling miskin. Tapi pemerintahnya berlagak seperti negara 
maju. Pro pencabutan subsidi, pro pembukaan pasar.

100. Pemerintah gagal menurunkan tingkat kemiskinan dengan menggunakan sumber 
daya anggaran APBN yang cukup besar.  Jumlah penduduk miskin terus meningkat 
dari tahun.

101. Pemerintah gagal mengatasi kedalaman kemiskinan yang semakin parah yang 
dibuktikan dengan kondisi ekonomi masyarakat miskin menuju sekarat.

Akan berlanjut dengan ratusan kegagalan lainnya. [***]

Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta 

Kirim email ke